Para guru honorer yang telah dinyatakan lolos seleksi PPPK Tahap 1, seharusnya fokus meminta pertanggungjawaban Nadiem Makarim, Mendikbudristek yang menjanjikan pengangkatan 1 juta guru ASN.
Jangan mau lagi dibentur-benturkan dengan pemerintah daerah ataupun kementerian lainnya. Siapa yang berjanji, dialah yang harus diminta memenuhi janjinya. Balada guru honorer harus segera dihentikan.
Tahun 2020 yang lalu, Mendikbudristek dalam pernyataan resmi bersama dengan Wakil Presiden RI dan beberapa menteri lain, meluncurkan program perekrutan 1 juta guru dengan status ASN yang gajinya dibiayai oleh APBN.
Saat ini sudah berada di bulan Desember 2021, sudah berapa banyak guru yang direkrut melalui program ini? Dan bagaimana nasib guru-guru yang sudah mengikuti tes? Kita ikuti diskusinya bersama para narasumber:
- Ferdiansyah (Anggota Komisi X DPR RI)
- Satriwan Salim (Koordinator Nasional P2G)
- Dudung Abdul Qodir, S.Pd, M.Pd. (Wasekjen PB PGRI)
- Defi Meliyana (Dewan Penasehat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Honorer Indonesia)
- Pujiyono (Guru SDN Sribudaya, Oku Timur, Sumsel)
- Uas Romansah (Guru SMPN Satu Atap 9 Cibeber, Lebak, Banten)
- Pejabat Kemendikbudristek
Moderator:
• Indra Charismiadji (Vox Populi Institute Indonesia)
• Ki Bambang Pharmasetiawan (NU Circle)
Yuk kita ikuti diskusi menarik ini! Balada Guru Indonesia. Sayang tak ada satupun pejabat kemdikbd yang hadir. Kalau hadir pasti akan lebih seru diskusinya, hehehe
One thought on “Balada Guru Honorer Indonesia”