Posted on: December 25, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 11

Jadikan Blog Sebagai Media E-learning Untuk Guru dan Siswa

Sambil berlibur di Yogyakarta bersama keluarga saya tuliskan artikel ini. Semoga di saat guru dan siswa libur, tetap terjadi interaksi antara guru dan siswa melalui dunia maya. Banyak jejaring sosial yang bisa digunakan untuk interaksi itu. Blog bisa menjadi salah satu pilihannya. Blog bisa menjadi media pembelajaran jarak jauh atau e-learning.

Lomba Blog XL
Lomba Blog XL

Informasi dan komunikasi bisa dilakukan melalui blog. Lebih bagus lagi bila blog guru dan siswa saling terintegrasi ke facebook, google plus, dan twitter serta media sosial lainnya. Anak-anak digital native lebih menyukai media sosial yang mudah dan murah.

Blog Sarana Ciptakan Informasi

Blog adalah media yang sangat murah digunakan. Banyak blog gratis dapat digunakan sebagai media untuk menuliskan informasi dari guru kepada siswa. Begitupun sebaliknya, siswa dapat dilatih untuk menciptakan informasi di internet. Itulah sebenarnya yang harus dilakukan dalam sekolah-sekolah kita.

Selama ini, siswa hanya diarahkan untuk memperoleh atau mencari informasi di internet. Pembelajaran e-learning atau pembelajaran jarak jauh yang dilakukan terkesan hanya satu arah. Akibatnya, siswa kurang terlatih untuk menciptakan atau memberikan informasi di internet. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya tugas-tugas di sekolah yang ditugaskan oleh guru hanya untuk mencari informasi di internet. Oleh karena itu perlu dicari terobosan baru agar siswa (SMP-SMA) tidak hanya diarahkan mencari informasi, tetapi juga dapat menciptakan informasi di internet.

Ciptakan Informasi Dengan Menulis di Blog

Untuk dapat menciptakan informasi, siswa harus terlebih dahulu dilatih untuk memiliki kreativitas dalam menulis. Dengan memiliki kemampuan menulis, siswa diharapkan dapat mengekspresikan diri, melakukan sosialisasi, promosi dan berbagi kepada sesama. Semua itu dapat terjadi bila siswa memiliki minat yang kuat dalam mengelola blog yang ter-update dengan baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut di atas diperlukan minat dan kreativitas, karena minat dan kreativitas begitu penting dalam hidup manusia. Tanpa minat dan kreativitas manusia tidak akan mampu bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat.

Salah satu bentuk minat dan kreativitas itu dapat dituangkan dalam bentuk menulis di blog. Menulis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan gagasan atau ide ke dalam bentuk tulisan agar dapat dibaca oleh orang lain. Menulis secara tidak langsung mewakili kreativitas seseorang. Sayangnya, kebiasaan tersebut kurang diminati oleh siswa. Mereka lebih suka menulis yang singkat seperti di twitter.

Blog adalah publikasi sederhana naskah-naskah yang ditata berdasarkan urutan waktu seperti layaknya sebuah jurnal atau catatan harian. Sistem yang dipakai dikenal dengan nama CMS biasa dipakai sebagai tempat di mana seseorang dapat menciptakan, memberikan informasi dan berkomunikasi antar sesama di seluruh dunia.

Blog adalah situs web yang mudah digunakan tanpa dituntut paham bahasa, di mana seseorang dapat dengan cepat mem-posting pemikirannya sendiri, berinteraksi dengan orang lain, dan banyak lagi yang semuanya serba gratis. Keterampilan yang dibutuhkan hanyalah kemampuan menulis atau mengetik dengan komputer. Blog bisa dijadikan media e-learning yang sangat mudah dan murah.

Blog di internet baik sekali manfaatnya, yakni menumbuhkan kreativitas dalam keterampilan menulis. Blog ibarat buku tulis atau buku agenda kosong yang siap untuk diisi dengan tulisan-tulisan orisinil. Dengan Blog, seseorang dituntut untuk kreatif membuat tulisan-tulisan sendiri yang enak dibaca, bermanfaat untuk orang lain, dan mengundang orang lain untuk beramai-ramai datang ke blognya untuk saling berinteraksi dan memberikan komentar. Kegiatan nge-blog bukan sekedar menjadi kegiatan menghabiskan waktu luang yang sia-sia apabila dilakukan secara optimal. Menulis dan menerbitkan naskah di blog akan sangat bermanfaat bagi si penulisnya maupun pembacanya.

Blog telah menjadi trend perkembangan TIK berbasis internet saat ini. Bahkan blog sudah banyak diperlombakan oleh berbagai lembaga (baik pemerintah maupun swasta). Aplikasi blog juga terbukti sangat membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran e-learning di sekolah. Dengan blog, guru dapat memasukkan materi pelajarannya dengan suasana yang berbeda dari membaca buku teks, sehingga siswa dapat belajar mandiri dari blog yang dibuat guru.

Proses pembelajaran akan terjadi, bila blog yang dibuat guru mengundang dan menarik siswa untuk membacanya, sehingga terjadi interaksi antara siswa dan guru. Karenanya, guru pun harus dapat mengajarkan siswa membuat blog di internet. Proses kreatif akan muncul dari pembuatan blog yang sangat interaktif ini. Melalui pembuatan blog akan terlihat kreativitas menulis siswa dan guru.

Untuk mewujudkan hal tersebut di atas, diperlukan sebuah proses pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Melalui pembelajaran yang mengundang diharapkan siswa akan lebih aktif dalam bertanya, bercerita, mengungkapkan isi hatinya, belajar secara mandiri, dan memiliki kreativitas menulis

Namun sangat disayangkan, menjamur dan tumbuhnya blog di internet sekarang ini tidak diimbangi dengan budaya menulis di kalangan siswa, sehingga banyak sekali blog siswa yang sudah dibuat tidak ter-update (terisi tulisan baru) dengan baik, bahkan isinya banyak yang kosong sehingga hanya menjadi sampah-sampah informasi.

Kenyataan yang ada di sekolah, peserta didik kurang banyak membaca, menyimak, dan mendengarkan sehingga mereka kurang mampu menulis dengan baik. Menulis seolah menjadi beban berat yang sangat sulit dilakukan. Mereka lebih senang bermain games, dan berchating ria juga bertukar foto di twitter, istagram, atau facebook. Twitter, facebook,dan games telah berhasil menarik siswa ke dalam pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif daripada menulis. Padahal menulis adalah sebuah kreativitas yang dapat dimunculkan apabila sering berpikir dan terus berlatih menulis dalam proses pembelajaran.

Menurut Dr. Wina Sanjaya, masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita saat ini adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, peserta didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas hanya diarahkan kepada proses kemampuan anak menghafal informasi; otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupannya sehari-hari. Akibatnya ketika mereka lulus, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi miskin aplikasi

Saat ini belum banyak sekolah yang memanfaatkan jaringan internet dan intranet sebagai sarana pemanfaatan TIK dalam proses pembelajarannya. Bahkan untuk mendownload materi pembelajaran dari buku elektronik pun sekolah masih mengalami kendala. Apalagi mengupload materi ke internet. Biaya akses internet masih terasa mahal, dan jaringan intranet (LAN) di sekolah pun kurang berjalan dengan baik. Padahal guru saat ini dituntut untuk mampu mengajarkan internet dan intranet di sekolah.

Akibatnya guru harus pandai mencari metode pembelajaran yang tepat dan membuat media pembelajaran yang membantu guru agar materi yang diberikan sampai ke otak siswa. Belum banyaknya sekolah yang berkonsentrasi penuh terhadap hal di atas membuka lahan penelitian di bidang e-learning terbuka lebar untuk diteliti. Terlebih lagi pada proses pembuatan dan pengelolaan blog di internet.

Akhirnya, penulis hanya bisa menyarankan kepada pembaca untuk menjadikan blog sebagai media e-learning untuk guru dan siswa. Guru harus mampu mengajarkan siswanya menciptakan informasi di internet melalui blog. Saatnya guru dan siswa tidak lagi menjadi konsumen informasi, tetapi menjadi produsen informasi. Menulis di blog menjadi salah satu cara mengembangkan “e-Learning untuk Guru dan Siswa”.

xl

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

11 People reacted on this

  1. Jadikan Blog Sebagai Media E-learning Untuk Guru dan Siswa merupakan salah satu terobosan yg sangat bagus dan interaktif,namun bagaimana dengan materi matematika,fisika,kimia ? di materi sains tersebut siswa butuh penjelasan secara ber ulang ulang(sesuai FAKTA bahkan banyak siswa yg terpaksa les krn penjelasan dari gurunya belum maksimaL), dengan kata lain banyak siswa yg tdk cukup mendapatkan penjelasan 1x saja, siswa perlu di jelaskan ber ulang ulang agar siswa dapat memahami materi sekolah. Perlu di garisbawahi di sini adalah belajar dengan membaca di blog sama saja sepeti membaca buku,namun tdk semua anak mudah memahami isi buku(bisa saya buktikan),salah satunya bisa di pikir secara nalar,jika anak sudah bisa memahami materi dengan cukup membaca maka guru2 sudah tdk repot lagi menjelaskan materi di kelas kan? jadi yang menjadi pertanyaa besar buat saya, sudahkah ada uji/percobaan dan praktek nya bagaimana anak bisa belajar matematika ,fisika ,kimia dengan sarana membaca blog(=membaca buku)..?

    agung budimana

  2. Om Jay saya sekarang sedang mencoba menggunakan Blog sebagai saran pembelajaran . Langkah awal adalah memotivasi mereka membuat blog adalah saya sering bercerita tentang blog saya sendiri, saya katakan saya sering menulis tentang mereka dan memasukakan ft ft mereka ini, saya lakukan ingat pendapat bobby de Foerter bahwa masukilah dunia mereka jadi kalau blog saya berisi tentang mereka berarti tidak jauh dari kehidupan mereka di sekolah. ,kemudian saya undang mereka untuk membaca blog saya. Dan saat mereka belajar saya ft dan saya katakan akan saya masukan kedalam cerita di blog saya.efeknya bukan hanya mereka mengunjungi blog saya walaupun blog saya baru sebatas catatn harian saya di sekolah, saat belajarpun mereka jadi bersemangat melihat saya sering mengabadikan kegiatan mereka.

    Kemudian agar mereka terpacu membuat blog, saya menganjurkan untuk mereka mengumpulkan tugasnya melalui Blog. dan akan saya apresiasi bila mereka memiliki blog. Hasilnya alhamdulilllah Om ada sekitar sepuluh orang yang sekarang memiliki blog dan yang membuat saya bahagia ada seorang siswa yang dalam proses pembelajaran di kelasnya agak kurang bersemangat dan hasil belajarnya kurang memadai terbukti dari laporan beberapa guru yang mengatakan anak tersebut banyak melalaikan tugas tugas dengan bukti tugasnya banyak yang tidak masuk. Namun anak tersebut memiliki potensi besar dalam IT. Nah ketika saya sodorkan tawaran kepada mereka untuk membuat tugas boleh melalui blog dia bersemangat. sehingga diakhir semester yang baru lalu dia tidak memiliki masalah dalam tugas pada pelajaran saya. karena dia sudah membuatnya melalui blog

    Om Jay, namun sekarang muncul pemikiran dalam hati saya, apakah mereka tidak ada kemungkinan copi paste dalam membuat tulisan di blognya? bagaimana caranya untuk mengetahui tulisan itu asli atau bukan ?

    1. bisa cek tulisan mereka melalui google,kalau memang sama itu artinya mereka copas dari tulisan org lain. oleh karena itu buat tugas yg sifatnya original

      salam,
      Omjay

  3. Yup memang pada banyk anak2 yang hanya internetan cuman mencari informasi, tetapi tidak dilatih untuk menciptakan sebuah informasi, salut mas walaupun jd guru tetapi aktif juga di blog & memberikan inspirasi buat para guru2lainya di negeri tercinta Indonesia ini 🙂

  4. Selamat malam Oom Jay,

    Tulisan ini menggugah saya tentang kenyataan banyaknya media gratis untuk menyampaikan tulisan kita disisi lain tradisi tulis-menulis ini saya rasa masih kurang diminati oleh sebagian besar pelajar kita. Seingat saya waktu sekolah di SMA dulu tidak ada suatu rangsangan dari pihak pengajar untuk mendorong siswanya aktif menulis. Semoga saja keadaan ini sekarang sudah berubah.

    Dan, iya betul, rasanya anak-anak sekarang lebih suka nulis pendek-pendek lewat twitter. Semoga blog akan menarik juga bagi mereka di hari-hari ke depan.

    Oom Jay, mampir dong ke blog saya. Minggu lalu saya posting tentang sekolah anak saya yg bungsu, SMKN 3 Sukabumi di link ini http://sisihidupku.wordpress.com/2013/12/22/betapa-asri-sekolahku/

    Sukses selalu Oom Jay.

    Salam,

Leave a Reply to E-Spesies Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.