Anak Indonesia kini makin akrab dengan dunia digital. Internet dapat memberikan banyak manfaat positif, kreatif dan produktif. Namun berselancar di dunia maya tanpa aturan dan pantauan, rentan bahayakan anak / murid kita. Dari kasus cyberbully, predator online hingga pelanggaran privasi, anak adalah salah satu target yang paling rentan sebagai korban tanpa daya.
Perkembangan teknologi yang sedemikian cepat telah mengubah banyak hal dalam peradaban umat manusia. Persaingan sumber daya manusia di kancah global pun berlangsung sedemikian ketatnya. Itulah mengapa guru dan pendidik dituntut untuk dapat mempersiapkan generasi muda bangsa dengan bekal ilmu yang tepat. Tidak dapat dipungkiri lagi, Informatika saat ini sudah tidak dapat menjadi matapelajaran pilihan, sudah saatnya anak-anak kita dibekali dasar keilmuan teknologi yang kuat melalui mata pelajaran Informatika ini. Namun, sudah siapkah sistem pendidikan kita untuk mengadaptasi semua perubahan ini?
Temukan jawabannya dalam webinar HUT KOGTIK PGRI Ke-6 ini:
🎬 Penerapan Informatika sebagai Tulang Punggung Kemajuan Teknologi dalam Sistem Pendidikan Nasional
📆 Kamis, 23 Desember 2021
👨🏻💻 Keynote Speaker: Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit (Ketua SLCC PGRI)
Narasumber :
• Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., M.Kom., Ph.D. CISA, CISM (Ketua Dewan Pengurus PANDI)
• Abdullah Cahyono, S.Pd., M.Si. (Guru, Penulis Buku Informatika SD)
• Asep Sugandi, S.E. (Guru, Penulis Buku Informatika SMP)
• Hj. Deswati, S.Kom., M.Pd. (Guru, Penulis Buku Informatika SMA)
• Hesti Astina (PT. Epson Indonesia)
⏰ Pukul 13.30-15.00 WIB
Hari ini, Senen, 6 Desember 2021, saya mendapatkan foto jadul. Foto ketika saya dan kawan-kawan masih menjadi mahasiswa IKIP Jakarta. Pak Agus Suryadi, mengirimkannya di WA Group Alumni KOKA IKIP Jakarta. Saya sempat lupa tahunnya, dan Agus mengingatkan saya kalau foto itu diambil pada tahun 1992. Waktu itu kami Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PLN Gambir Jakarta Pusat.
Para guru honorer yang telah dinyatakan lolos seleksi PPPK Tahap 1, seharusnya fokus meminta pertanggungjawaban Nadiem Makarim, Mendikbudristek yang menjanjikan pengangkatan 1 juta guru ASN.
Jangan mau lagi dibentur-benturkan dengan pemerintah daerah ataupun kementerian lainnya. Siapa yang berjanji, dialah yang harus diminta memenuhi janjinya. Balada guru honorer harus segera dihentikan.
Tahun 2020 yang lalu, Mendikbudristek dalam pernyataan resmi bersama dengan Wakil Presiden RI dan beberapa menteri lain, meluncurkan program perekrutan 1 juta guru dengan status ASN yang gajinya dibiayai oleh APBN.
Saat ini sudah berada di bulan Desember 2021, sudah berapa banyak guru yang direkrut melalui program ini? Dan bagaimana nasib guru-guru yang sudah mengikuti tes? Kita ikuti diskusinya bersama para narasumber:
Ferdiansyah (Anggota Komisi X DPR RI)
Satriwan Salim (Koordinator Nasional P2G)
Dudung Abdul Qodir, S.Pd, M.Pd. (Wasekjen PB PGRI)
Defi Meliyana (Dewan Penasehat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Honorer Indonesia)
Pujiyono (Guru SDN Sribudaya, Oku Timur, Sumsel)
Uas Romansah (Guru SMPN Satu Atap 9 Cibeber, Lebak, Banten)
Pejabat Kemendikbudristek
Moderator:
• Indra Charismiadji (Vox Populi Institute Indonesia)
• Ki Bambang Pharmasetiawan (NU Circle)
Yuk kita ikuti diskusi menarik ini! Balada Guru Indonesia. Sayang tak ada satupun pejabat kemdikbd yang hadir. Kalau hadir pasti akan lebih seru diskusinya, hehehe