Selasa, 15 Oktober 2013, saya berangkat ke sekolah untuk sholat Idul Adha pukul 05.30 wib. Selama perjalanan lancar sekali. Rata-rata kecepatan mobil di atas 100 km melalui tol. Saya mengendarai kendaraan dengan sangat cepat sekali menuju sekolah Labsch0ol di Rawamangun. Pukul 05.45 wib saya sudah berada di sekolah.
Asyiknya Perjalanan Haji ke Tanah Suci
Siapapun mereka yang beragama Islam tentu ingin menunaikan rukun Islam yang kelima. Mereka berusaha untuk mendaftarkan dirinya berangkat haji ke tanah suci Mekah. Mereka yang mampu dan diberikan kecukupan rezeki akan berusaha untuk menunaikan rukum Islam yang kelima ini.
Namun, bagi mereka yang rezekinya belum membesar, tentu berangkat haji menjadi impian saja dan hanya dalam angan-angan. Saya harus menabung puluhan tahun supaya bisa pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji.
Sebagai seorang guru yang bergaji kecil pada saat itu, saya pun mengalaminya. Pergi ke tanah suci hanyalah impian. Sampai suatu ketika ada tawaran umroh gratis ke tanah suci dari persatuan orang tua murid dan guru di sekolah. Mimpi rasanya, bisa pergi ke Mekah dan Madinah. Gratis pula biayanya. Saya tak keluar uang seperpun. Semua itu terjadi di tahun 2000. Saya bersyukur kepada Allah dapat menginjakkan kedua kaki di tanah suci. Allahu Akbar!
Pergi meninggalkan anak dan istri di tanah air tentu menjadi pemikiran tersendiri. Apalagi dalam waktu yang cukup lama dan hampir sebulan. Tentu perlu komunikasi sekali waktu agar dapat mengobati rasa kangen di hati. Anak dan istri tentu ingin mendengar langsung suara kita yang berada di tanah suci.
Sayangnya, komunikasi pada saat itu tak secanggih saat ini. Para jamaah harus mencari warung telepon di sekitar Mekah atau Madinah yang jaraknya cukup jauh dari tempat menginap. Tarif telepon ke tanah airpun cukup tinggi, dan membuat kantong terasa menipis lebih cepat.
Anda tentu menginginkan selama di tanah suci, keluarga yang ditinggalkan tentram dan damai. Ibadah di tanah sucipun menjadi kebahagian yang tak terlupakan dalam hidup anda. Itulah yang saya alami sendiri ketika pergi ke tanah suci.
Dengan adanya fasilitas dari telkomsel, anda dengan bebas bisa berkomunikasi ke tanah air dari tanah suci. Oleh karena itu, jangan lupakan Promo istimewa layanan aplikasi Ibadah Haji khusus pelanggan Telkomsel di: http://www.telkomsel.com/haji
Asyiknya perjalanan Haji bersama Telkomsel akan membuat anda semakin bersyukur kepada Allah, dan mengatakan Labaika Allahuma Hajjan (Aku penuhi Panggilan-MU, ya Allah untuk berHaji) dan berharap bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah Haji dengan khusyuk dan nyaman agar menjadi Haji Mabrur. Amin ya Robbal alamin.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Jumpa Guru Prakarya yang Hebat di Implementasi Kurikulum 2013
Selasa, 8 Oktober 2013 saya berjumpa guru-guru hebat mata pelajaran prakarya. Di Hotel Ciloto permai, kami berbagi pengalaman mengajar prakarya di sekolah masing-masing. Beberapa guru tampil mewakili kelompoknya untuk presentasi rancangan pembelajaran yang mereka buat.
Ada sebuah kebetulan yang menarik. Pesertanya mayoritas ibu-ibu guru. Hanya 1 orang bapak guru yang menjadi peserta diklat. Jadi dari 32 orang peserta, hanya 1 orang laki-laki. Itupun guru tersebut berasal dari jurusan tata boga dan mengajar tata boga di SMP.
Kopdar Bareng Penulis Buku Best Seller 99 Cahaya di Langit Eropa
Wow, senang banget bisa jumpa penulis buku best seller 99 Cahaya di langit Eropa. Tak sia-sia mengorbankan waktu demi jumpa sang idola. Selama ini, saya hanya tahu dan baca blognya saja di http://www.hanumrais.com/.
Kopdar bareng penulis buku best seller ini bertajuk:
EUROPEAN HIGHER EDUCATION FAIR 2013
BLOGGERS GATHERING
Erasmus Huis-Jakarta, 3 October 2013
Guest Speakers: Hanum Rais and Rangga Almahendra
Author and Co-Author of 99 Cahaya di Langit Eropa
Invitation for Bloggers Gathering European Higher Education Fair 2013 (EHEF 2013)
“Affordable, Quality Education in Europe”
BLOGGERS GATHERING
Kuliah di Eropa mahal? Masa sih?
‘Luar negeri’ memang sangat lekat dengan kesan ‘keren’, ‘bergengsi’, dan tentunya biaya pendidikan dan biaya hidup yang mahal. Walaupun demikian, orang Indonesia tetap antusias belajar ke luar negeri, khususnya ke Eropa.
Ada banyak cara untuk menempuh pendidikan di Eropa, bisa melalui beasiswa maupun biaya sendiri. Tahun ini saja, ada 120 orang mahasiswa Indonesia yang berhasil berangkat ke benua biru itu berkat beasiswa Erasmus Mundus dari Uni Eropa. Mahasiswa yang kuliah di Eropa dengan biaya sendiri pun tidak kalah banyaknya.



