Posted on: February 26, 2015 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 18

Ikutilah Seminar Nasional Urgensi Matpel TIK/KKPI Sabtu, 25 April 2015

1375171_814080095287596_54428407_n

Kami dari komunitas Guru TIK dan KKPI bersungguh-sungguh dan fokus kepada perjuangan kawan-kawan mengembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum 2013.

Kami bersama pak Anies Baswedan
Kami bersama pak Anies Baswedan

Sekarang saatnya kita siapkan Kompetensi Dasar (KD), dan Kompetensi Inti (KI) untuk mata pelajarannya yang disampaikan langsung kepada mendikbud RI untuk dijadikan bahan masukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) serta Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Bersiaplah kembali menyambut mata pelajaran TIK/KKPI ke dalam struktur kurikulum 2015. Allahu Akbar!

Mari kita bersatu mewujudkannya, karena regulasinya sebentar lagi akan datang melalui permendikbud. Tentu saja dengan permen yang manis untuk semua guru TIK/KKPI. Lalu lupakan linieritas, karena kompetensi jauh lebih utama daripada selembar ijazah. Semoga ada regulasi penting yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang ini. Guru TIK/KKPI yang tidak linier tidak dirugikan.

Semua keluhan dan masukan sudah disampaikan. Mari kita bantu pak Anies Baswedan untuk mewujudkannya. Persatuan guru TIK dan KKPI harus didahulukan. Sudah saatnya kita tidak saling menghujat. Legal atau ilegal jangan lagi dipermasalahkan. Semua guru punya kontribusi penting untuk mengembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI. Tidak ada satu pun guru yang paling berjasa. Semua adalah perjuangan bersama.

Insya Allah komunitas Guru TIK dan KKPI akan difasilitasi tempat di kantor kemendikbud untuk mengadakan seminar nasional “URGENSI MATA PELAJARAN TIK/KKPI DALAM KURIKULUM GANDA (2006 & 2013)” pada SABTU, 25 APRIL 2015 di Aula Gedung A Kemendikbud Jakarta.

Biaya seminar GRATIS untuk 100 orang guru/mahasiswa/umum pendaftar pertama yang menuliskan nama lengkap, alamat sekolah lengkap dengan kode posnya, serta no hp/telepon yang mudah dihubungi pada kolom komentar di bawah ini atau kirim sms ke 08159155515. Target peserta seminar 300 orang. Peserta dari no. 101-200 registrasi Rp. 50.000,- dan peserta 201-300 registrasi Rp. 100.000,-

Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat seminar nasional dengan mengganti ongkos cetak yang dibayarkan langsung saat registrasi seminar sebesar Rp. 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah). Dalam seminar ini panitia tidak menyiapkan konsumsi makan siang, dan hanya snack yang didapatkan dari sponsor kegiatan. Panitia akan memberikan makan siang kepada peserta seminar bila mendapatkan sponsor utama dalam kegiatan seminar nasional ini.

Seminar nasional Komunitas Guru TIK/KKPI akan dihadiri langsung Pak Anies Baswedan (Mendikbud RI), perwakilan anggota komisi X DPR, dan para pakar TIK sebagai nara sumbernya. Mari kita hadiri dan ramaikan kemenangan bersama untuk anak BANGSA. Kami optimis matpel TIK/KKPI kembali berada dalam struktur kurikulum 2013. Mari kita perjuangkan bersama.

susunan acara seminar nasional KOGTIK-revisi-1

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

18 People reacted on this

  1. Sejak diterapkannya Kurikulum 2013, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) tidak lagi menjadi pelajaran wajib yang berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya.

    Mendikbud Muhammad Nuh beralasan bila berdiri sendiri, masih dipertanyakan kesiapan dari SDM, infrastruktur dan kontennya.

    Dampak dari dihilangkannya mata pelajaran TIK adalah akan terjadi gradasi dan kesenjangan teknologi informasi dan komunikasi antara pelajar di daerah perkotaan dengan yang di pedesaan serta pedalaman karena mata rantainya yang telah terbentuk mulai tahun 2004 telah terputus.

    Atas dasar itulah para guru TIK membentuk Komunitas Guru TIK/KKPI pada 23 Januari 2014 di UPI Bandung. Namun dalam pelaksanaannya organisasi ini terpecah menjadi 2 yaitu AGTIKKNAS dan AGTIFINDO.

    “Organisasi ini merupakan wadah komunitas guru TIK dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK di seluruh Indonesia, yang keberadaannya diharapkan mampu menampung aspirasi dari guru TIK seluruh Indonesia,” demikian siaran pers Komunitas, Kamis (06/03).

    Pernyataan sikap Komunitas Guru TIK dan KKPI telah bergulir dan telah dilaksanakan oleh beberapa sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project.

    Beberapa pendekatan dipakai agar peserta didik memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih baik, namun pengetahuan yang memerlukan kreativitas dan inovasi berpikir justru dihilangkan dari kurikulum ini.

    Hilangnya mata pelajaran itu ditegaskan dalam PP No. 32/2013 sebagai revisi dan pengganti PP No. 19/2005.

    Menurut wijaya, hilangnya mata pelajaran TIK dan KKPI adalah fenomena yang menarik sekaligus absurd di tengah-tengah hingar bingar perkembangan teknologi informasi dalam menopang kemajuan pendidikan di Indonesia.

    Alasan pemerintah menghilangkan mata pelajaran ini di antaranya pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK sebagai mata pelajaran khusus yang harus diajarkan.

    Selain itu, jika TIK masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan laboratorium komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya, belum lagi banyak sekolah yang belum teraliri listrik.

    Menurut para guru TIK dan KKPI, jika TIK dianggap akan memberatkan pemerintah karena implikasinya pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarananya maka terkesan pemerintah ingin lepas dari tanggung jawab karena anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen sudah tinggi.

    Selain itu, dengan adanya TIK dan KKPI sebagai mata pelajaran, maka pemerintah secara tidak langsung akan dipaksa untuk membangun infrastruktur listrik dan mengalirkannya hingga pedesaan. Dengan demikian Indonesia akan maju semakin pesat.

    Dan keberadaan mata pelajaran TIK dan KKPI selama kurun waktu 10 tahun terakhir membawa perubahan besar terhadap wajah pendidikan dan menjadi pemicu akselerasi sistem pembelajaran di Indonesia.

    “Mendesak diadakannya uji publik mengenai keberadaan mata pelajaran TIK di sekolah, sebagai bentuk penting tidaknya atau layak tidaknya TIK di kurikulum 2013,” ungkap koordinator Komunitas Guru TIK/KKPI.

  2. Nama : IRMAN, S.Pd.
    Alamat Sekolah : SMPN 2 Citeureup
    Jl. Leuwibilik Ds. Tajur Kec. Citeureup
    Kab. Bogor Kd. POS 16810

    1. Wijaya Kusumah Mhn d daftar seminar hr sabtu 25 april ats nama
      nama : Budiman Setiawan S.Pd
      intansi : SMK N 1 Pangkalan Banteng
      Bidang Studi : KKPI
      NO HP : 081349778866
      Alamat :
      Jalan : JL. A. Yani KM 71 RT : 023 RW : 000
      Desa : Amin Jaya/Pangkalan Banteng Kecamatan : PANGKALAN BANTENG Kab/Kota : KAB. KOTAWARINGIN BARAT
      Propinsi : KALIMANTAN TENGAH Kode Pos : 74183

  3. nama : Budiman Setiawan S.Pd
    intansi : SMK N 1 Pangkalan Banteng
    Bidang Studi : KKPI
    NO HP : 081349778866
    Alamat :
    Jalan : JL. A. Yani KM 71 RT : 023 RW : 000
    Desa : Amin Jaya/Pangkalan Banteng Kecamatan : PANGKALAN BANTENG Kab/Kota : KAB. KOTAWARINGIN BARAT
    Propinsi : KALIMANTAN TENGAH Kode Pos : 74183

Leave a Reply to WAHYU PRIYA RAHARJA Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.