Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi dan Menginspirasi negeri

Kisah Omjay kali ini tentang Omjay, Guru Blogger Indonesia: Menulis Setiap Hari dan Menginspirasi Negeri. Sebuah kisah nyata yang dituliskan sendiri oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) dan Guru Blogger Indonesia untuk kompasiana.

“Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.” Kalimat sederhana itu telah mengubah hidup saya. Dulu saya hanyalah seorang guru yang mengajar di kelas seperti guru-guru lainnya.

Setiap hari saya datang ke sekolah, mengajar siswa, memeriksa tugas, mengikuti rapat, lalu pulang ke rumah. Namun, sejak mengenal dunia blog dan mulai menulis secara konsisten, kehidupan saya berubah secara perlahan tetapi pasti.

Banyak orang bertanya kepada saya, “Omjay, bagaimana caranya bisa rajin menulis setiap hari?” Saya selalu menjawab bahwa menulis bukanlah bakat yang turun dari langit.

Menulis adalah kebiasaan yang dibangun sedikit demi sedikit. Sama seperti seorang pelari yang berlatih setiap hari agar mampu menyelesaikan maraton, seorang penulis pun harus melatih dirinya menulis secara rutin agar pikirannya terbiasa menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.

Perjalanan saya menulis dimulai dari keinginan sederhana untuk berbagi pengalaman mengajar. Saat itu saya berpikir bahwa pengalaman yang saya miliki mungkin bermanfaat bagi guru lain. Dari situlah saya mulai menulis di blog pribadi.

Tulisan demi tulisan saya unggah ke internet. Tidak banyak yang membaca pada awalnya. Bahkan ada tulisan yang hanya dibaca beberapa orang saja. Namun saya tidak berhenti.

Saya terus menulis setiap hari, karena saya percaya bahwa setiap tulisan adalah investasi ilmu yang suatu saat akan menemukan pembacanya. Bagi saya menulis bukan sekedar tulisan tapi warisan. Tulisan adalah konten mahal yang siap dijual.

Kini saya aktif menulis di berbagai platform seperti wijayalabs.blogspot.com, Kompasiana, dan wijayalabs.wordpress.com. Ketiga media tersebut menjadi rumah belajar sekaligus ruang berbagi yang mempertemukan saya dengan banyak sahabat literasi dari seluruh Indonesia.

Melalui tulisan, saya dapat menjangkau pembaca yang tidak pernah saya temui secara langsung. Melalui tulisan pula saya belajar bahwa ilmu akan semakin berkembang ketika dibagikan.

Di era digital seperti sekarang, menulis bukan lagi sekadar aktivitas mencatat. Menulis telah menjadi sarana membangun jejaring, memperluas wawasan, dan meninggalkan jejak kebaikan.

Banyak guru yang memiliki pengalaman luar biasa di kelas, tetapi pengalaman tersebut sering kali hilang begitu saja karena tidak pernah dituliskan. Padahal, pengalaman itu bisa menjadi inspirasi bagi ribuan bahkan jutaan orang apabila dibagikan melalui tulisan.

Saya sering mengingatkan para guru dalam berbagai pelatihan menulis bahwa guru yang menulis akan hidup lebih lama melalui karya-karyanya. Ketika suatu hari nanti kita tidak lagi berada di ruang kelas, tulisan-tulisan kita akan tetap berbicara.

Buku, artikel, blog, dan berbagai karya tulis lainnya akan menjadi warisan intelektual yang terus memberikan manfaat kepada banyak orang. Bahkan ketika penulisnya sudah mati, dan menjadi amal jariah yang terus mengalir.

Menulis juga mengajarkan saya tentang kesabaran. Tidak semua tulisan langsung populer. Tidak semua artikel mendapatkan ribuan pembaca. Bahkan ada kalanya tulisan yang menurut kita sangat bagus ternyata tidak mendapatkan perhatian yang besar.

Namun justru di situlah letak pelajaran berharganya. Menulis bukan semata-mata tentang jumlah pembaca, melainkan tentang proses belajar yang tidak pernah berhenti.

Saya merasakan sendiri bagaimana kebiasaan menulis membantu saya menjadi pembelajar sepanjang hayat. Setiap kali akan menulis, saya harus membaca. Setiap kali membaca, saya menemukan ide baru. Dari ide baru lahirlah tulisan baru.

Dari tulisan baru muncul diskusi dan masukan dari pembaca. Siklus inilah yang membuat wawasan saya terus berkembang hingga hari ini. Saya semakin bersemangat menulis setaip hari walaupun dibayar 2M, makasih dan makasih. Hehehe.

Menariknya, menulis juga membuka banyak pintu kesempatan yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Saya mendapatkan banyak sahabat baru, diundang menjadi narasumber di berbagai kegiatan, menerbitkan puluhan buku, hingga berkesempatan berbagi pengalaman kepada guru-guru dari berbagai daerah di Indonesia. Semua itu berawal dari satu langkah kecil: menulis satu artikel setiap hari.

Kisah Omjay: Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi dan Menginspirasi negeri oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com

by

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.