Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya. Itulah mengapa saya meminta peserta belajar Bicara PGRI dengan tajuk Public Speaking for Teacher untuk membuat resumenya. Dengan begitu, ilmu yang baru saja didapatkannya tidak mudah lupa dan bisa dibagikan kepada kawan-kawan lainnya. Blog adalah sarana yang paling efektif saat ini untuk menuliskan apa yang disukai dan dikuasai kepada khalayak ramai.
Ketika Blog Pribadimu Sepi Komentar
Ketika blog pribadimu sepi komentar. Janganlah kamu merasa gentar. Semangat harus terus berkobar. Agar dirimu tak mudah terpapar. Dari nafsu amarah yang membakar. Segeralah bergegas untuk belajar.
Pernahkah mengalami blog pribadi yang anda kelola sepi pengunjung dan fakir komentar? Saya pernah mengalaminya ketika pertama kali ngeblog. Blog saya sepi pengunjungnya dan belum ada yang memberikan komentar.
Sampai suatu ketika saya bergabung dalam komunitas blogger dan mendirikan blogger.bekasi.com bersama kawan-kawan.
Belajar Bicara PGRI Pertemuan Kesembilan
Tantangan lomba blog hari kedua semakin ramai saja. Banyak peserta lomba blog yang mengirimkan alamat blognya ke email omjaylabs@gmail.com. Ada juga yang mengirimkan ke WA omjay di 08159155515. Tak semua sempat dikomentari. Baru dibaca saja sambil lalu. Itupun masih harus mengikuti FGD Peta Jalan Pendidikan di PGRI.
Hal itu saya alami selama hari kedua di bulan Februari 2021. Ribuan pesan WA belum sempat dibaca semuanya. Kesibukan mengajar online dan mengantar anak istri ke Bank BCA, membuat saya membaca sedikit demi sedikit lewat HP. Belum semua tulisan di Blog peserta saya baca. Padahal sangat menarik sekali isinya.
Meramaikan Lomba Blog di Bulan Februari 2021
Pagi ini saya terbangun dari mimpi. Banyak peserta lomba blog bulan Februari yang sudah mengirimkan tulisannya di email omjaylabs@gmail.com. Bagus-bagus tulisannya, dan semoga mereka bisa komitmen menulis setiap hari. Bukan hanya untuk memeriahkan atau meramaikan lomba blog di bulan Februari 2021 saja, tapi juga di bulan-bulan lainnya.
Bisakah Saya Menjadi Doktor Teknologi Pendidikan?
Sebuah pertanyaan muncul dalam benak saya. Bisakah saya menjadi doktor teknologi pendidikan? Sebuah pertanyaan yang hanya bisa saya jawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas hingga tuntas. Saya mengenang kembali perjalanan perkuliahan. Tahun 2014 saya mulai kuliah S3 di jurusan Teknologi Pendidikan UNJ Rawamangun Jakarta Timur. Seorang kawan yang baik hati mendokumentasikan kuliah perdana kami di Kampus Universitas Negeri Jakarta.



