Membaca tulisan pak JK di koran Kompas, Kamis 2 Mei 2013 membuat saya tersulut dan terpicu menulis tentang ujian nasinal dan solusinya.
Mendidik Untuk Indonesia yang Lebih Baik
Mendidik Untuk Indonesia yang Lebih Baik
Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)
Hari ini saya merasa senang, sebab tulisan saya dimuat di Koran Media Indonesia bagian rubrik pendidikan halaman 14. Judulnya Saatnya Guru Bersuara Lantang. Sebuah otokritik buat diri saya sendiri, dan membangun kesadaran guru akan pentingnya sebuah persatuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menumbuhkan Semangat Meneliti
Minggu, 28 April 2013 Writing Institute menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Ilmiah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Salah satu materi yang diberikan adalah menumbuhkan semangat meneliti di kalangan mahasiswa. Sebuah materi yang sangat cocok untuk diberikan kepada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir mahasiswa yang biasa disebut skripsi.
Sebagai salah satu nara sumber yang diminta oleh panitia untuk menyampaikan materi itu, saya mencoba memberikan semangat baru kepada teman-teman mahasiswa yang hadir dalam pelatihan penulisan ilmiah ini. Sebelumnya, mereka sudah dibekali materi bagaimana menulis karya tulis ilmiah.
Menjadi Pengawas UN SMP di Hari Kedua
Hari ini saya kesiangan bangun. Pukul 05.30 wib saya baru bangun dari tidur. Biasanya, jam segitu saya sudah berada di jalan menuju sekolah. Bahkan sudah sampai di depan pintu sekolah.
Saya langsung mandi, berpakaian dinas, dan kemudian sholat subuh. Saya seperti dikejar oleh waktu. Motorpun segera saya keluarkan dan berangkat ke tempat mengawas ujian nasional di SMPN 232 Jakarta. Istri dan anak lupa saya cium pagi ini. Maklumlah terburu-buru sekali berangkatnya.
Saatnya Ramai-ramai Menggugat Ujian Nasional
Sudah saatnya kita ramai-ramai menggugat ujian nasional demi kemajuan bangsa yang lebih baik. UN bukanlah alat yang tepat untuk evaluasi di negeri ini, dan kembalikan saja alat evaluasi itu kepada guru di sekolah. Guru harus dipercaya untuk membuat sendiri alat evaluasinya, dan pemerintah berkewajiban melatih guru untuk membuat alat evaluasi yang baik. Itu yang seharusnya dilakukan. Saatnya, uang negara tepat sasaran, dan bukan menjadi proyek pejabat kemdikbud.




