Literasi Digital

Apa yang ada di kepala kalian ketika membaca dan mendengar kata literasi digital? Kata-kata itu sudah tidak asing lagi di mata dan telinga kita. Dengan mencari kata literasi digital di google.com dan youtube.com, maka informasi tentang literasi digital dengan cepat kita dapatkan.

Dari youtube.com saya temukan sebuah video keren yang dibuat oleh Fitri Dwi Lisjayanti. Sebuah video yang digunakan untuk mata kuliah Pendidikan Literasi Sekolah Dasar (PLSD). Sebuah video yang diupload pada tanggal 23 April 2021.

Saya juga mendapatkan video bagus tentang literasi digital dari Al Kapro TV yang diupload pada tanggal 21 September 2020. Jumlah penontonnya juga sudah lumayan banyak dan membuat saya tertarik untuk membuat video tentang literasi digital versi penulis sendiri. Saya ingin membuat sendiri konten video tentang litreasi digital dari kacamata atau sudut pandang yang berbeda.

Lalu saya mulai mencari informasi lainnya di mbah google yang baik hati, dan dapatlah sebuah website yang lengkap tentang literasi digital. Terereng, saya bersyukur mendapatkan website literasi digital. Sebuah website yang sangat menarik sekali dan lengkap informasinya.

Dengan membaca website tersebut, wawasan saya tentang literasi digital semakin bertambah. Saya seperti berkeliling dunia bersama kawan-kawan lainnya. Infografis tentang literasi digital sangat lengkap sekali. Baik berupa teks, video, dan audio. Menunya pun sangat lengkap sekali. Anda bisa langsung klik menu di bawah ini:

Dari pencarian di google.com saya dapatkan informasi. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh literasi digital lebih memudahkan dan mempersingkat waktu untuk digunakan sebagai literatur.

Literasi digital adalah Pengetahuan dan kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital ke arah yang positif dan lebih baik sehingga kemampuan kita dalam menggunakan teknologi informasi semakin terasah untuk menggali, menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengkomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Kita juga memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.

Ada 4 modul lengkap yang sudah dibuat oleh Japelidi dan siberkreasi Kominfo yaitu modul aman bermedia digital, modul budaya bermedia digital, modul cakap bermedia digital, dan etis bermedia digital. Semua itu dapat diunduh dengan mudah di https://literasidigital.id.

Kalian juga bisa main dan berselancar ke website keren di siberkreasi kominfo. Info lengkapnya, langsung aja klik ke http://info.literasidigital.id

Ada sebuah pertanyaan yang penulis sebarkan di WA Group dan facebook group yang kami kelola di PGRI. Praktik baik apa yang sudah bapak ibu lakukan dalam mengembangkan literasi DIGITAL di sekolah?

Jawabannya ada bermacam-macam. Berikut ini beberapa jawabannya:

  • Sekolah kami membuat video pembelajaran sederhana dan disharekan di youtube juga salah satunya, lalu memberi contoh dalam membuat dan membaca pantun kemerdekaan untuk para guru Warga Negara Asing (WNA) dari media sosial yaitu instagram dan masih terus belajar agar menjadi guru yang semakin cakap berliterasi digital.
  • Sekolah kami mengajarkan anak-anak ngeblog, seperti apa yang sudah omjay lakukan sekarang ini. Ini Contohnya, Assalamualaikum pak, saya rayna putri kinara dari kls 8F pak, izin memberi link blog saya yang suka duka belajar online dan juga liputan kegiatan digital labs ya pak, https://raynaputri8f.blogspot.com/ ini linknya ya pak. terima kasih pak. Assalamualaikum pak saya destrianty calista 8c ingin mengumpulkan tugas blog, berikut link blognya.
  • Siswa-siswi di sekolah kami dianjurkan membaca melalui aplikasi digital. Mengajak para peserta didik untuk menulis dan membuat video lewat aplikasi digital. Lalu berkomunikasi menggunakan teknologi digital.
  • Untuk praktek nyata yang kami lakukan dalam mengembangkan literasi digital di sekolah yaitu kami awali dengan : Membuat group Wa, Mengirimkan buku penuntun digital sebagai acuan pembelajaran, Terjadinya komunikasi yang berlangsung dalam Group Wa dan aplikasi lainnya seperti zoom,google meet, google classroom, dll.

Itulah sedikit jawaban dari kawan-kawan guru yang berada di WA Group PGRI. Ramai sekali wa groupnya, kalau ditinggal sebentar saja, sudah penuh dengan informasi.

Pernah gak kalian dapatkan informasi dari WA Group? Contohnya seperti ini:

BUKU TEKS PELAJARAN (Buku Guru dan Buku Siswa) PGP
PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK Tahun 2021
GURU MERDEKA BELAJAR

Buku Sekolah Penggerak Digunakan Sebagai Buku Pedoman Guru & Siswa Yang Menekankan Pada Kemampuan Holistik (Literasi Dan Numerasi) Demi Menyambut Era Digilatisasi Teknologi 4.0

📓 Buku PSP PAUD / TK :
🏹 bit.ly/BukuPSP_PAUD

📔 Buku PSP SD/SDLB Kelas 1 :
🏹 bit.ly/BukuPSP_SD1

📙 Buku PSP SD/SDLB Kelas 4 :
🏹 bit.ly/BukuPSP_SD4

📕 Buku PSP SMP/SMPLB Kelas 7 :
🏹 bit.ly/BukuPSP_SMP7

📗 Buku PSP SMA/SMALB Kls 10 :
🏹 bit.ly/BukuPSP_SMA10

📘 Buku PSP SMK Kelas 10 :
🏹 bit.ly/BukuPSP_SMK10

Silahkan Download dan Bagikan Kepada Rekan Rekan Guru Yang lain
#GuruMerdekaBelajar

Pasti pernah dan kalian dengan mudah mengunduh file yang kalian perlukan dari informasi di atas. Ada banyak link singkat yang dengan mudah dibagikan di media sosial seperti WA Group.

Itulah salah satu contoh implementasi dari literasi digital yang kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Ada 4 hal yang perlu kita pelajari dan ketahui lebih dalam tentang apa itu literasi digital, yaitu:

  1. Digital Skills
    Keterampilan Digital di Era Pandemi
    Keterampilan Digital yang Wajib Dikuasai
    Bijak Bermedia Digital
    Literasi Digital Bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital
    Dampak Positif Bermedia Sosial (sebetulnya saya tidak menyarankan anak SD bermedsos, namun bila telah terlanjur diberi gawai oleh orang tuanya, minimal ada tambahan upaya pembatasan screen time bermedsos)
    Menjadi Cerdas di Era Digital

2. Digital Etchis
Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial
Melawan Ujaran Kebencian di Dunia Maya
Kiat-kiat Melawan Hoaks (Sebatas jangan mudah percaya, dan jangan mudah menyebar)
Sopan dan Beradab di Media Sosial

3. Digital Safety
Privasi dan Keamanan di Dunia Digital
Memahami Pentingnya Data Pribadi
Menjaga Keamanan Digital Anak-anak

4, Digital Culture
Menjaga dan Mendidik Anak di Era Digital
Pentingnya Internet untuk Pengenalan Budaya

Dalam buku literasi digital dalam pembelajatan berbasis proyek dimasa pandemi, banyak yang ingin kami jabarkan satu demi satu. Kami akan jabarkan secara sistematis, agar mudah dipahami oleh kalian yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan tentang literasi digital. Salah satunya membuat buku digital yang dapat kalian buat secara bersama-sama atau kelompok.

Adapun pembagian bab dalam buku literasi digital dalam pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut:

  1. Pendahuluan
  2. Pengertian Literasi digital yang mencakup 4 aspek: ketrampilan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital
  3. Praktik baik di SD
  4. Praktik baik di SMP
  5. Praktik baik di SMA
  6. Penutup

Keenam hal itulah yang akan coba kami tuliskan dan jabarkan secara detil. Jadi intinya kami akan tuliskan apa saja praktik baik yang bisa dilakukan dalam mengembangkan literasi digital di sekolah selama masa pandemi ini. Sehingga bisa diaplikasikan ke semua sekolah yang ada di seluruh Indonesia.

Contoh pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut:

  • Kelas
  • Tema
  • Kompetensi Dasar
  • Tujuan Pembelajaran
  • Langkah-langkah kegiatan
  • Penilaian

Literasi Digital (LD) adalah bagian penting dari enam literasi dasar yang direkomendasikan sebagai salah satu alat untuk membangun kecakapan dasar hidup terutama di abad ke-21. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berimbas pada banyak hal, turut memengaruhi sektor ekonomi digital terutama dunia digital yang makin hari makin pesat perkembangannya.

 

by

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

3 thoughts on “Literasi Digital

  1. Tanamkan Keterampilan Digital Sejak Dini

    Literasi digital menjadi salah satu modal dasar pemulihan pendidikan selama dan pasca-pandemi Covid-19. Di sisi lain, penguatan literasi dasar tidak boleh diabaikan.

    JAKARTA, KOMPAS – Literasi digital menjadi salah satu pilar penting pendidikan masa kini. Selain memampukan siswa belajar jarak jauh selama pandemi Covid-19, keterampilan digital mendorong produktivitas publik dan menjadi keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

    Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, perkembangan teknologi mesti diimbangi dengan kemampuan menangkal hoaks dan kekerasan berbasis daring. Karena itu, literasi digital perlu ditingkatkan, khususnya di pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah.

    “Capaian belajar anak-anak tidak lagi dinilai dari ketepatan menghapal, tapi dari kemampuan memahami dan mengolah informasi secara kritis,” kata Nadiem pada peringatan Hari Aksara Internasional berjudul Literasi Digital untuk Indonesia Bangkit, Rabu (8/9/2021).

    Meningkatkan kecerdasan literasi anak menjadi tugas bersama semua pihak. Sekolah dan guru diminta melakukan pendekatan khusus untuk itu setelah memetakan kemampuan anak.

    Perwakilan kantor pusat Perserikatan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Herve Huot-Marchand, mengatakan, kemampuan membaca dan menulis perlu dilengkapi dengan keterampilan digital. Ini jadi kunci menghadapi tantangan masa depan sekaligus pemulihan segala aspek kehidupan setelah pandemi.

    Namun, UNESCO mencatat lebih dari 50 persen populasi global tidak memiliki keterampilan dasar digital. Sebagian orang juga tidak memiliki akses ke perangkat. Literasi digital, menurut Huot-Marchand, perlu juga menjangkau kelompok masyarakat marjinal. “Kita semua harus mencari solusinya,” ujarnya.

    Menurut Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, kesadaran dan kecakapan digital masyarakat perlu ditingkatkan. Hal ini penting karena penggunaan internet dan gawai di Indonesia relatif tinggi.

    Ada 202,6 juta pengguna internet di Indonesia dan 170 juta pengguna aktif media sosial. Durasi penggunaan gawai rata-rata 8 jam 52 menit per hari. Pemanfaatan internet dan gawai pun kian intens selama guru dan siswa melakukan pembelajaran dari rumah.

    Di sisi lain, sumber daya manusia yang memiliki kecakapan digital dibutuhkan. Kementerian Kominfo mencatat Indonesia butuh sembilan juta talenta digital. Angka ini setara 600.000 orang per tahun.

    Pemerintah kemudian membuat Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) sejak akhir 2017. Gerakan ini menggandeng 115 organisasi. Ada beberapa program GNLD, seperti membuat modul literasi digital yang fokus ke keamanan digital, budaya digital, dan etika bermedia sosial.

    “Kita perlu menyiapkan anak agar paham menganalisis data, programming, hingga keamanan siber,” ucap Semuel. “Penyebaran infrastruktur (internet) menjadi prioritas agar tidak ada daerah yang tertinggal. Saat ini kami sudah membangun lebih dari 12.500 BTS (base transceiver station) 4G di desa yang belum ada layanan tersebut,” tambahnya.

    Literasi digital

    Di sisi lain, literasi dasar seperti kecakapan numerasi, membaca, dan menulis juga perlu diperkuat. Menurut Huot-Marchand, Indonesia telah melakukan kemajuan di bidang literasi. Tingkat literasi di Indonesia mencapai 95,7 persen pada 2018. Di sisi lain, jumlah penduduk buta aksara di Indonesia pada 2020 hampir tiga juta orang.

    Kesenjangan literasi dasar juga menjadi isu. Perempuan buta aksara lebih banyak dari laki-laki. Di kelompok usia 44-59 tahun, perempuan buta aksara sebesar 5,6 persen, sedangkan laki-laki 2,73 persen. Perempuan buta aksara di kelompok usia 25-44 tahun 1,3 persen, sedangkan laki-laki 0,92 persen. Persentase laki-laki dan perempuan buta aksara usia 15-24 tahun sama, yaitu 0,22 persen.

    “Kesenjangan ini makin lebar di beberapa wilayah sehingga mengkhawatirkan. Ini umumnya terjadi di negara berkembang,” ucap Huot-Marchand.

    Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Djoko Saryono mengatakan, orang-orang kadang melupakan pentingnya literasi numerasi dan baca-tulis. Literasi digital perlu sejalan dengan literasi dasar.

    Sumber: https://www.kompas.id/baca/dikbud/2021/09/09/tanamkan-keterampilan-digital-sejak-dini/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.