POTENSI TIK DI SEKOLAH

POTENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI KELAS

 

Oleh: Prof. Dr. H. Mohamad Surya*

 

Teknologi komunikasi dan informasi dalam pendidikan

 

              Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan  TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan  dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
Read More

Kelas Akselerasi

Kelas akselerasi

Kelas akselerasi

Kelas akselerasi adalah kelas yang diprogramkan untuk siswa yang mempunyai kecerdasan luar biasa. Layanan ini diberikan untuk siswa cerdas dan berbakat dan mereka dipersipakan untuk belajar di SMP selama 2 tahun.

Untuk informasi lengkap tentang kelas akslerasi, dapat berkunjung ke SMP Labschool Jakarta, Jl. Pemuda Komplek UNJ telp. 47860038.

Salam Blogger
Omjay

PENCURI IMPIAN

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepukan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat,dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan
sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya ‘Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya’.

Read More

Pendidikan Bermutu Milik Siapa?

PENDIDIKAN BERMUTU MILIK SIAPA?

Wijaya Kusumah

 

Baru saja kita membaca berita tentang ketidaklulusan UN meningkat 0,94 persen dari tahun lalu (Kompas, 19 Juni 2008). Tentu menjadi sebuah pertanyaan kita mengapa ketidalulusan UN meningkat?

 

Sebagai seorang guru yang sudah 15 tahun berkecimpung dalam dunia pendidikan, penulis berpendapat bahwa ketidaklulusan UN meningkat bukan karena nilai UN dinaikkan menjadi 5,25 dan adanya penambahan jumlah mata pelajaran. Melainkan disebabkan oleh belum meratanya pendidikan yang bermutu. Terlihat jelas kesenjangan yang terjadi. Pendidikan bermutu belum dirasakan oleh semua seperti amanah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Read More