Tag: guru

Posted on: November 5, 2019 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Diskusi Mendikbud Baru dengan Organisasi Guru

DISKUSI ORGANISASI GURU DENGAN MENDIKBUD BARU Senin, 4 November 2019 pukul 14.00 sampai 16.00 wib, kami diundang oleh sekjen kemdikbud untuk hadir dalam acara silahturahim mendikbud baru dengan organisasi profesi guru. Acara diskusi dipimpin oleh bapak Supriano, dirjen GTK kemdikbud. Beliau membagi secara adil agar semua perwakilan organisasi profesi guru mendapatakan kesempatan bicara. Beliau minta dari nomor terakhir dulu, baru kemudian nomor yang pertama. Semua kawan-kawan yang hadir sudah siap…

Posted on: March 9, 2019 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 25

Hari Ketujuh Belajar di Negara China

Sambil menonton film perang antara pasukan PBB (UN) dengan teroris, saya menuliskan cerita ini. Hampir saja saya tidak menulis cerita hari ini karena filmnya bagus dan menegangkan. Bukan hanya perang fisik tapi juga technology. Pasukan PBB akhirnya menang, walaupun ada korban dari pasukan PBB (UN) .

Posted on: March 7, 2019 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 42

Hari Kelima Belajar di Negara China

Hari kelima belajar di china Kamis 7 maret 2019 adalah hari kelima kami berada di china university  of mining and technology. Kami singkat namnya jadi cumt. Usai sarapan pagi di ruang makan penginapan kampus, kami diajak untuk berkeliling kampus baru cumt.

Posted on: March 6, 2019 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 28

Menjadi Orang China Selama 4 Hari

Tak terasa ini hari keempat kami berada di negara china. Tepatnya di China University of Mining and Technology (CUMT). Di kampus ini kami menginap selama 20 hari dan belajar Sains, Technology, Engenering and Mathematic yang disingkat STEM.

Posted on: March 6, 2019 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 32

Hari Keempat Belajar di Negara China

Rabu, 6 Maret 2019 adalah hari keempat kami belajar di negara china. Pagi ini dingin sekali. Saya paksakan untuk mandi. Dengan begitu tubuh menjadi hangat. Di kamar mandi ada air hangat. Badan terasa segar setelah mandi.

Posted on: March 20, 2018 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 3

Membangun Keterampilan Menulis Guru

Malam ini saya terbangun dari tidur. Tiba tiba saja saya tertarik ingin menulis tentang cara membangun keterampilan menulis guru. Sebuah cara yang saya gunakan untuk melatih diri untuk menulis setiap hari. Dari apa yang saya baca, dan saya alami dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah bangunan yang kokoh karena pondasinya kuat. Begitu juga keterampilan menulis. Pondasinya harus kuat dulu dengan cara banyak membaca. Semakin banyak yang dibaca maka semakin banyak pula yang…

Posted on: January 4, 2016 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Mengupas Buku Arief Rachman Guru

Pagi ini, hari Senen, tanggal 4 Januari 2016, saya mendapatkan sebuah buku dari petugas Tata Usaha sekolah. Judul Bukunya “Arief Rachman Guru“. Sebuah buku yang dituliskan berdasarkan catatan Ukim Komarudin. Saya tahu sosok pak Arief Rachman. Beliau adalah penasehat kami di Labschool. Umurnya sudah lebih dari 70 tahun. Tapi kalau melihat semangatnya, orang muda pasti kalah. Beliau selalu bersemangat dan senantiasa menyemangati. Terkadang kami yang muda menjadi malu, karena pak…

Posted on: July 7, 2015 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 9

Lomba Blog KSGN Periode 29 Juni 2015 sampai tanggal 29 Juli 2015

KSGN Kembali mengadakan lomba blog dengan tema “GURU dan RAMADHAN”. Sebuah artikel yang dibuat untuk menuliskan kisah nyata guru di bulan suci ramadhan. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu artikel saja. Tulisan di blog dikirimkan URL Linknya ke fb group KSGN dan email wijayalabs@gmail.com. Jumlah kata minimal 500 kata dan harus ada foto dalam blog, dan menuliskan KSGN minimal 5 kali dalam tulisannya. Lomba blog mulai berlaku hari ini, Senen,…

Posted on: April 19, 2015 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 3

Menjadi Guru di Zaman Edan

Menjadi guru di zaman edan memang harus memiliki kekuatan moral yang tinggi. Bila tidak, maka akan banyak tantangan dan halangan melintang di depan mata. Musuh bisa menjadi kawan begitupun sebaiknya. Kawan bisa menjadi musuh dalam selimut. Tetaplah percaya dengan kemampuan diri agar engkau tak sakit hati ketika mereka meninggalkanmu hanya karena uang dan kekuasaan.