Berbincang Dengan Hoax, Media Sosial, dan Media Digital

Berbicang dengan Hoax, Media Sosial dan Media Digital

Saat ini sebagian besar dari kita sangat ketergantungan dengan medsos. Medsos sudah sangat menguasai kita, dari mulai anak kecil, remaja, sampai orang dewasa. Berbagai aplikasi  terbaru bermunculan dan tentu kita sebagai guru harus bijak menyikapi maraknya medsos ini. Medsos merupakan media yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi kepada pihak lain baik perseorangan atau publik. Jaman dulu kita tak mengenal medsos, hanya ada TV dan Radio.

Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.  Medsos bermanfaat untuk :

  1. menjalin silaturahmi,
  2. menambah relasi,
  3. bisnis, dan
  4. sebagai wadah untuk menunjukkan karya mereka

Dengan silaturahmi kita bisa dapat yang lainnya; dapat info, dapat ilmu atau bahkan peluang bisnis. Medsos itu bagaikan pisau dia itu netral bisa untuk hal baik bisa juga utk kejahatan, tergantung penggunanya. Kalau kita manfaatkan untuk hal positif maka beribu kebaikan kita raih.

Nah, apa itu Hoax? Hoax adalah berita bohong atau berita yang sesungguhnya harus diverifikasi kebenarannya. Jangan dulu percaya dan main share saja jika infonya belum valid. Jika kita menerima berita hoax dari orang yang belum kita kenal, kita bisa melaporkannya ke kominfo. Seiring perkembangan zaman, medsos dan dunia digital adalah makanan empuk untuk menyebarkan hoax. Jika kita menerima info WA berupa hoax lebih baik langsung dihapus saja. Jangan sampai kita jadi salah satu orang yang ikut menyebarkan hoax.

Sekarang, banyak orang yang ahli menyalah gunakan medsos untuk kepentingan yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai kita terjebak dengan berita hoax seperti itu ya…. Untuk kasus yang terjadi lewat WA atau telegram, modusnya si penipu adalah menunggu respon kita untuk menjawab OK. Selanjutnya dia akan meminta nomor pin telegram kita. Jika kita berikan, maka selanjutnya akan disalah gunakan. Akun kita bisa dibajak. Apa yang dapat mereka lakukan dengan akun kita? Mereka akan berpura-pura menjadi kita dan meminta uang kepada kerabat atau teman-teman kita dengan berbagai cara. Contoh kasus, ada seorang ibu yang panik datang ke sekolah karena mendapat telpon dari orang yang tidak dikenal yang mengabarkan anaknya masuk rumah sakit dan si Ibu harus segera transfer sejumlah uang untuk tindakan operasi anaknya. Untungnya si Ibu tidak langsung mengirim sejumlah uang kepada penipu tetapi datang ke sekolah karena memang saat itu si anak sedang sekolah. Hal-hal semacam itu yang dilakukan penipu setelah akun kita dibajak.

Saat ini, medsos  apa yang paling sering digunakan oleh orang di Indonesia? Media WhatsApplah yang masih jadi idola dalam percaturan dunia maya di Indonesia. Dari sekian banyaknya medsos yang sedang hits di negara kita ini, Whatsapp masih menjadi juaranya. Kemudian Instagram, Facebook, dan Tiktok. Apalagi ibu-ibu dan anak remaja sangat menggilai media tersebut. Lalu apa trik agar kita tidak terjerat dalam perangkap hoax? Trik agar kita tidak terjerat perangkap hoax di medsos yaitu: gunakan medsos dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Akan lebih bijak jika kita share ilmu yang bermanfaat. Postingan seperti resep masakan untuk ibu- ibu yang baru belajar masak. Kemudian postingan tempat wisata kuliner yang enak dengan harga terjangkau, dan lain sebagainya. Untuk seorang guru dapat mengirimkan teknik-teknik menghafal yang mudah atau teknik berhitung cepat. Dan masih banyak lagi postingan bermanfaat yang dapat kita bagikan kepada orang lain dibandingkan berita tidak jelas yang kita sendiri tidak tahu kebenarannya.

Daripada kita menghabiskan waktu dengan hal tidak berguna di media sosial marilah mencoba menulis hal-hal yang sederhana. Semudah kita update status di medsos dan gabung kelas menulis yang diadakan oleh PGRI Pusat melalui grup-grup WhatsApp. Beberapa penulis lulusan pelatihan menulis yang diadakan oleh PGRI membuktikan keajaiban menulis setiap hari lewat blog, bisa jadi brankas ide tulisan. Satu hari 1 halaman, satu Tahun bisa jadi 365 halaman. Amazing bukan, kuncinya kita harus konsisten. Walau sering kali rasa malas yang hadir tiap mau memulai menulis.

Ciri-ciri hoax yang bisa dikenali :

  1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.
  2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.
  3. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah.
  4. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal.
  5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.
  6. Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya.
  7. Memberi penjulukan.
  8. Minta supaya di-share atau diviralkan.
  9. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya.
  10. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.
  11. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas.
  12. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi.

Kesimpulannya, Saring dulu sebelum Sharing. Agar kita tidak menjadi penyebar berita hoax. Teliti lebih dulu, periksa kebenaran berita yang kita terima. Jika ragu itu hoax atau bukan lebih tidak usah dibagikan, karena “Jarimu adalah Harimaumu”. Jangan sampai apa yang telah kita tulis atau bagikan menjadi senjata yang berbahaya bagi diri kita sendiri.  Bijak dalam bermedsos akan menimbulkan semangat dan manfaat. Mari kita bijak,  karena bijak adalah pilihan sedangkan tua adalah kepastian.

Profil Penulis

Nita Widya Kusuma, S.Pd

Lahir pada tanggal 29 Mei 1981. Bekerja sebagai guru SD sejak Januari 2012 di SDN Cimuning V, Kota Bekasi sampai tahun 2018. Kemudian mutasi ke SDN Padurenan II pada Juli 2018, masih di Kota Bekasi. Saat ini, 2021 sedang menanti SK ASN PPPK .

Sebelum menjadi guru SD mengajar di lembaga kursus Jarimatika, metode berhitung cepat dengan menggunakan jari pada tahun 2008. Kemudian kuliah di Universitas Terbuka pada tahun 2010 dan lulus di tahun 2015 dengan nilai cukup baik sehingga mengikuti wisuda bersama dengan para lulusan terbaik se- Indonesia di UT Pusat Pondok cabe.

Saat ini aktif mengikuti kegiatan menulis yang diadakan oleh PGRI, baru sebatas membuat tulisan resume di blog pribadi. https://gurumenulis2905.blogspot.com

Setelah lulus mengikuti PPG dalam jabatan kemudian mulai tertarik mengikuti berbagai kegiatan pelatihan menulis yang diadakan secara daring. Ketika SMA sering menulis cerita pada buku, hanya sebatas coretan kecil. Saat ini berkomiten ingin melanjutkan hobi menulisnya pada komunitas Literasi yang ada di Bekasi. Sehingga dapat meninggalkan jejak digital yang baik di masa hidupnya. Walaupun agak telat memulai tetapi, better late than never….

Alamat : Perum BTR 7 Blok G10 No.5 Kel. Burangkeng Kec. Setu Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

No. HP : 081293792920

Blog     : https://gurumenulis2905.blogspot.com

Sosmed (IG): nita_widya_29

Dengan mengikuti kegiatan GMLD saya merasa kagum pada sendiri karena saya tidak menyangka bisa melakukan hal yang menurut saya sangat amazing. Walaupun hanya menulis hal kecil yang mungkin bagi sebagian orang tidak penting. Saya juga bersyukur menemukan grup ini dimana saya selalu dapat ilmu baru dari kelas menulis ini. Karena di dalam grup ini banyak sekali orang –orang hebat yang dengan sukacitaa membagikan ilmu yang mereka miliki.

Membangun Digital Space yang Aman Untuk Anak

Bab 1

Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak

Penulis:  Okmi Astuti, M.Pd.

Anak adalah permata hati yang harus dijaga dan dipantau perkembangannya sehingga mereka bisa tumbuh dengan baik. Perkembangan dan pertumbuhan mereka akan mempengaruhi emosional, psikologi, mental, sikap, dan tingkah laku mereka ke depannya. Apalagi dewasa ini, perkembangan teknologi digital tidak bisa diabaikan begitu saja sehingga orang tua harus selalu waspada dengan perkembangan teknologi itu sendiri.

Read More

Era Teknologi Bebas Namun Bertanggung Jawab

                                                                BAB. 19

Era Teknologi Bebas namun Bertanggung Jawab

Oleh : Hasna Paliwan, S.Pd

 

Saat ini jaman semakin maju dan berkembang secara menyeluruh pada segala lini kehidupan manusia. Salah satu kemajuan  dan perkembangan  yang  sangat dahsyat  dilihat dan  dirasakan  saat ini adalah mengenai kemajuan bidang  teknologi dan digitalisasi. Dengan kemajuan jaman, terutama teknologi digital menyebabkan setiap orang melakukan segala aktivitasnya dengan cara yang lebih  modern dan semakin canggih.

Era Digital merupakan suatu masa yang mengalami perkembangan dalam segala aspek kehidupan menjadi serba digital. Siapa pun dapat melakukan segala sesuatunya dengan mudah, praktis dan efisien. Hanya dengan menekan satu kali klik lewat ponsel pintar, banyak hal dapat teratasi dalam sekejap.

Dengan semakin banyaknya teknologi baru yang diperkenalkan kepada masyarakat, maka beberapa teknologi masa lalu otomatis akan ditinggalkan. Terkait dengan hal tersebut, perkembangan teknologi di era digital terus berjalan seiring dengan perkembangan jaman. Dengan berkembangnya kecanggihan teknologi, informasi, dan komunikasi di era digital telah menciptakan berbagai perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. Sayangnya baik disadari atau tidak, namun  setiap kemajuan dalam perkembangan teknologi khususnya dari kemudahan dalam mengakses internet tentu memiliki banyak dampak bagi kehidupan sosial. Baik dampak yang sifatnya positif untuk meringankan dan menguntungkan berbagai pekerjaan manusia, ataupun yang dampaknya negatif dan cenderung merusak.

Oleh sebab itu, mari kita  cari tahu apa saja dampak dari perkembangan teknologi di era digital bagi seseorang sebagai makhluk sosial.  Adapun dampak positif dan peluang  yang dirasakan di era digital diantaranya sebagai berikut:

  1. Memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan secara cepat, maksudnya masyarakat semakin cepat belajar dalam menerima informasi yang dibutuhkan , sehingga dapat berpengaruh terhadap pengembangan kemampuan diri.
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM) melalui pengembangan diri dan pemanfaatan digitalisasi. Misalnya ketersediaan flatform digital whatsApp Grup yang diinisiasi oleh klobility untuk pengembangan kemampuan diri (SDM)
  3. Adanya media massa yang berbasis digital. Dahulu yang digunakan Media massa yang konvensional, seperti media cetak berupa koran,/ surat kabar, majalah, buku, buletin,tabloid telah mengalami perkembangan di era digital dalam menyampaikan berbagai informasi secara online. Misalnya buku cetakan menjadi buku elektronik atau yang biasa dikatakan E-Book, disimpan dalam perangkat digital dan dapat dibaca dimanapun.
  4. Menciptakan inovasi dalam berbagai bidang yang berorientasi pada digitalisasi. Salah satu contoh yaitu inovasi yang dilakukan oleh Gojek Indonesia yang melayani jasa ojek secara online sesuai dengan kebutuhan. Selain itu inovasi lainnya adalah Gofood ( Jasa makanan lewat Ojek) dan lain sebagainya. Masyarakat telah memanfaatkan banyak peluang untuk menciptakan sesuatu yang bernilai ekonomi, membeli atau menjual suatu produk secara online sehingga ada penghematan waktu, tenaga dan biaya.

Disamping dampak positif tersebut, tentu akan ada pula dampak negatif dari perkembangan digital, misalnya saja seperti berikut :

Adanya pelanggaran hak cipta atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tindakan memperjualbelikan karya-karya cipta yang ada di internet tanpa seizin penciptanya, misal pembajakan musik, buku cetak, film, hal tersebut tentu dapat merugikan penciptanya. Selain itu,hal lain yang merupakan dampak negatif  di era digital adalah rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan, karena tenaga manusia telah digantikan oleh teknologi digital. Dampak lain yang sangat merugikam masyarakat adalah munculnya informasi digital yang tidak sesuai dengan fakta atau kebenaran yang dikenal dengan istilah hoax, merupakan dampak negatif era digital, hal tersebut dapat terjadi karena rendahnya literasi informasi digital masyarakat. Adanya penipuan digital mengatasnamakan orang lain, merupakan tindakan kriminal yang terjadi karena penyalagunaan data pribadi yang dilakukan oleh oknum dengan memanfaatkan teknologi digital. Biasanya korbannya disebut Cybercrime.

Agar tidak terjadi korban penipuan digital, jangan pernah sembarangan untuk memberikan data pribadi ke orang lain, atau dengan kata lain kelolah literasi digital dengan baik.

Keberadaan teknologi dari masa ke masa tentu akan selalu memiliki sisi yang baik ataupun buruk sekaligus. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk tetap bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada pada era sekarang,agar bisa mendapatkan lebih banyak dampak positifnya, dan meminimalisir terjadinya dampak negatif.

Sistem teknologi setiap saat mengalami perkembangan. Era teknologi adalah masa dimana informasi dapat dengan mudah, cepat, dan singkat untuk diterima, disebarluaskan dan dimanfaatkan. Perkembangan teknologi terbaru diantaranya mesin cetak telepon  dan internet . Kemajuan teknologi telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan  manusia berinteraksi  bebas dalam skala  global.

Kemajuan teknologi sangat memengaruhi kehidupan masyarakat dan disekelilingnya. Berbagai macam penerapan teknologi sangat memengaruhi nilai suatu masyarakat. Dengan adanya penerapan teknologi baru, tidak sedikit menimbulkan berbagai pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, istilah ini pada awalnya hanya menyangkut permesinan. Dengan adanya teknologi kita bisa bebas menggunakannya. Adanya  kebebasan dalam penggunaan teknologi digital, para pengguna diharapkan  tetap bertanggung jawab untuk tidak melakukan penyalagunaan dan pelanggaran  terhadap UU ETI serta menanamkaaan   etika berdigitalisasi  di berbagai media sosial.

Berbagai cara menggunakan teknologi secara bebas, terlebih pemanfaatannya dalam dunia pendidikan anatara lain :

  1. Membantu untuk mengelola digital secara prioritas
  2. Berkomunikasi yang lebih baik pada hal-hal yang positif
  3. Menggunakan cara yang berbeda untuk pendidikan
  4. Memanfaatkan teknologi dengan efektif dan efisiensi
  5. Kamus online untuk mempelajari bahasa asing
  6. Menonton vidio pembelajaran di situs vidio sharing
  7. Menggunakan aplikasi untuk menunjang kegiatan belajar
  8. Memanfaatkan website penyedia materi pelajaran
  9. Menggunakan fitur yang ada di smartfone

Dalam menggunakan teknologi harus bersikap tanggung jawab dan beretika di tengah ruang kebebasan bermedia sosial. Transfortasi Digital menuntut untuk  kita selalu berbudaya terutama ketika berinteraksi dengan orang lain yang memegang otoritas atas ruang digital. Dengan selalu berorientasi kepada  nila-nilai baik seseorang sebagai tujuannya.

Oleh karena itu kita harus pandai dalam memanfaatkan teknologi baru dan harus bertanggung jawab dalam menggunakan. Maksudnya bebas dalam menggunakan digital namun tetap bertanggung jawab sesuai dengan etika di media sosial.

Marilah kita selalu bersama-sama untuk dapat memanfaatkan era teknologi digital dengan bebas, namun tetap berhati-hati memilih dengan selektif teknologi digital yang sesuai dengan diri pribadi. Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan bijak serta penuh tanggung jawab.

Hasna Paliwan, S.Pd, lahir tanggal 29 Oktober 1970 di Palopo,  Sulawesi Selatan.

Saat ini penulis mengabdi di SMKN 1 Bulukumba, dengan mengajarkan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Pada awal Agustus 2021 penulis mulai bergabung di WAG Menulis Online Bimbingan Om Jay, bersama Bu  Sri Sugiastuti,  pegiat Literasi dan Motivator. Menulis bersama sahabat guru pecinta literasi adalah hal yang sangat berharga dan menyenangkan. Sejak bergabung dengan para pegiat literasi, penulis baru melahirkan 4 buku Antologi, yaitu “Pendidikan Abad -21, Bangga Menjadi Orang Indonesia, Surat Cinta untuk Guru, dan Pantunesia. Dan penulis juga bergabung dalam GMLD gelombang  pertama yang  juga diprakarsai oleh Om Jay. Dan naskah yang penulis tulis pada Bab. 19 ini adalah hasil dari GMLD. Penulis berharap semoga pihak penerbit menerima hasil tulisan ini.

Motto: Selalu Bersyukur, Tetap Semangat , Jangan Lupa Ceria.