Kamis-Jum’at, 23-24 Desember 2010 saya diundang untuk menjadi peserta simposium dan lokakarya Jakarta Islamic School (JIC). Tema dari kegiatan ini adalah memperkuat peran JIC sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk memajukan peradaban Islam.
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi
Sekolah favorit di jakarta
Kamis-Jum’at, 23-24 Desember 2010 saya diundang untuk menjadi peserta simposium dan lokakarya Jakarta Islamic School (JIC). Tema dari kegiatan ini adalah memperkuat peran JIC sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk memajukan peradaban Islam.
Hari ini, saya mengikuti kegiatan workshop pembelajaran berbasis online menggunakan moodle yang diperuntukkan untuk para guru super di sekolah Labschool Rawamangun Jakarta Timur.
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 22 s.d. 24 Desember 2010. Para peserta yang merupakan guru terpilih dari beberapa unit sekolah yang ada di lingkunganLabschool Jakarta (Rawamangun dan Kebayoran) akan menginap di Wisma Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang gedungnya bersebelahan dengan Labschool Jakarta.

Malam ini saya tak bisa tidur. Saya pandangi foto almarhum ibu. Sedih rasanya ditinggalkan olehnya. Tahun 1998, ibu dipanggil Allah. Sedih rasanya hati ini. Penyakit hipertensi telah merenggut nyawanya.
Ditinggal ibu untuk selama-lamanya membuat saya menangis di malam sunyi. Di depan orang-orang saya terlihat tegar. Padahal sebenarnya saya rapuh. Sebab saya tak siap kehilangan ibu. Saya belum berbakti penuh kepadanya. Saya belum sempat membalas semua jasa kebaikannya.
Saya masih ingat ketika saya mau ujian skripsi. Ibu berpuasa untuk saya. Hari itu bertepatan dengan hari ibu, 22 Desember 1994. Ibu lah yang banyak mendorong saya sehingga lulus sarjana tepat waktu. Ibu pulalah yang memberi inspirasi saya untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang banyak.
Hari ini, Ahad 19 Desember 2010 saya diminta untuk menjadi narasumber dalam seminar nasional pemanfaatan TIK di sekolah. Saya diminta oleh ibu Finita Dewi, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cabang Purwakarta untuk memberikan pengalaman saya sebagai seorang guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Tema kegiatan seminar ini adalah optimalisasi potensi SDM Indonesia dengan daya saing global melalui pembelajaran TIK di SD. Dalam seminar ini, saya berkolaborasi dengan bapak Dr. Wawan Setiawan, M.Kom dari UPI Bandung.
Dalam pelajaran bahasa Indonesia, baik di SMP maupun SMA para peserta didik diminta untuk memiliki keterampilan menulis, dan juga berbicara.
Kenapa kedua keterampilan ini harus dimiliki oleh para siswa? Jawabannya mudah saja. Dengan memiliki keterampilan menulis dan berbicara para siswa akan mampu menyampaikan pesan kepada orang lain, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.
Dua keterampilan itulah yang saya pelajari terus menerus. Saya harus pandai menulis dan pandai juga berbicara. Sebab tak semua orang mampu untuk menjadi penulis, dan sekaligus menjadi pembicara yang baik.