Soal Teori dan Praktik Kelas 8 Bab 4 Buku AI Pak Onno

1. SOAL ESSAY BAB 4 (50 SOAL)

A. Pemahaman Konsep

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model gambar pada Google Teachable Machine!
  2. Apa tujuan utama membuat model gambar sederhana?
  3. Jelaskan perbedaan antara data training dan data testing!
  4. Mengapa jumlah data training memengaruhi hasil model?
  5. Apa yang dimaksud dengan kelas (class) dalam model gambar?
  6. Mengapa setiap kelas harus memiliki data yang cukup?
  7. Jelaskan fungsi kamera dalam Teachable Machine!
  8. Apa yang terjadi saat tombol “Train Model” ditekan?
  9. Mengapa pencahayaan penting saat mengambil data gambar?
  10. Apa risiko jika data training tidak bervariasi?

B. Langkah-Langkah Praktik

  1. Sebutkan langkah pertama dalam membuat model gambar!
  2. Bagaimana cara menambahkan kelas baru?
  3. Jelaskan cara mengambil gambar menggunakan webcam!
  4. Berapa minimal data yang disarankan untuk tiap kelas?
  5. Apa yang harus dilakukan setelah semua data terkumpul?
  6. Jelaskan proses training model secara singkat!
  7. Bagaimana cara menguji model yang sudah dibuat?
  8. Apa yang dimaksud dengan prediksi?
  9. Bagaimana cara mengetahui hasil prediksi?
  10. Apa yang dilakukan jika hasil prediksi tidak akurat?

C. Analisis dan Pemahaman

  1. Mengapa model bisa salah mengenali objek?
  2. Apa pengaruh latar belakang terhadap model?
  3. Bagaimana cara meningkatkan akurasi model?
  4. Apa dampak jika data hanya berasal dari satu sudut?
  5. Mengapa variasi ekspresi atau posisi penting?
  6. Apa fungsi label pada setiap kelas?
  7. Bagaimana cara memperbaiki model yang buruk?
  8. Jelaskan hubungan antara jumlah data dan akurasi!
  9. Apa perbedaan model sederhana dan kompleks?
  10. Mengapa model perlu diuji sebelum digunakan?

D. Penerapan

  1. Buatlah contoh proyek sederhana menggunakan model gambar!
  2. Jelaskan langkah membuat model “senyum vs sedih”!
  3. Bagaimana cara membuat model mengenali benda di kelas?
  4. Buatlah ide aplikasi dari model gambar sederhana!
  5. Bagaimana model gambar bisa digunakan di kehidupan sehari-hari?
  6. Jelaskan cara membuat model “buku vs bukan buku”!
  7. Bagaimana cara menggunakan model untuk edukasi?
  8. Buat contoh penggunaan model di sekolah!
  9. Jelaskan manfaat model gambar bagi siswa!
  10. Bagaimana model dapat membantu pekerjaan manusia?

E. Evaluasi dan Refleksi

  1. Apa kesulitan saat membuat model gambar?
  2. Bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut?
  3. Apa kelebihan Teachable Machine dibanding coding manual?
  4. Apa kekurangan dari model sederhana?
  5. Mengapa penting memahami AI sejak SMP?
  6. Apa pelajaran yang didapat dari praktik ini?
  7. Bagaimana perasaanmu setelah membuat model AI?
  8. Apa yang akan kamu kembangkan selanjutnya?
  9. Bagaimana AI akan memengaruhi masa depan?
  10. Mengapa siswa perlu belajar Machine Learning?

2. SOAL PRAKTIK BAB 4 (10 SOAL)

🧪 Praktik 1: Membuat Proyek Baru

  1. Buka Google Teachable Machine dan buat proyek Image Project.
    ➤ Jelaskan langkah-langkah yang kamu lakukan sampai berhasil membuat proyek baru.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 2: Membuat Kelas

  1. Buat minimal 2 kelas (contoh: “Buku” dan “Bukan Buku”).
    ➤ Jelaskan cara menambahkan dan memberi nama kelas tersebut.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 3: Mengumpulkan Data

  1. Ambil minimal 20 gambar untuk setiap kelas menggunakan webcam.
    ➤ Jelaskan proses pengambilan data dan kesulitan yang kamu alami.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 4: Variasi Data

  1. Ambil gambar dengan variasi posisi, jarak, dan pencahayaan.
    ➤ Jelaskan mengapa variasi data penting dalam Machine Learning.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 5: Training Model

  1. Klik tombol Train Model.
    ➤ Jelaskan apa yang terjadi selama proses training.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 6: Uji Model

  1. Uji model menggunakan objek nyata di depan kamera.
    ➤ Catat hasil prediksi dan tingkat akurasinya.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 7: Evaluasi Hasil

  1. Jika hasil model kurang akurat, lakukan perbaikan.
    ➤ Jelaskan langkah yang kamu lakukan untuk meningkatkan akurasi.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 8: Eksperimen Kelas Baru

  1. Tambahkan satu kelas baru (misalnya: “Tas”).
    ➤ Latih ulang model dan bandingkan hasilnya dengan sebelumnya.
  2. Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 9: Dokumentasi Proyek

  1. Buat laporan singkat berisi:
    • Nama proyek
    • Kelas yang dibuat
    • Jumlah data
    • Hasil prediksi
      ➤ Jelaskan hasil akhir proyekmu.
    • Screenshoot hasilnya dan kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com

🧪 Praktik 10: Refleksi

  1. Tuliskan pengalamanmu selama praktik:
    ➤ Apa yang paling menarik dari praktik di atas?
    ➤ Apa kesulitan yang dihadapi selama praktik?
    ➤ Apa manfaat yang kamu pelajari selama praktik langsung?

💡 Catatan Guru

Soal ini bisa dinilai dari:

  • Proses (keaktifan & langkah kerja)
  • Produk (hasil model)
  • Refleksi (pemahaman siswa)

3. SOAL PILIHAN GANDA (50 SOAL)

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Siswa membuka Google Teachable Machine di browser untuk membuat proyek baru biasa disebut……
    A. Audio Project
    B. Image Project
    C. Text Project
    D. Video Project
  2. Guru meminta siswa membuat proyek image untuk mengenali objek di kelas biasa disebut……
    A. Audio
    B. Pose
    C. Image
    D. Text
  3. Siswa menambahkan kelas baru pada proyek untuk membedakan objek buku dan bukan buku biasa disebut……
    A. Delete Class
    B. Add Class
    C. Rename Class
    D. Export Class
  4. Siswa mengambil gambar menggunakan webcam di Teachable Machine untuk mengumpulkan data biasa disebut……
    A. Upload File
    B. Webcam
    C. Record Audio
    D. Screen Capture
  5. Siswa mengumpulkan minimal 30 gambar per kelas agar model lebih akurat biasa disebut……
    A. 5 gambar
    B. 10 gambar
    C. 30 gambar
    D. 2 gambar
  6. Siswa menekan tombol Train Model setelah semua data selesai dikumpulkan biasa disebut……
    A. Export
    B. Reset
    C. Train Model
    D. Upload
  7. Sistem memproses data training saat siswa menekan tombol Train Model biasa disebut……
    A. Menghapus data
    B. Menyimpan data
    C. Melatih model
    D. Menampilkan hasil
  8. Model memberikan hasil prediksi saat siswa menguji objek di depan kamera biasa disebut……
    A. Data training
    B. Output prediksi
    C. Input teks
    D. Variabel
  9. Siswa melihat persentase hasil prediksi pada layar setelah model dilatih biasa disebut……
    A. Warna
    B. Nilai angka
    C. Persentase
    D. Grafik
  10. Siswa menambahkan variasi data dengan mengambil gambar dari berbagai sudut biasa disebut……
    A. Agar cepat selesai
    B. Agar model akurat
    C. Agar data sedikit
    D. Agar mudah

  1. Siswa mengambil gambar dengan pencahayaan berbeda untuk meningkatkan kualitas data biasa disebut……
    A. Mengurangi akurasi
    B. Menambah kesalahan
    C. Meningkatkan akurasi
    D. Menghapus data
  2. Siswa menggunakan latar belakang berbeda saat mengambil gambar agar model tidak bias biasa disebut……
    A. Sama saja
    B. Tidak berpengaruh
    C. Mengganggu model
    D. Membantu model
  3. Model mengalami kesalahan saat siswa memberikan data yang kurang bervariasi biasa disebut……
    A. Data banyak
    B. Data sedikit variasi
    C. Data lengkap
    D. Data benar
  4. Siswa menambahkan kelas “Tas” setelah model awal selesai dibuat biasa disebut……
    A. Menghapus model
    B. Menambah kelas
    C. Mengubah data
    D. Menghapus data
  5. Siswa melatih ulang model setelah menambahkan data baru pada setiap kelas biasa disebut……
    A. Reset
    B. Train ulang
    C. Export
    D. Delete
  6. Siswa menguji model dengan benda nyata di depan kamera untuk melihat hasil prediksi biasa disebut……
    A. Training
    B. Testing
    C. Input
    D. Output
  7. Siswa memperbaiki model dengan menambahkan data baru agar hasil lebih akurat biasa disebut……
    A. Mengurangi data
    B. Menambah data
    C. Menghapus data
    D. Menyalin data
  8. Siswa menggunakan label kelas untuk membedakan kategori objek dalam model biasa disebut……
    A. Nama kelas
    B. Warna
    C. Ukuran
    D. Bentuk
  9. Siswa membuat model untuk mengenali ekspresi wajah menggunakan image project biasa disebut……
    A. Audio
    B. Text
    C. Image
    D. Video
  10. Siswa mengumpulkan data training sebelum melakukan proses training model biasa disebut……
    A. Setelah training
    B. Sebelum training
    C. Saat testing
    D. Setelah export

  1. Siswa melihat hasil prediksi dalam bentuk persentase saat menguji model biasa disebut……
    A. Grafik
    B. Angka
    C. Persentase
    D. Warna
  2. Model mengenali objek dengan benar ketika data training cukup dan bervariasi biasa disebut……
    A. Salah
    B. Tidak jelas
    C. Benar
    D. Error
  3. Siswa mengulang proses training saat hasil prediksi belum akurat biasa disebut……
    A. Testing
    B. Training ulang
    C. Export
    D. Upload
  4. Guru menjelaskan bahwa data training digunakan untuk melatih model AI biasa disebut……
    A. Menghapus data
    B. Melatih model
    C. Menguji model
    D. Menampilkan data
  5. Siswa menggunakan webcam untuk mengambil gambar secara langsung di aplikasi biasa disebut……
    A. Upload
    B. Kamera
    C. File
    D. Audio

  1. Siswa menambahkan data baru setelah hasil model kurang baik biasa disebut……
    A. Mengurangi akurasi
    B. Menambah akurasi
    C. Menghapus model
    D. Menyimpan data
  2. Model memberikan prediksi saat siswa memasukkan objek baru biasa disebut……
    A. Training
    B. Testing
    C. Prediksi
    D. Data
  3. Siswa membuat dua kelas berbeda untuk membedakan objek dengan jelas biasa disebut……
    A. Satu kelas
    B. Dua kelas
    C. Tiga kelas
    D. Tanpa kelas
  4. Siswa menyusun data dengan rapi agar proses training berjalan lancar biasa disebut……
    A. Acak
    B. Rapi
    C. Sedikit
    D. Salah
  5. Siswa memahami bahwa semakin banyak data maka model semakin baik biasa disebut……
    A. Salah
    B. Benar
    C. Tidak penting
    D. Tidak berpengaruh

  1. Siswa melakukan testing setelah model selesai dilatih biasa disebut……
    A. Sebelum training
    B. Saat training
    C. Setelah training
    D. Tanpa training
  2. Siswa melihat hasil model langsung pada layar setelah training selesai biasa disebut……
    A. Input
    B. Output
    C. Data
    D. File
  3. Siswa membuat model sederhana untuk mengenali benda di meja kelas biasa disebut……
    A. Audio
    B. Video
    C. Image
    D. Text
  4. Siswa menggunakan variasi jarak saat mengambil gambar untuk meningkatkan kualitas model biasa disebut……
    A. Mengurangi kualitas
    B. Meningkatkan kualitas
    C. Tidak berpengaruh
    D. Menghapus data
  5. Siswa menambahkan data baru agar model tidak overfitting biasa disebut……
    A. Salah
    B. Benar
    C. Tidak perlu
    D. Tidak penting

  1. Model membutuhkan data training sebelum dapat melakukan prediksi biasa disebut……
    A. Setelah prediksi
    B. Sebelum prediksi
    C. Saat testing
    D. Setelah export
  2. Siswa menguji model dengan objek yang belum pernah dilatih sebelumnya biasa disebut……
    A. Training
    B. Testing
    C. Input
    D. Output
  3. Siswa memperhatikan hasil prediksi untuk mengevaluasi model biasa disebut……
    A. Menghapus
    B. Mengevaluasi
    C. Menyimpan
    D. Menyalin
  4. Siswa membuat model AI sederhana tanpa menulis kode program biasa disebut……
    A. Coding
    B. Tanpa coding
    C. Script
    D. Program
  5. Siswa menggunakan Teachable Machine untuk belajar konsep Machine Learning biasa disebut……
    A. Game
    B. AI
    C. Video
    D. Musik

  1. Siswa mengamati bahwa model bekerja berdasarkan pola dari data biasa disebut……
    A. Random
    B. Pola
    C. Warna
    D. Bentuk
  2. Siswa menyimpulkan bahwa data training sangat penting dalam AI biasa disebut……
    A. Tidak penting
    B. Penting
    C. Tidak perlu
    D. Opsional
  3. Siswa membuat model yang lebih baik setelah menambah variasi data biasa disebut……
    A. Lebih buruk
    B. Lebih baik
    C. Sama saja
    D. Tidak berubah
  4. Siswa menggunakan dua kelas untuk membedakan objek sederhana biasa disebut……
    A. Satu
    B. Dua
    C. Tiga
    D. Empat
  5. Siswa menyadari bahwa model membutuhkan latihan berulang untuk hasil optimal biasa disebut……
    A. Sekali
    B. Berulang
    C. Tidak perlu
    D. Jarang

  1. Siswa mengamati bahwa model gagal jika data tidak cukup biasa disebut……
    A. Berhasil
    B. Gagal
    C. Sempurna
    D. Akurat
  2. Siswa memperbaiki model dengan cara menambah data dan melatih ulang biasa disebut……
    A. Menghapus
    B. Menambah dan melatih
    C. Menyimpan
    D. Mengurangi
  3. Siswa memahami bahwa AI belajar dari contoh data yang diberikan biasa disebut……
    A. Tidak belajar
    B. Belajar dari data
    C. Random
    D. Manual
  4. Siswa menguji model untuk memastikan hasilnya sesuai dengan harapan biasa disebut……
    A. Menghapus
    B. Menguji
    C. Menyimpan
    D. Menyalin
  5. Siswa menyimpulkan bahwa Machine Learning membantu komputer mengenali objek biasa disebut……
    A. Tidak membantu
    B. Membantu
    C. Menghambat
    D. Tidak digunakan

Kirimkan semua jawaban soal ulangan teori dan praktik (Ada 3 soal) pakai WORD ke email wijayalabs@gmail.com dengan subyek jawaban ulangan-nama-kelas-absen!

Kiriman yang Menghubungkan Mimpi: Kisah Omjay Bersama JNE

Kiriman yang Menghubungkan Mimpi: Kisah Omjay Bersama JNE

Di era digital seperti sekarang ini, jarak bukan lagi penghalang bagi manusia untuk saling terhubung. Sebuah paket kecil bisa membawa harapan besar. Itulah yang Omjay rasakan.

Sebuah kiriman sederhana bisa menyampaikan mimpi yang selama ini disimpan dalam hati. Hal itulah yang sering dirasakan oleh Omjay, nama yang akrab bagi Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, seorang guru yang dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia.

Read More

Harapan Guru dan Anggota PGRI di HUT PGRI ke-80 Untuk Presiden Prabowo Subianto

Guru Mengabdi dalam Senyap: Harapan Kami di HUT PGRI ke-80

Ada sesuatu yang selalu membuat hati saya hangat setiap kali memasuki bulan November. Mungkin karena saya sudah terlalu lama hidup dalam dunia pendidikan. Atau mungkin karena ada rasa rindu yang tak pernah padam kepada para guru yang membentuk saya hingga menjadi seperti sekarang. Bagi saya, November selalu punya cerita. Cerita tentang perjuangan, pengabdian, dan cinta yang tak pernah habis dari seorang guru kepada bangsa dan anak-anaknya.

Tahun ini, HUT PGRI memasuki usia yang ke-80. Angka yang tidak kecil. Umur yang menunjukkan betapa panjang jalan yang sudah dilalui organisasi guru tertua di Indonesia ini. Di usia inilah, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Ada harapan baru, ada suara yang lebih lantang, dan ada doa yang lebih khusyuk dari para guru di seluruh Indonesia.

Namun di balik itu, ada juga rasa getir yang tak bisa disembunyikan.

Guru yang Dibutuhkan, Tapi Sering Dilupakan

“Guru itu dibutuhkan, tapi sering dilupakan.”
Saya sudah menulis kalimat ini berkali-kali, tapi tetap saja rasanya seperti baru setiap kali diucapkan. Guru ada di garda terdepan dalam mencetak generasi bangsa, tapi berada di barisan paling belakang ketika bicara soal penghargaan dan kesejahteraan.

Guru masuk kelas setiap hari dengan berbagai beban pikiran, mulai dari administrasi yang menumpuk, kurikulum yang terus berubah, tuntutan kompetensi yang semakin tinggi, hingga persoalan pribadi yang terpaksa disimpan rapat-rapat demi satu hal: anak-anak didiknya harus tetap belajar dengan baik.

Saya sering melihat langsung bagaimana guru-guru berjuang. Ada yang pulang naik motor tua sambil membawa tumpukan kertas nilai. Ada yang menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengajar di sekolah pinggiran. Ada yang mengajar dengan senyum, meski gajinya belum pasti turun. Ada pula yang tetap semangat meski statusnya PPPK dan masih bertanya-tanya tentang masa depan kariernya.

Guru tidak pernah meminta banyak. Mereka hanya ingin dihargai. Didengarkan. Diperhatikan.

Harapan Besar di HUT PGRI ke-80

Salah satu kabar yang paling banyak diperbincangkan para guru menjelang HUT PGRI tahun ini adalah harapan besar agar Presiden Prabowo Subianto hadir dalam puncak peringatan di Jakarta.

Saya menerima begitu banyak pesan dari teman-teman guru:
“Omjay, mudah-mudahan Pak Presiden hadir.”
“Ini momentumnya, Om.”
“Kalau beliau hadir, itu bentuk penghargaan pada kami.”

Harapan itu bukan tanpa alasan. Guru ingin merasa dekat dengan pemimpinnya. Ingin memastikan bahwa harapan mereka tidak hilang di tengah gemuruh politik dan birokrasi. Guru ingin pemimpin tertinggi negeri ini mendengar langsung suara mereka—bukan hanya lewat laporan, tapi lewat pertemuan nyata yang penuh makna.

Komentar Dr. Sumardiansyah: Panggilan Nurani bagi Pemimpin

Saya sempat berdiskusi dengan Dr. Sumardiansyah, Wakil Sekjen PB PGRI sekaligus Ketua Dewan Eksekutif APKS PGRI. Beliau menyampaikan pandangan yang sangat menyentuh:

“Kehadiran Presiden di HUT PGRI bukan soal seremoni. Ini tentang pengakuan negara kepada guru. Tentang menempatkan guru pada posisi yang seharusnya. Guru selama ini mengabdi tanpa pamrih, jadi saat ada momentum seperti ini, tentu para guru berharap Presiden hadir sebagai bentuk penghormatan.”

Saya membaca ulang kata-kata itu berkali-kali. Rasanya pas sekali dengan apa yang selama ini saya lihat dan rasakan. Guru tidak meminta panggung. Guru hanya ingin pengabdian mereka dianggap berarti.

Komentar Omjay: Harapan Itu Tidak Pernah Padam

Sebagai seorang guru dan Ketua Umum KOGTIK, saya sendiri melihat betapa besarnya perjuangan guru di era digital saat ini. Ada guru yang berusaha belajar teknologi dari nol. Ada yang mencoba memahami AI, coding, dan berbagai aplikasi baru demi memberi pengalaman belajar terbaik bagi murid-muridnya.

Saya sering berbagi pengalaman menulis, bercerita bagaimana teknologi bisa kita taklukkan pelan-pelan. Tapi satu hal yang tidak pernah berubah adalah hati seorang guru. Di situlah kekuatan terbesar pendidikan Indonesia berada.

Saya pun berharap, dengan segala kerendahan hati, agar Presiden benar-benar hadir. Bukan sekadar tanda tangan di undangan, tapi menghadiri langsung, melihat wajah para guru, dan merasakan energi cinta yang luar biasa dari puluhan ribu pendidik.

“Seorang pemimpin yang menghormati guru, sesungguhnya sedang menghormati masa depan bangsanya.”

Saya percaya itu.

Ketika Guru Berkumpul, Selalu Ada Harapan

HUT PGRI bukan hanya acara tahunan. Ia adalah pengingat bahwa guru tidak pernah berjalan sendirian. Ketika ribuan guru berkumpul, ada semangat yang menyala. Ada solidaritas yang kuat. Ada mimpi-mimpi yang kembali menemukan jalannya.

Saya bayangkan suasana di Jakarta nanti:
Seragam PGRI berkibar, wajah-wajah bahagia, tawa, pelukan, foto bersama, dan cerita-cerita perjuangan dari seluruh penjuru Indonesia. Dari guru honorer, guru PPPK, guru PNS, hingga para kepala sekolah dan pejuang literasi.

Di tengah keramaian itu, saya tahu ada satu harapan yang diam-diam dibawa oleh hampir semua yang hadir: semoga Presiden datang.

Karena jika beliau hadir, itu berarti guru dilihat. Dihargai. Diakui.

Penutup: Untuk Guru, Negeri Ini Berutang Banyak

Kalau ditanya apa hadiah terbaik bagi guru di usia PGRI ke-80 ini, saya punya jawabannya:

Penghargaan. Kesejahteraan. Kepastian karier. Dan perhatian tulus dari pemimpin bangsa.

Guru tidak butuh pesta besar. Guru hanya ingin masa depan yang jelas. Ingin sistem pendidikan yang lebih adil. Ingin kebijakan yang berpihak pada pembelajaran, bukan administrasi.

HUT PGRI hanyalah satu momen. Tapi maknanya besar sekali.
Bagi saya, bagi Dr. Sumardiansyah, bagi jutaan guru di Indonesia.

Semoga tahun ini menjadi titik awal perubahan yang lebih baik.

Karena tanpa guru, tidak ada dokter. Tidak ada menteri. Tidak ada presiden. Tidak ada apa-apa.

Guru adalah cahaya pertama di setiap jalan kesuksesan.

Dan cahaya itu harus terus dijaga.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com