Posted on: January 5, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 34

Kenapa Program RSBI Gagal Total?

13256935791658415753

Sebagai salah satu pengajar program RSBI saya merenung. Kenapa program RSBI yang dicanangkan pemerintah gagal total? Sebuah pertanyaan yang justru saya tanyakan kepada diri saya sendiri sebagai guru.

Program RSBI sebenarnya bagus. Tapi sayangnya sumber daya manusia (SDM) guru kita belum siap menerimanya. Sementara pemerintah lebih menekankan kepada fasilitas daripada SDM guru.

Seharusnya SDM guru dulu yang ditingkatkan, baru kemudian fasilitas.

Pemerintah lupa dan mungkin belum membaca novel laskar pelangi karya andrea Hirata, dan 5 menara karya Ahmad Fuadi. Kedua novel itu diangkat ke layar perak karena sangat bagus dan go internasional.

Dalam sekolah laskar pelangi ada guru yang unggul di disitu. Fasilitas yang tak layak untuk belajar tak menjadikannya patah semangat mendidik anak bangsa. Baginya alam adalah fasilitas terbesar untuk menginspirasinya bahwa belajar tak melulu di dalam kelas tetapi bisa di luar kelas. Terjadi interaksi antara guru dan muridnya yang akrab sekali.

Begitupun dengan kisah 5 menara dengan mantra motivasinya. “Man jadda wa jada”. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Guru mampu memotivasi para peserta didiknya untuk bersaing di dunia global.

Sekolah tradisional kita sebenarnya tak kalah mutunya dengan sekolah internasional. Bahkan kalau mau jujur, sekolah international mengajarkan kearifan lokal yang ujung-ujungnya menggali kekayaan intelektul sekolah tradisional.

Terus terang, kita masih belum memiliki guru-guru unggul yang mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru. Pada akhirnya program RSBI itu menjadi gagal total karena pemerintah belum mampu melatih atau mentraining guru-guru agar mampu menjadi guru tangguh berhati cahaya. Hal yang ada adalah sebatas pelaksanaan program yang evaluasinya seringkali tidak dilakukan. Itulah mengapa kegiatan-kegiatan yang dilakukan kurang mengena di hati guru.

Sekolah RSBI seharusnya mencontoh sekolah-sekolah laskar pelangi dan 5 menara. Tak perlu studi banding keluar negeri karena pemimpin bangsa seperti Sukarno dan Suharto terbina dari sekolah tradisional itu.

Hal yang terpenting diutamakan adalah peningkatan kualitas atau mutu guru harus terus menerus dilakukan bukan hanya sekedar mampu berbahasa inggris tetapi mereka juga mampu menguasai materi dengan baik dan menguasai berbagai metode pembelajaran.

Pemerintah dalam hal ini kemendikbud harus mampu membuat program yang mampu meningkatkan mutu guru sehingga mereka menjadi guru tangguh berhati cahaya. Guru yang pantang mengeluh dan kreatif dalam mengembangkan pembelajarannya. Terus belajar sepanjang hayat dan tidak pelit beli buku.

Program RSBI kita terlalu berkiblat ke barat dan seolah-olah tak pede dengan kemampuan sendiri. Seharusnya kita belajar ke negeri china untuk soal pendidikan dan bukan ke Amerika Serikat.

Semoga kita bisa belajar dari sekolah-sekolah di china yang unggul dalam SDM, dan perekonomiannya. Orang Asia sharusnya belajar dengan orang Asia yang satu rumpun karena kita memiliki karakter budaya yang sama.

Ketika nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam dari arab ke seluruh dunia, beliau selalu mengajak umatnya untuk belajar ke negeri china. Itu artinya pernyataan beliau masih relevan hingga saat ini.

Akhirnya, saya harus menutup tulisan ini dengan sebuah kesimpulan bahwa RSBI gagal total dikarenakan kita belum mampu menyiapkan guru-guru tangguh berhati cahaya dan kita terlalu berkiblat ke barat dan melupakan ke timur. Kita lupa bahwa kejujuran, kepercayaan, kebenaran, dan kecerdasan sudah ada dalam ajaran kitab suci yang sudah internasional. Kita lupa bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki Sukarno yang dikagumi dunia internasional, padahal beliau cuma sekolah di sekolah laskar pelangi dan 5 menara. Mengapa para pejabat tak pernah belajar dari pemimpin bangsa terdahulu?

Salam blogger persahabatan
Omjay
Http://wijayalabs.com

Categories:

34 People reacted on this

  1. Benar Omjay…saya setuju…karena keberhasilan pendidikan 80% ada di tangan Guru selebihnya ada pada faktor pendukung lainnya termasuk fasilitas, ORTU, pemerintah, n lingkungan.
    Salam Guru Blogger
    Salam Guru TOT ICT

  2. miris memang.
    pemerintah mulai meningkatkan kesejahteraan guru (yg selalu digadang-gadangkan sebagai dasar ketidak profesinalan guru) dengan program sertifikasi tetapi yang didapat pemerintah adalah guru yang jauh lebih tidak profesional dari sebelum adanya program ini. meskipun itu hanya sebagian besar. masih ada juga guru yang tanpa tunjangan sertifikasi menjalankan tugas kesehariannya dengan hati….
    semoga saya menjadi bagian dari segelintir kecil guru yang mendidik, mengajar dan menyayangi murid2 dengan hati…
    salam kenal om Jay

  3. Komentar tentang RSBI.
    Saya ingin mengomentari tulisan Omjay “Program RSBI sebenarnya bagus. Tapi sayangnya sumber daya manusia (SDM) guru kita belum siap menerimanya. Sementara pemerintah lebih menekankan kepada fasilitas daripada SDM guru”

    Menurut saya keberhasilan apapun termasuk dunia pendidikan itu melalui proses. Semua tidak akan terjadi secara instant.
    Kwalitas Guru yang Bagus adalah juga salah satu syarat keberhasilan proses pendidikan. Guru yang berkwalitas tentu tidak mudah mendapatkannya. Karena banyak bekas guru yang mungkin bisa “potensial bagus” segera pindah kedunia yang lain. Saya kira banyak orang terkenal pernah menjadi Guru, misal dari Jendral Sudirman,samapai “Kick Andi Noya” juga pernah Profesi guru. ( Saya dulu juga pernah 4th jadi guru/dosen).

    Intinya saya kira Pemerinah mencoba menciptakan sistem dan saya kira RSBI salah satu usaha. Karena kita sudah memasuki era globalisasi dimana kita (Indonesia) dipasaran tenaga kerja di luarnegeri sangat tertinggal. Saya mengalami, karena saat ini saya sudah 5 th bekerja di luar negeri, sebelumnya 25 tahun kerja diperusahaan Asing. Penguasaan Bahasa Ingris sangat menentukan dalam keberhasilan karier. Bukan Ilmu tetapi kemahirn dalm berbahasa Inggris. Sat ini kita sangat ketinggalan sekali dalam penguasan bahasa dalam hal report writing (dibanding India, Filipina ).

    Saran saya simpelkan materi mata pelajaran pendidikan. Bimbinglah anak didik mahir berbahasa asing, lancar menulis dan tidak gagap IT. Jangan lupa Keahlian/ilmu, sekarang bisa dicari dari pengalaman dan Google.

    Salam
    Bekas Guru yang masih pengin ngajar lagi.

    1. Pak Fakih,benar,tidak semua RSBI melakukan pelanggaran. Tersentuh hati saya membaca angket orangtua murid SDN Cemara Dua Surakarta kiriman Pak Wahyu…kalau sampai seperti ini tanggapannya berarti memang RSBI layak dipertahankan…

      1. kalau semua sekolah menjalankan seperti ini ya layak dipertahankan. Fakta di lapangan adalah program RSBI memberatkan orang tua siswa dan akhirnya mereka yg tak punya tdk mendapatkan layanan yang baik dalam bidang pendidikan. Itulah mengapa akhirnya MK memutuskan untuk menghentikan program RSBI

        1. Om Jay,berarti benar pantauan MK tidak merata saat melakukan riset.Tidak semua daerah yang ada RSBI dipantau.Sayapun tersentuh membaca tulisan jawaban angket orangtua SDN Cemara Dua Surakarta.Cukup kritis,berpandangan jauh ke depan,tegas,lugas,rasional dan faktual.Menilik gaya tulisannya sangat bagus,disertai bukti dan runtut.Seandainya MK berpandangan seperti orangtua murid penulis angket SDN Cemara Dua Surakarta itu,pastilah bangsa ini semakin maju.

        2. Subhanallah,luar biasa.Jawaban angket ini merupakan pengakuan,perhatian,dan dukungan yang tidak ternilai terhadap sekolah.Terselip juga kekecewaan terhadap keputusan MK yang membubarkan seluruh RSBI,termasuk yang tidak ada pelanggaran,yang tentunya akan memakan korban di pihak sekolah,guru,dan siswa. Jawaban angket ini pantas menjadi bahan perenungan bagi MK,Mendikbud dan pembaca.Usul saya,tolong jawaban angket orangtua murid ini disampaikan ke Kemendikbud,dan MK agar tidak berpandangan picik terhadap suatu masalah.

  4. melanjutkan saran :
    Usaha untuk maju kita perlu meniru bangsa lain siapapapun dan dari manapun asal yakin membawa kebaikan, Amerika, Jepang, Belanda maupun Cina. Kalau pingin cepat “kopi/tiru” orang lain, dengan bejalannya waktu ada pengalaman “perbaiki” dan nanti kalau sudah baik kita sudah masuk tahap bersaing adakan “inovasi”.

    Kadang kita setiap add yang baru, kita banyak berdebat sehingga kita menjadi lelah dan kurang istiqomqh dalam berusaha/berjalan kearah perbaikan. Pakai semboyan “Just do it”. Kalau sudah jalan dengan usaha baru..
    kita berbaiki dan kalau perlu inovasi. Mari kita langsung mengkopi mana yang baik. Setuju Bapak-Bapak?

  5. Tambah lagi yha Omjay, mungkin nanti bisa disebarluaskan kekawan-kawan guru oleh Om Jay:

    Jangan terlalu stres menyelesaikan kurikulum, jadi guru yang santai, akrab dengan murid dan disukai murid seperti OmJay. Oh ya, saat ini saya kerja di perusahaan minyak di luar negeri. Rasanya pengin suatu saat sambil pension saya pengin ngajar di dunia pendidikan.

  6. Omjay, saya jadi ketagihan nulis diblok ini: Boleh khan1

    Ada sebuah pertanyaan yang tertinggal. Apakah dalam Program RSBI ini ada program membuat”Majalah Dinding dalam Bahasa Ingris di Sekolah” Kalau sudah syukurlah. Kalau Belum. Saya usulkan.
    Mungkin akan banyak alasan. Saran saya “Just Do it” but majalah dinding di Sekolah. Bisa juga Website Majalah Dinding dalam Bhs Inggis melalui Website. Ini sangat cocok dengan SMA yang berlabel Labschool bukan. Saya kenal baik denga Pak Arief Rahman dulu belia pernah saya panggil untuk presentasi.

    Guru & Murid disuruh aktif mengisi sebisanya, dan jangan lupa sediakan fasilitas appresiasinya.Apresiasi bisa sebagai tambahan kurikulum “Pelajaran Kreatifitas” Berikan apresiasi pada murid yang berpartisipasi kasi nilai matapelajaran “kreatifitas ” minimal B. kalau bisa A.
    Sementara ini saja usulan saya.
    Selamat berbakti kepada bangsa melalui dunia pendidikan
    Salam dari Kuwait
    Ridwan Fakih

  7. saya setuju dengan rincian tersebut. yang saya rasakan pun memang seperti itu sebagai siswa RSBI. Terima kasih !!! Semoga dapat memebuka mata hati bagi yang membacanya.

  8. Inilah jawaban angket orangtua murid SDN Cemara Dua Surakarta,eks-RSBI.
    1.BAGAIMANA PERASAAN BAPAK/IBU SETELAH MENDENGAR BAHWA STATUS RSBI TELAH DIBATALKAN/DIHAPUS OLEH MK (MAHKAMAH KONSTITUSI) ?
    Jawaban:
    Sebagai orang tua,saya merasa bingung,heran,kaget dan tidak percaya karena saya merasa RSBI adalah terobosan pendidikan yang baik.Terlepas dari berbagai suara miring terhadap RSBI,diakui atau tidak,RSBI memiliki banyak keunggulan,diantaranya:
    1.Pembatasan murid dalam satu kelas maksimal 28 sehingga perhatian anak lebih fokus dalam menerima pelajaran.
    2.Fasilitas sekolah yang lengkap membantu proses belajar mengajar.
    3.Kualitas guru yang baik,mampu menerapkan metode yang baik dan dapat diterima anak.
    4.Sistem pendidikan disini sudah baik dan banyak keunggulannya.Terutama dalam bidang Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan pemanfaatan multimedia secara maksimal untuk mendukung proses belajar mengajar sehingga lebih menarik dan mudah dicerna oleh anak-anak. Materi Bahasa Inggris terdiri dari General English,English for Math,dan English for Science. Sebagian besar materi Bahasa Inggris (English for Math and English for Science) ini tidak didapatkan di kursus pada umumnya karena sudah masuk inti mata pelajaran Matematika dan IPA. Namun demikian pelajaran agama,kesenian nasional,kesenian daerah, dan Bahasa Daerah tetap diberikan dalam kurikulum maupun ekstra kurikuler SDN Cemara Dua Surakarta.Jadi anak RSBI dididik berbudi pekerti luhur dan tidak mencabut akar budaya dan tradisi yang telah dimiliki oleh bangsa ini.
    5.Kurikulumnya padat,jam belajar mengajar lebih panjang, KKM nya tinggi menjadikan RSBI unggul.
    6.Disiplin baik.
    7.Tidak ada pungli di SDN Cemara Dua Surakarta.Semua biaya yang dibayarkan sesuai dengan nilai plus RSBI,sarana dan prasarana yang diterima anak.
    Ada ketidaksesuaian antara anggapan negatif terhadap RSBI dan kenyataan yang ada di SDN Cemara Dua Surakarta.Berikut ini adalah beberapa anggapan negatif terhadap RSBI .
    1.RSBI hanya mampu diakses oleh orang-orang kaya.Orang miskin tidak mampu masuk RSBI.
    Kenyataan: Kuota 10 % murid RSBI adalah siswa tidak mampu yang cerdas dan lolos seleksi.
    Di SDN Cemara Dua Surakarta kuota ini terpenuhi.
    2.RSBI mencabut akar budaya bangsa karena banyak mengajarkan Bahasa Inggris.
    Kenyataan:Walaupun RSBI banyak mengajarkan Bahasa Inggris, tetapi SDN Cemara Dua Surakarta juga mengajarkan agama, Bahasa Daerah,Kesenian Daerah,tari,karawitan masuk di dalam kurikulum dan ekstra kurikuler sehingga tidak mencabut akar
    budaya dan tradisi bangsa.Lagipula,menggunakan Bahasa Inggris bukan berarti tidak nasionalis,semuanya terpulang kepada diri pribadi masing-masing.Asalkan guru dan orang tua memberikan stimulasi budaya dan tradisi bangsa,maka anak
    tidak akan melupakan tanah airnya.
    3.RSBI tidak bermutu.
    Kenyataan:RSBI kurikulumnya lebih padat,jam pelajaran lebih panjang,penguatan materi dalam beberapa bidang pelajaran (Bahasa Inggris,Matematika,Science),pemanfaatan multimedia secara maksimal untuk membantu proses belajar mengajar,
    KKM nya tinggi, disiplin baik,dan tidak ada pungli,banyak guru telah direkurt untuk memberikan pelajaran sesuai bidangnya.Guru dan murid yang ada di SDN Cemara Dua Surakarta sudah lolos seleksi dan sesuai dengan persyaratan. SDN Cemara Dua Surakarta juga telah menjuarai banyak bidang,seni,agama,olahraga, maupun pelajaran/bidang studi.
    4.Pelajaran Bahasa Inggris di RSBI bisa didapatkan di luar sekolah (kursus).
    Kenyataan:Ada 3 materi Bahasa Inggris yang diajarkan di SD Cemara Dua Surakarta,yaitu General English,English for Math,dan English for Science.Untuk General English
    sebagian di antaranya bisa didapatkan di kursus.Tetapi English for Math dan English for Science tidak bisa didapatkan di kursus karena sudah masuk dalam materi pelajaran Matematika dan IPA. Menurut pendapat para ahli,belajar Bahasa Inggris sangat baik jika dimulai sejak dini.Apalagi di era globalisasi,penguasaan Bahasa Inggris adalah suatu kebutuhan untuk pendidikan di jenjang yang lebih tinggi,dunia kerja,maupun pergaulan.Jadi memang seharusnya Bahasa Inggris masuk kurikulum dan diajarkan di sekolah sejak dini.
    5.Pelajaran TIK di RSBI bisa didapatkan di luar sekolah (kursus).
    Kenyataan: TIK dan Bahasa Inggris adalah mutlak perlu dikuasai pada era globalisasi.TIK mencakup penguasaan multimedia,terutama komputer dan internet.Internet tidak
    hanya facebook,twitter,atau jejaring sosial saja.Namun yang lebih dibutuhkan adalah mencari informasi melalui internet,misalnya e-book,artikel,jurnal ilmiah, penelitian,dll.Ini sangat sulit dan tidak ada kursus manapun yang membahasnya sehingga perlu diajarkan bertahap sejak dini.Kalau untuk komputer,memang ada bebarapa tempat kursus yang membahas materi Office,Corel,Photoshop,disain grafis,dll,namun tidak bisa memenuhi semua kebutuhan anak.
    6.RSBI adalah sekolah mahal.
    Kenyataan: Pengertian mahal adalah relatif.Jika yang didapat jauh lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan/dibayarkan maka itu bisa disebut murah karena ada keuntungan yang kita dapatkan.Sama saja halnya dengan menyekolahkan anak di SDN Cemara Dua Surakarta.Contohnya begini:waktu masuk sekolah uang gedung Rp.3.000.000,00 dan dibayarkan satu kali di awal,SPP Rp.200.000,00 per bulan.
    Tetapi pendidikan berjalan baik,guru berkualitas,fasilitas lengkap (multimedia,perpustakaan,ac,lampu),anak ikut ekstra kurikuler berapapun disini gratis,waktu outbond semua gratis (mulai seragam,transport,makanan dan minuman anak,dll),
    les tambahan guru gratis (jam ke-0,siang hari,persiapan UN,dll).
    Pendapat saya,jangan mudah tergiur dengan barang gratis, tetapi perhatikan dulu mutunya.Gratis biasanya jelek,cacat,produk lama,atau produk standar.
    Kalau mutunya baik,barangnya lebih kuat,dan awet wajarlah kalau harganya lebih mahal.Ada pepatah “Ana rega ana rupa, jer basuki mawa beya”.
    7.RSBI seenaknya mencomot guru.
    Kenyataan: Di SD Cemara Dua Surakarta banyak guru yang direkurt untuk mengajar sesuai keahliannya.Ada guru tari,karawitan,seni lukis,seni suara,Bahasa Inggris.Semua
    lolos seleksi dan terbukti bisa mengajar dengan baik.Khusus untuk guru-guru Bahasa Inggris,guru diseleksi dan dipilih oleh UNS.Mereka berpendidikan S2 dan S3,lancar berbahasa Inggris,handal dalam mengajar,menguasai multimedia untuk
    membantu proses belajar mengajar.Walaupun mereka adalah WB atau guru bantu namun saya sangat menghargai jasa dan pengabdian mereka.
    8.Tidak semua guru RSBI mengajar menggunakan Bahasa Inggris.
    Kenyataan: Ya,memang tidak semua guru di SDN Cemara Dua Surakarta mampu berbahasa Inggris.Tetapi ini adalah proses pembelajaran dan penyesuaian.Yang namanya proses pastilah butuh waktu.Langkah ingin maju dan usaha ingin maju dari para guru sebetulnya sudah ada dengan adanya tenaga ahli yang mendampingi saat mengajar.
    Melihat hal ini,berarti pembubaran RSBI tidak berdasarkan riset yang merata pada seluruh RSBI.
    Buktinya SD Cemara Dua Surakarta yang masih baik,bersih, tidak ada pelanggaran.Saya selaku orang tua menyayangkan keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang sangat picik,mengapa semua penilaian disamaratakan.
    Jika ada tikus di sebuah rumah,yang penting mengupayakan agar tikus itu keluar atau mati.Pakai lem tikus,racun,atau jepretan tikus,dan bukan dengan membakar rumah sampai habis. Jika ada pelanggaran RSBI di suatu daerah,seharusnya yang ditindak adalah oknumnya (yang melanggar),bukan seluruh RSBI disalahkan dan dibubarkan.Pembubaran RSBI juga menyisakan
    banyak masalah dan korban berkaitan dengan kelanjutan proses pendidikan anak,nasib guru-guru WB yang bekerja pada RSBI,pembiayaan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,dll.
    2.BAGAIMANA PENDAPAT BAPAK/IBU MENGENAI SUMBANGAN PARTISIPASI
    MASYARAKAT ATAU SERING KITA MENYEBUTNYA SPP?
    SPP sangat diperlukan untuk memperlancar proses pendidikan.Terutama untuk mendanai sarana
    dan prasarana,maupun kegiatan belajar mengajar. SPP SD Cemara Dua Surakarta selama ini
    sudah sesuai dengan nilai plus RSBI,sarana dan prasarana yang diterima anak.
    3.MENURUT BAPAK/IBU,KE DEPANNYA SEBAIKNYA BAGAIMANA?
    Untuk tahun ajaran baru dan selanjutnya,saya selaku orang tua menginginkan:
    1.Anak tidak menjadi korban sistem pembubaran RSBI.
    2.Sistem belajar mengajar yang sudah baik di SD Cemara Dua dilanjutkan dan lebih
    ditingkatkan.
    3.Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum RSBI,bukan kurikulum reguler,bukan pula kurikulum 2013.Menurut saya kurikulum RSBI harus dilanjutkan sampai anak kelas VI SD agar tercapai pendidikan yang berkesinambungan dan sesuai dengan apa yang telah dicapai anak eks-RSBI pada saat ini .Kurikulum 2013 dan kurikulum regular berbeda kebijakan dengan kurikulum RSBI,untuk anak eks-RSBI kedua kurikulum ini terlalu sederhana.Jika kedua kurikulum 2013 dan kurikulum regular diterapkan,anak akan rugi.Anak RSBI sudah sangat maju,mereka sudah bisa berlari jadi jangan dipaksa merangkak lagi. Ibaratnya mereka berangkat sekolah tiap hari tetapi ilmunya tidak bertambah,bahkan menurun.Rugi waktu,rugi biaya jika tidak menggunakan kurikulum RSBI.
    4.Guru-guru WB tetap dipertahankan,karena mereka adalah guru yang berkualitas .Misalnya saja Miss Mona,beliau sangat mengenal dan memperhatikan anak,disiplin, mudah ditanya/diajak berkonsultasi mengenai kemajuan anak, berpengalaman dan pandai mengajar sehingga materi Bahasa Inggris yang terlihat sukar menjadi jauh lebih mudah dikuasai anak.
    Mengenai pembiayaannya didanai oleh BOS,dan sisanya oleh orang tua/wali murid.
    5.Fasilitas yang sudah ada dipertahankan,jangan dikurangi atau dihilangkan, pembiayaannya didanai oleh BOS,dan sisanya oleh orang tua/wali murid.
    6.SPP bisa ditarik untuk menjamin kemajuan proses belajar anak di SD Cemara Dua Surakarta.
    Bagi saya,pendidikan anak yang berkualitas adalah segalanya. Dan pendidikan yang baik pasti butuh biaya.Asalkan biaya itu masih wajar,jelas pertanggungjawabannya dan diperlukan untuk kemajuan belajar mengajar anak,saya rela memberikannya.Saya tidak akan tergiur dengan pendidikan gratis,tetapi saya lebih memilih pendidikan yang bermutu.
    7.Mohon kepada pihak sekolah agar bisa membuat angket seperti ini dan diisi oleh seluruh orang
    tua murid sebagai dasar tertulis hitam di atas putih untuk memperjuangkan masa depan anak.
    Hasil angket bisa digunakan untuk menata kebijakan sekolah pasca pembubaran RSBI disesuaikan dengan kemauan orang tua siswa .Jika nanti ada teguran dari pihak lain,hasil angket bisa ditunjukkan,bahwa ini semua adalah kemauan orang tua siswa sebagai stakeholder tertinggi di dunia pendidikan/sekolah.
    8.Mohon kepada pihak sekolah agar dapat menjadi mitra yang komunikatif,berani, tegas,cekatan,tanggap,dan sigap.Jika ada permasalahan,mohon seluruh orang tua murid segera
    dipanggil untuk bersama-sama menentukan sikap demi kemajuan anak.Khususnya pasca pembubaran RSBI.Ini adalah masalah kita bersama.Orang tua, anak,dan pihak sekolah saling membutuhkan.
    Marilah kita berjuang bersama untuk kemajuan anak,jangan sampai terpuruk oleh keputusan MK.Walaupun RSBI sudah dihapus,kita bangkit seperti RSBI di Surabaya,Malang, Tangerang ,dan beberapa daerah lain yang akan mempertahankan sistem belajar mengajar,kurukulum,dan kebijakan RSBI sehingga SDN Cemara Dua Surakarta tidak goyah dan tetap unggul.

    1. Pak Wahyu,selamat atas keberhasilan RSBI di sekolah Anda. Orangtua murid sampai menulis seperti ini berarti semua nyata.Terharu sekali saya membacanya.Terasa sekali mereka merasakan kehilangan yang sangat atas penghapusan RSBI yang merugikan anak-anaknya.
      Semoga semangat selalu.

      1. Jawaban angket yang sangat menyentuh hati.Tidak semua orangtua murid sekritis,seberani dan sedetail itu menyampaikan pandangannya.Semoga isian angket ini dibaca oleh MK,Mendikbud dan seluruh praktisi pendidikan.Semoga bisa membuka mata dan hati semua pihak.

        1. Subhanallah,luar biasa.Jawaban angket ini merupakan pengakuan,perhatian,dan dukungan yang tidak ternilai terhadap sekolah.Terselip juga kekecewaan terhadap keputusan MK yang membubarkan seluruh RSBI,termasuk yang tidak ada pelanggaran,yang tentunya akan memakan korban di pihak sekolah,guru,dan siswa. Jawaban angket ini pantas menjadi bahan perenungan bagi MK,Mendikbud dan pembaca.Usul saya,tolong jawaban angket orangtua murid ini disampaikan ke Kemendikbud,dan MK agar tidak berpandangan picik terhadap suatu masalah.

          1. Pak Wahyu,sayapun tidak setuju dengan pembubaran RSBI yang dilakukan tiba-tiba tanpa survei yang merata.Akan jauh lebih baik apabila RSBI dibina,diperbaiki,disempurnakan,dan kalaupun ada permasalahan segera diselesaikan.Benar kata orangtua murid di sekolah Bapak.Jika ada pelanggaran seharusnya yang ditindak adalah oknum yang melanggar,bukan dengan membubarkan seluruh RSBI.RSBI adalah sekolah unggulan yang bisa menjawab tantangan kemajuan zaman sehingga tidak layak dibubarkan.Sebuah proses pendidikan tidak ada yang instan.

      2. Subhanallah,luar biasa.Jawaban angket ini merupakan pengakuan,perhatian,dan dukungan yang tidak ternilai terhadap sekolah.Terselip juga kekecewaan terhadap keputusan MK yang membubarkan seluruh RSBI,termasuk yang tidak ada pelanggaran,yang tentunya akan memakan korban di pihak sekolah,guru,dan siswa. Jawaban angket ini pantas menjadi bahan perenungan bagi MK,Mendikbud dan pembaca.Usul saya,tolong jawaban angket orangtua murid ini disampaikan ke Kemendikbud,dan MK agar tidak berpandangan picik terhadap suatu masalah.

        1. Pak Wahyu,sungguh luar biasa pemikiran orangtua murid di sekolah Anda.Cerdas,berpandangan luas, berorientasi ke depan,faktual,tegas,lugas. Orangtua adalah stakeholder tertinggi dalam sebuah pendidikan.Sudah seharusnya suara mereka diperhatikan dan dipertimbangkan dalam kancah pendidikan.

    2. Pak Wahyu,dibubarkannya RSBI merupakan kemunduran mutu pendidikan.Model pendidikan di RSBI inilah yang menurut saya paling sesuai dengan kemajuan zaman saat ini.Saya bisa merasakan betapa sulit perjuangan di sekolah Anda karena selama ini RSBI hanya menjadi bahan cemoohan pihak-pihak yang tidak memahami hakikat RSBI,termasuk pandangan pemerintah yang selalu menyudutkan keberadaan RSBI.Saran saya tetaplah berproses dan berjuang demi anak didik, walaupun label RSBI sudah dibuang. Model pendidikan RSBI yang sudah baik haruslah diteruskan demi anak didik.

    3. Pak Wahyu,pemerintah yang tidak bijak akan selalu membuat rakyat sengsara.Salut atas keberhasilan SDN Cemara Dua Surakarta.Semangat selalu,mari berjuang untuk kebaikan anak didik kita.

    4. Pak Wahyu,saya juga mempunyai dua anak kembar yang bersekolah di SD RSBI.Setahu saya,kurikulum RSBI sudah mantap dan banyak sekali materi tambahan yang bersumber dari luar negeri.Sister school anak-anak saya adalah universitas ternama di Singapura.Untuk Bahasa Inggris, bukunya saja memakai Alive Longman. Untuk Bahasa Inggris diajarkan 8 jam pelajaran per minggunya,dan di kelas 3 SD anak-anak saya mempelajari General English,English for Math dan English for Science yang kesemuanya merupakan materi yang berbobot dan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa. Untuk TIK dan multimedia lainnya selalu digunakan dalam proses belajar mengajar,tiap guru mengajar dengan power point,dan murid selalu mendapatkan PR project browsing dari internet dan dipresentasikan di depan kelas dengan dua bahasa,Indonesia dan Inggris.Untuk matematika,banyak sekali materi pengayaan yang diajarkan,disesuaikan dengan kurikulum luar negari.Saat anak-anak saya duduk di kelas dua SD,mereka sudah diajari teori Phytagoras,jadi sudah lebih luas dibanding reguler.Untuk sains juga demikian, jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa.Anak-anak saya pernah mendapatkan tugas mencari gambar anatomi telinga manusia dan dipresentasikan dengan power point dalam Bahasa Inggris dan Indonesia.Seperti itulah perbedaannya. Untuk ujian mid dan semester,ada bahan dari Dikpora setempat dan ada tes khusus RSBI.
      Memang kalau tidak masuk di dalam RSBI hanya tahu sepintas kilas bisa salah persepsi,menghina dan mencemooh. Saya punya pilihan dalam menyekolahkan anak.Dan menjelang pemaksaan kurikulum 2013 ini saya mulai tidak percaya dengan pejabat negeri ini,yang hanya tahu korupsi uang negara sehingga mengorbankan banyak pihak,termasuk anak-anak kita.Oleh karena itu mohon saran sekolah di luar negeri manakah yang terbaik pada saat ini.Biaya tidak masalah asalkan anak-anak saya tidak dirugikan dengan pembubaran RSBI dan pemberlakuan kurikulum 2013 yang merupakan pembodohan belaka.Mohon saran lewat blog ini. Terimakasih.

  9. RSBI tidak gagal,walaupun sedang berproses namun di SDN Cemara Dua prosesnya jelas dan hasilnya nyata.Sayang program sebagus ini harus terhenti pada keputusan MK.

    1. kami melihatnya tdk hanya satu daerah, tapi melihatnya secara nasional. Semoga saja apa yg baik itu bisa dilanjutkan dan kami berharap dana yg disediakan oleh sekolah negeri berasal dari pemerintah dan bukan orang tua murid. Terkecuali sekolah itu adalah sekolah swasta.

      Salut buat keberhasilan RSBI di sekolah anda, semoga dapat ditularkan kepada sekolah negeri lainnya.

      salam
      Omjay

      1. Om Jay,menurut saya benar apa yang dikatakan oleh orangtua murid itu.Pemerintah mempunyai keterbatasan perhatian dan pendanaan.Dan sekarang ini di Kemendikbud sudah dalam sorotan KPK karena terindikasi korupsi.Sekolah negeri tidak bisa menyandarkan kepala,pasrah,menunggu bantuan pemerintah.Bagaimana kalau dana BOS ataupun dana lain dari pemerintah terlambat atau tidak pernah sampai ke sekolah karena dari atas sudah dikorupsi?Bagaimana dengan anak didik kalau semuanya terbatas karena tidak ada dana?Orangtua murid sudah tahu bahwa program yang baik sebanding dengan fasilitas yang diterima,apalagi program RSBI memerlukan sumberdaya dan fasilitas yang lebih tinggi.Asalkan semua biaya yang dikeluarkan oleh orangtua kembali ke anak,dinilai wajar, dipertanggungjawabkan tidak ada salahnya ada SPP.

  10. Pak Wahyu dan semua pembaca,saya menyayangkan keputusan MK yang gegabah membubarkan seluruh RSBI.Pada hakekatnya RSBI itu jauh lebih unggul dibanding reguler.Walaupun KKM tinggi,antara 8,0-8,5 namun rata-rata kelas juga lebih tinggi berkisar antara 9,2-9,5.Ini sangat luar biasa,berarti yang dapat nilai 100 pastilah banyak sekali.RSBI biasanya jadi langganan juara Olympiade dan pelajar teladan.RSBI memang seleksi masuknya luar biasa sulit,tugasnya banyak dan pelajarannya jauh melampaui reguler, disiplin tinggi.Aneh memang, sekolah yang terbukti baik dibubarkan sementara sekolah reguler tidak dibina.Serelah RSBI dibubarkan, pemerintah tidak memberikan kebebasan untuk menerapkan kurikulum yang sesuai untuk sekolah eks-RSBI.
    Kalau seperti ini,bisa-bisa murid eks-RSBI pindah ke sekolah swasta unggulan,sekolah internasional,bahkan bisa jadi orangtua akan memindahkan mereka ke luar negeri.
    Indonesia akan kehilangan bibit-bibit unggul.

  11. Presiden Sukarno adalah didikan Belanda,negara maju yang sudah matang kurikulum dan metode pendidikannya.MILO pada zaman itu bisa disejajarkan dengan RSBI zaman sekarang.

  12. Pak Wahyu,saya juga mempunyai dua anak kembar yang bersekolah di SD RSBI.Setahu saya,kurikulum RSBI sudah mantap dan banyak sekali materi tambahan yang bersumber dari luar negeri.Sister school anak-anak saya adalah universitas ternama di Singapura.Untuk Bahasa Inggris, bukunya saja memakai Alive Longman. Untuk Bahasa Inggris diajarkan 8 jam pelajaran per minggunya,dan di kelas 3 SD anak-anak saya mempelajari General English,English for Math dan English for Science yang kesemuanya merupakan materi yang berbobot dan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa. Untuk TIK dan multimedia lainnya selalu digunakan dalam proses belajar mengajar,tiap guru mengajar dengan power point,dan murid selalu mendapatkan PR project browsing dari internet dan dipresentasikan di depan kelas dengan dua bahasa,Indonesia dan Inggris.Untuk matematika,banyak sekali materi pengayaan yang diajarkan,disesuaikan dengan kurikulum luar negari.Saat anak-anak saya duduk di kelas dua SD,mereka sudah diajari teori Phytagoras,jadi sudah lebih luas dibanding reguler.Untuk sains juga demikian, jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa.Anak-anak saya pernah mendapatkan tugas mencari gambar anatomi telinga manusia dan dipresentasikan dengan power point dalam Bahasa Inggris dan Indonesia.Seperti itulah perbedaannya. Untuk ujian mid dan semester,ada bahan dari Dikpora setempat dan ada tes khusus RSBI.
    Memang kalau tidak masuk di dalam RSBI hanya tahu sepintas kilas bisa salah persepsi,menghina dan mencemooh. Saya punya pilihan dalam menyekolahkan anak.Dan menjelang pemaksaan kurikulum 2013 ini saya mulai tidak percaya dengan pejabat negeri ini,yang hanya tahu korupsi uang negara sehingga mengorbankan banyak pihak,termasuk anak-anak kita.Oleh karena itu mohon saran sekolah di luar negeri manakah yang terbaik pada saat ini.Biaya tidak masalah asalkan anak-anak saya tidak dirugikan dengan pembubaran RSBI dan pemberlakuan kurikulum 2013 yang merupakan pembodohan belaka.Mohon saran lewat blog ini. Terimakasih.

    1. Bu Fika Handayani,tidaklah mudah memilih sekolah yang sesuai untuk buah hati kita.Terlebih lagi sekolah di Indonesia terlalu sering berganti kurikulum tanpa memikirkan akibat ke depannya juga tanpa riset yang cukup terhadap kurikulum sebelumnya.Saya setuju dengan pendapat Ibu Fika yang tidak percaya dengan mutu sekolah di Indonesia karena jika kurikulum 2013 diterapkan berarti kemunduran mutu pendidikan,bukan hanya di RSBI/SBI namun juga di sekolah reguler.Materi kurikulum 2013 memang sangat jauh di bawah RSBI/SBI maupun reguler.Saya mendukung langkah Ibu untuk menyekolahkan anak diluar negeri,dan menurut pendapat saya Singapora dan Australia cukup baik kurikulumnya. Ada beberapa sekolah disana yang memberikan kemudahan bagi siswa/siswi eks-RSBI/SBI.

Leave a Reply to Wiwik Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.