Mohon segera aktivasi aplikasi GSB di HP kamu. Informasi dari GSB, masih ada 124 siswa yang belum aktivasi.
MANUAL GUIDE GSB (iOS & Android) Juli 2022 (1)_compressed

Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi
Mohon segera aktivasi aplikasi GSB di HP kamu. Informasi dari GSB, masih ada 124 siswa yang belum aktivasi.
MANUAL GUIDE GSB (iOS & Android) Juli 2022 (1)_compressed

Selamat hari baru semuanya. Semoga hari ini lebih baik dari hari yang kemarin. Semoga pula kesehatan dan kebahagiaan mengiringi hari-hari anda bersama keluarga tercinta. Aamiin.
Seorang blogger ternama bertanya kepada Omjay. Apakah menulis itu karena bakat? Omjay merenung sejenak dan akhirnya, JADILAH TULISAN SANTAI INI.
Omjay selalu bertanya pada diri sendiri, apakah Omjay mempunyai bakat menulis? Rasanya tidak juga. Sebab menulis adalah sebuah kebutuhan. Sama ahalnya dengan makan dan minum.
Kata orang menulis itu harus punya bakat. Padahal tidak sama sekali. Kebiasaan menulis membuat anda menjadi bisa menulis. Oleh karena itu, menulis itu harus dilatih setiap hari. Membaca tulisan orang lain, akan menambah semangat anda dalam menulis.
Ada juga yang berpendapat bahwa menulis itu karena bakat. Mereka sudah berbakat dan terlihat ketika sudah dilahirkan. Bakat mereka terlihat menonjol seiring dengan semakin bertambah umur hidupnya di dunia.
Namun, ada juga yang mengatakan kalau menulis itu tak perlu bakat. Anda cuma memerlukan kemauan untuk menulis, dan kemauan untuk berlatih menulis. Sebab menulis itu adalah sebuah kreativitas dan bukan bakat.
Menulislah apa yang penting untuk ditulis. Bila anda memiliki minat yang kuat untuk menulis, maka itu adalah modal utama. Tak perlu harus mengikuti gaya orang lain dalam menulis. Menulislah dengan gayamu sendiri.
Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. (Promosi buku niye.., hehehe). Hal itulah yang membuat Omjay dan kawan-kawan diundang makan siang ke istana negara dan berfoto mesra dengan presiden Jokowi.
Apa mungkin menjadi penulis itu memerlukan bakat? Sebab yang Omjay tahu menulis itu bukan bakat tapi kebiasaan yang terlatih. Kebiasaan yang harus diasah terus menerus. Bahkan bisa dilatih setiap hari. Seperti kita berlatih mengendarai mobil. Tapi jangan sambil mabok atau pakai narkoba loh! Hehehe. (Jadi ingat Supir Maut Apriyani Susanti).
Menulis adalah sebuah kreativitas. Menulis adalah sebuah proses berpikir. Dia bukan hanya sekedar keterampilan. Kreativitas menulis akan tumbuh kalau otak anda dirangsang untuk menciptakan sesuatu. Omjay berusaha keras menciptakan sebuah buku.
Menciptakan sesuatu yang berbeda dan belum pernah dituliskan oleh orang lain. Itulah yang membawa Omjay dan teman-teman guru lainnya menjadi salah satu juaranya dalam ajang guraru award tingkat nasional. Kami semua menjadi guru penggerak Indonesia.
Guru Era Baru Acer Award selalu memilih guru penggerak yang mampu menggarakkan orang lain lewat tulisannya. Guraru selalu mengadakan lomba menulis di blog yang sangat dirindukan oleh guru-guru di Indonesia setiap tahunnya. Oleh karena itu, Omjay bersama ibu Tuti menulis buku berjudul guru penggerak. Penerbitnya adalah penerbit Andi Yogyakarta. Alhamdulillah menjadi buku best seller di toko buku gramedia.
dokpri
Tidak gampang jadi penulis buku. Apalagi menjadi penulis buku yang sudah dikenal oleh banyak orang, karena karyanya enak dibaca dan memberikan pencerahan.
Karyanya ternyata lebih memberikan banyak manfaat untuk hajat hidup orang banyak. Pernah baca buku Novel karya almarhum Buya Hamka? Judulnya ”Dibawah Lindungan Ka’bah”. Buku Novel itu sangat menyentuh dan mempesona bila anda membacanya dengan hati.
Terlatih untuk jadi penulis memang butuh perjuangan. Bukan hanya perjuangan untuk melawan diri sendiri tapi juga perjuangan untuk dapat diterima oleh masyarakat pembaca.
Masyarakat pembaca yang di Indonesia belum begitu banyak jumlahnya, karena budaya baca belum menjadi budaya bangsa. Tapi Omjay selalu yakin, makin banyak membaca akan membuka jendela dunia. Pembaca pun akan terkenal di dunia, kalau pembaca bisa juga menulis yang bermanfaat untuk orang banyak. Butuh perjuangan untuk mencapainya.
dokpri
Namun, perjuangan yang lebih penting adalah perjuangan untuk dapat dipahami oleh orang lain. Sebab kita ini tidaklah hidup seorang diri. Kita hidup untuk orang lain. Kita hidup untuk bermanfaat buat orang lain. Kita hidup untuk menyemangati orang lain melalui tulisan-tulisan kita. Karena itu, kita sendiri harus dapat memotivasi diri. Punya komitmen dan tekad yang kuat untuk menulis.
Dengan menulis kita dapat menyampaikan apa yang ada dalam otak kita menjadi kata-kata yang bermakna. Dengan menulis kita berusaha memberikan informasi kepada orang lain. Informasi yang mungkin saja sangat dibutuhkan oleh pembaca. Bahkan mungkin informasi yang sedang ditunggu-tunggu dan dirindukan. Menulis akan jadi kebiasaan ketika kita telah menyadari bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan. Menulis adalah sebuah kreativitas dan bukan bakat. Kreativitas anda akan terlihat dari apa yang anda tuliskan.
dokpri
Wahai para pembaca setia blog kompasiana sudahkah anda menulis hari ini???
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
https://wijayalabs.com
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Menulis adalah Sebuah Kreativitas dan Bukan Bakat”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5685dd51927e61860f19e649/menulis-itu-karena-kebiasaan-dan-bukan-bakat
Kreator: Wijaya Kusumah
Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
ADA GILIRANNYA, ADA WAKTUNYA
Di usia lanjut ini, usahakan sering reuni, ketemuan dengan teman teman lama, selagi masih sehat dan mampu bepergian.
Karena, waktu terus berlari, meninggalkan kita mengejar pergantian.
Ternyata, setiap sesuatu, ada gilirannya, ada waktunya.
Kalau sudah waktunya, sesuatu itu otomatis berubah menyesuaikan dirinya dengan waktu.
Tiada yang kekal, kecuali hanya Allah SWT Sang Pencipta Waktu.
TRUE STORIES:
Saat bertemu dengan sahabat lamaku di Acara Reunian, yang pernah bersama sama bertugas di KBRI di Riyadh Arab Saudi sekitar 40 tahunan lalu tidak berjumpa, saya kaget, betul betul kaget, dahulu dia gemuk segar, bening dan guanteng, kini kurus, keriput, pucat dan ubanan. Dan dia juga kaget melihat penampilan saya yang sudah berubah juga tentunya.
Kami bertugas di KBRI Jeddah 1982 – 1985, dan di KBRI Riyadh tahun 1985 hingga 1988, terus berpisah.
Tahun 1985 KBRI pindah ke Ibu Kota Riyadh, dan ex KBRI di Jeddah Menjadi Konsulat Jenderal RI.
Kalau sering ketemu, tentu tidaklah kentara perubahan yang dialami, jadi tidak kaget.
Takut menyinggung perasaannya, saya tidak bertanya kenapa kurus dan kelihatan tua sekali, saya bertanya dengan bahasa halus untuk mengetahui keadaanya : “apa kabar?”.
Diapun menjawab, bercerita panjang lebar dengan air mata berlinang, bahwa tak lama setelah pulang ke tanah air, dia sakit sakitan, keluar masuk Rumah Sakit yang menguras tabungan.
Selain berkisah tentang dirinya, dia juga menceritakan teman teman lain sesama Staff KBRI;
si A dan B meninggal beberapa tahun yang lalu, si C sekarang stroke, dan si D sekarang juga sakit sakitan dan E meninggal mendadak sebulan yang lalu.
Demikianlah secuil kisah perjalanan hidup selama 40 tahun terakhir ini.
Dahulu gagah, tiap hari berdasi dan berjas, kini peot, ubanan dan berkacamata tebal.
POINTERS:
1. Jarum jam memang bisa kita hentikan berdetak, tapi waktu takkan bisa berhenti.
Waktu akan terus bergulir tanpa bisa distop.
2. Semua ada waktunya, dan akan tiba pada saatnya. Jangan pernah lengah, merasa abai dan cuek, tau tau semua terjadi, padahal sudah jauh jauh sebelumnya sudah dipastikan akan terjadi.
3. Rasulullah SAW mengingatkan;
عَنْ ابن عَباس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ :
شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ . (رواه الحاكم)
Artinya :
“Gunakanlah dengan sebaik baiknya lima waktu sebelum tiba lima waktu yang lain ;
– Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
– Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakit sakitanmu.
– Waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, tak punya apa apa.
– Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan
– Waktu hidupmu sebelum datang waktu kematianmu.”
(Hadis Sahih Riwayat Al Hakim).
4. Berbahagialah mereka yang mampu memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.
5. Jangan pernah lalai, karena waktu itu sangat amat cepat berlalu.
Rasulullah SAWA mengingatkan bahwa pada Akhir zaman waktu terasa cepat sekali berganti: 1 tahun akan terasa seolah olah hanya 1 bulan,
1 bulan terasa seolah olah 1 minggu,
1 pekan terasa hanya 1 hari,
1 hari terasa 1 jam, dan
1 jam terasa seperti kilatan cahaya saja.
(Hadits Sahih Muttafaqun ‘Alaih).
لا تقوم الساعة حتى يتقارب الزمان فتكون السنة كالشهر و الشهر كالجمعة والجمعة كاليوم واليوم كالساعة والساعة كالضرمة من النار.
( متفق عليه.)
Yaa Allah, bimbinglah hidup kami agar kami selalu berada di jalan yang Engkau ridoi.
Mudahkan kami melaksanakan semua perintahMu dan menjauhi semua laranganMu.
Ampuni dosa dosa kami, rahmati dan berkati hidup mati kami yaa Allah.
Yaa Allah, membimbing kami untuk selalu eling mengingat Mu, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Mu.
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك .
Oleh:
Abdul Hamid Husain
Ex Staf KBRI Jeddah dan KBRI Riyadh.
Alumnus:
-Gontor, Ponorogo.
-King Abdulaziz University, Jeddah.
-Umm Al Qura University, Makkah.
Pembina “Alhusniyah Islamic School”.
(PAUD, TK, SD, SMP, SMA, TPQ & MDTA).
Alfaatihah.
Aamiin
Artikel
Tidak semua pemukulan guru adalah kriminal !!!
ANDA PILIH MENEGAKKAN HAM (HAK ASASI MANUSIA) , ATAU AKHLAK ANAK KITA BOBROK???
HAM TAK PERNAH BERBUAT APA APA KETIKA AKHLAK ANAK RUSAK, tetapi ketika anak dicubit untuk didisiplinkan HAM berbicara LANTANG
……………………………………………………
MENDIDIK DENGAN HATI
Oleh: Marjuki
Tulisan ini sengaja ikut merespon artikel di atas. Artikel di atas mengisahkan adanya pemukulan murid oleh guru dan berujung di pengadilan. Akhirnya hakim yang memimpin sidang membebaskan pak guru dari tuduhan kriminalisasi. Hakim membebaskan sang guru karena hakim juga pernah dididik oleh guru tersebut, bahkan pak hakim turun mendekati pak guru untuk memcium tangannya.
Zaman sudah berubah. Kita sudah berada di zaman disrupsi (disruption). Era dimana zaman, budaya, kebiasaan tercerabut dari akarnya.
Kita tidak lagi ternibobokan dengan masa lalu, dan zaman duhulu kala. Kita tidak akan kembali ke zaman itu. Sekarang Era milenial. Era digital. Era keterbukaan. Era dimana para guru punya hak. Era murid punya hak. Era orang tua punya hak. Masyarakat pun juga punya hak.
Kita dituntut menghargai anak. Apa pun kondisi anak. Orang tua di rumah sering disebut orang tua jasmaniah karena terbatas pada memberikan kebutuhan makan, minum, hidup nyaman, dll yang sifatnya kebutuhan fisik, jasmaniah. Guru sering disebut orang tua spiritual, ruhaniah yang mendidik, mengajar, melatih, memberikan teladan, bahkan menjadi idola anak didiknya. Jadi guru pun juga menjadi orang tua di sekolah.
Jika ada anak melakukan kesalahan kekhilafan tentu saja guru mengedukasi dengan kasih sayang. Guru tidak akan melakukan kekerasan, kriminal karena yang dihadapi adalah anak sendiri. Guru tidak gelap mata, membabi buta, apalagi gebyah uyah.
Guru adalah teladan. Apa pun yang dilakukan guru akan menjadi contoh, model, pedoman anak-anak. Jika guru mengajar dengan marah-marah, anak berkesimpulan. Oh ternyata boleh ya memarahi anak di depan umum. Ketika guru memukul anak, anak akan menyatakan oh bolehnya memukul anak di depan teman-temannya. Pandangan seperti ini akan dibawah anak sampai dewasa, sampai menjadi orang, bahkan sampai mati.
Jika kita mendidik anak dengan kemarahan, saat dewasa anak terbiasa marah-marah. Jika kita mengajarkan anak dengan memukul bukan tidak mungkin saat dewasa sering tawuran, bahkan menjadi ketua Geng tawuran. Jika kita mengajarkan dengan tidak menghargai bukan tidak mungkin saat dewasa sering meremehkan, melecehkan temannya, kerabatnya, orang lain, bahkan berani melecehkan gurunya sendiri, termasuk orang tuanya sendiri.
Kita diminta mendidik anak dengan hati. Kasih sayang kita jadikan panglima. Jika kita melihat anak aneh-aneh, katanya nakal, arogan, bandel. Ketahuilah itu sebenarnya anak-anak yang cerdas, anak-anak yang IQ tinggi, anak-anak yang berbakat, anak-anak yang sejak lahir sudah memiliki segala potensi tidak lain anugerah dari Allah SWT. Kadang mengapa ada anak-anak tampak aneh-aneh? Hakikatnya mereka memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya di kelas. Mereka tidak terlayani. Pembelajarannya membosankan, pembelajaran tidak menarik, pembelajaran gebyah uya. Anak di kelas dipukul rata. Anak cerdas, pandai, IQ tinggi disamaratakan dengan anak-anak rata-rata, anak kebanyakan, bahkan anak-anak di bawah rata-rata atau anak lower. Jika anak tidak terlayani, anak akan kelebihan energi terkadang mengganggu temannya.
Pertanyaannya, apakah guru sudah kehabisan pendekatan, model, strategi, metode, cara untuk mendidik anak, untuk membelajarkannya? Katanya guru adalah dalang. Guru tidak akan kehabisan cara untuk mendidik anak. Jika guru kehabisan cara, strategi, metode di era sejarang ini, apakah masih berani mengajar, berani menjadi pendidik, berani menjadi teladan, berani menjadi idola anak-ana? Nyatanya guru tidak merasakan itu.
Guru melihat anak yang aneh-aneh sebaiknya menjauhi, menjaga jarak, menghajar sampai kapok, sampai babak belur, sampai menjadi penurut, atau membersamai mereka sampai kembali ke jalan yang benar, jalan fitrah sebagai hamba Allah. Guru jika melihat anak yang aneh-aneh, apakah melihat mereka sebagai anak nakal, bandel, preman, atau sebagai hamba Allah SWT yang peru dikasihani, perlu ditolong, perlu diselamatkan? Mereka semua hamba Allah SWT yang perlu ditolong, perlu perhatian, penanganan khusus. Mereka adalah hamba Allah SWT yang tidak beruntung, maka yang muncul rasa kasih sayang dibenak para guru.
Di lembaga mana pun tidak perlu lagi ada kekerasan, kriminalisasi apa pun alasannya. Tonjolkan rasa kasih sayang sebagaimana yang telah diteladankan, dicontohkan, diajarkan Rasulullah SAW.
Jika kita lihat para kyai, masya Allah, ramahnya, santunnya, kasih sayangnya kepada para santri. Tetapi sikap ini berhenti di situ. Kita sebagai guru, ustadz, ustadzah sering berbeda dengan para kyai cara mendidik, .mengajar, mengedukasi. Mari kita contoh nabi kita Rosulullah saw, para guru-guru kita, para alim, para ulama, para kyai dalam memanusiakan manusia.
Walaupun demikian, tidakan orang tua juga salah dan teramat salah jika masalah mendidik dibawah ke ranah hukum.
Semoga mencerahkan atau memperkeruh. Wallahu ‘alam bisshowab.
Gresik, 02 November 2022
Peluncuran buku dan kopdar kompasiana baru saja dilaksanakan di perpustakaan nasional. Omjay bertemu dengan Mbak Nani (Mayor Nani) dan Mas Fredy (Pria Ganteng dari Timur Indonesia). Mereka adalah para penulis buku hebat yang diterbitkan oleh YPTD. Kami bertemu saat kopdar kompasiana yang mempesona. Muara menulis adalah buku. Mahkota seorang penulis adalah BUKU.

buku Omjay/dokpri
Tahun ini, tepatnya tanggal 28 Oktober 2022, Omjay sudah meluncurkan buku terbaru. Judulnya kisah omjay 50 tahun menjadi manusia. Semoga Omjay masih bisa meluncurkan satu buku lagi di akhir tahun 2022.
Buku tersebut telah diterbitkan di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Sebuah penerbit sosial yang merupakan milik salah satu kompasianer yang kini telah berusia 70 tahun. Pak Haji Thamrin Dahlan akan membantu anda mendapatkan mahkotanya dengan bayar seikhlasnya.

Suka duka jualan buku
Menerbitkan buku itu senang sekali. Apalagi ketika buku itu bisa dinikmati orang banyak. Namun tak semua buku menemui takdirnya. Buku kemudian dibeli banyak orang dan menjadi buku best seller. Di situlah kita harus belajar teknik memasarkan buku.
Omjay belajar dari tukang bakso keliling. Setiap hari dia konsisten menjual baksonya. Dia tak peduli ada yang beli atau tidak. Dia terus berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain. Semua itu ditekuninya setiap hari.
Suatu hari Omjay kepengen makan bakso. Omjay panggil tukang bakso di depan rumah. Ternyata baksonya enak. Anak dan istri pun ikut juga membeli baksonya.
Saat berjualan buku dari hasil karya sendiri. Baik dilakukan online ataupun offline. Pasti ada suka dan dukanya. Omjay banyak belajar dari tukang bakso keliling dan pedagang keliling lainnya. Pantang menyerah kalah. Terus jualan memasarkan barang dagangannya.
Mereka adalah orang-orang yang tahan banting dalam menjual barang dagangannya. Mereka terus menerus berjualan setiap hari. Tak pernah putus asa menjemput rezeki yang sudah diberikan oleh Sang Maha Pemberi rezeki.
Jadi kalau kawan-kawan sudah menerbitkan buku dan kemudian bukunya kurang laku, sabar aja. Cari strategi baru dan langsung dicoba. Seperti buku terbaru Omjay. Ada saja yang pesan bukunya setiap hari. Tak perlu malu untuk menjualnya. Kita bergabung bersama komunitas penulis.
Bapak ibu yang baik,
Silahkan klik kalau ingin pesan buku terbaru Omjay. Semoga admin kompasiana menyetujuinya. Tidak dihapus dan melanggar ketentuan kompasiana. Bapak Setiawan Hidayat, membantu Omjay untuk memasarkannya secara online.
dokpri
Resolusi tahun 2023
Omjay bermimpi bisa menulis buku novel dan menjadi buku best seller. Oleh karena itu, Omjay sekarang sedang berusaha belajar membuat novel. Semoga bisa menulis buku novel dari kisah nyata omjay yang menginspirasi pembaca. Semoga pula ada produser film yang bisa memfilmkan kisah nyata omjay itu ke layar kaca.

Omjay akan berusaha untuk meninggalkan jejak yang baik di tahun 2022, dan berusaha lebih baik di tahun 2023. Omjay berharap bisa melakukan penelitian ilmiah terbaru dan tembus di jurnal internasioanl SCOPUS. Tulisan ilmiah harus mulai diperbanyak daripada tulisan alamiah.
Omjay punya cita-cita menjadi guru besar di perguruan tinggi dan mendapatkan gelar Profesor. Omjay akan dipanggil oleh mahasiswanya dengan sebutan ProfJay. Mohon doanya dari pembaca Kompasiana.
Sekarang ini Omjay sedang ikut pendidikan guru penggerak angkatan 7. Semoga bisa lulus dan menjadi guru penggerak Indonesia yang dibuat oleh kemdikbudristek.
Sekarang ini Omjay akan berusaha menjadi guru inspiratif. Apa yang akan Omjay lakukan agar tujuan pembelajaran siswa tercapai ? Omjay akan berusaha untuk melakukan hal terbaik agar tujuan pembelajaran sampai ke otak siswa.
Informatika adalah mata pelajaran baru dalam kurikulum merdeka. Omjay berusaha untuk menjadi pakarnya. Sekarang Omjay sedang Fokus untuk mengikuti acara wisuda program pasca sarjana UNJ. Rencana akan diadakan di Sentul tanggal 9 November 2022.

Apa dukungan yang dibutuhkan agar dapat menjalankan Pendidikan guru penggerak dengan baik ? Dukungan yang diperlukan adalah dukungan doa (pray) dan kesempatan untuk menjadi guru penggerak Indonesia. Alhamdulillah Omjay mendapatkan kesempatakan ikut diklat guru penggerak angkatan 7. Jadwalnya lumayan padat.
Semoga acara wisuda berjalan lancar dan Omjay akan resmi menyandang gelar doktor pendidikan. Aamiin. Setelah menjadi doktor, pasti akan banyak pekerjaan menunggu. Semoga dapat Omjay jalankan dengan baik.
Salam Blogger Persahabatan
DocJay
Doktor Omjay
Doktor Teknologi Pendidikan UNJ
blog https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Impianku di Tahun 2023”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/omjaylabs/636204a9470fea0bca3a7fa5/impianku-di-tahun-2023?page=all
Kreator: Omjay Labschool
Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com