Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2013

Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2013

Tema Penulisan:  Membangun       manusia  Indonesia  yang  beriman   dan  bertakwa  kepada     Tuhan     Yang      Maha  Esa,  Berkarakter, Cerdas, Cakap, Kritis, Kreatif, Inovatif, dan Kompetitif di Era Global

wijaya-menteri

Dalam rangka mendapatkan naskah buku pengayaan yang bermutu dan menggali potensi menulis di kalangan siswa, mahasiswa, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Buku pengayaan adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya buku teks pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2013 ini  memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 9 jenis naskah.

Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi:

Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud
website: http://puskurbuk.net, telp.: 021 3804248,

e-mail: sayembara_puskurbuk@yahoo.com ,

facebook: sayembarapuskurbuk.

Poster-Sayembara-2013

Sumber:

http://puskurbuk.net/web/sayembara-2013.html

Benarkah Guru TIK akan Tersisih di Kurikulum 2013?

Kamis, 13 Juni 2013 saya membaca kompas cetak di halaman 12. Halaman ini memuat kolom pendidikan dan kebudayaan. Judul headline beritanya adalah “kurikulum baru, guru bidang TIK tersisih”. Sebuah judul yang sangat menarik perhatian pembaca. Apalagi bagi kami yang bergelut dalam dunia pendidikan, dan guru pengajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

13712058401237010557

Sebelumnya, mbak Ester (Wartawan Kompas) menelepon saya melalui telepon selular. Beliau bertanya tentang mata pelajaran TIK yang tidak lagi berdiri sendiri. Mata pelajaran itu akan diintegrasikan dengan semua mata pelajaran. Sehari sebelumnya, saya pernah mengirimkan tulisan di kompasiana kepada beliau.

Read More

Pilih PKS atau PDIP ya?

Seorang teman bertanya kepada penulis. “Kamu mau pilih PKS atau PDIP dalam pemilu 2014 nanti?”.

Saya kaget mendapatkan pertanyaan yang tiba-tiba itu. Sebab kader PKS dan PDIP sama-sama militannya. Bedanya, PDIP ketua umumnya tak tersangkut kasus korupsi, sedangkan PKS?

Read More

Saatnya PKS Belajar Menjadi Opisisi kepada PDIP

Saatnya pks menjadi partai oposisi dari pemerintah. Pks bisa belajar dari pdip. Pks bisa belajar bagaimana menjadi opisisi yang baik. Berani menolak kebijakan pemerintah berdasarkan data dan fakta di lapangan.

komunikasi-politik

Hampir semua partai politik saat ini telah banyak meninggalkan komunikasi politik. Pks harus belajar dari pdip agar mampu bertahan dari gelombang badai politik yg menerpanya.

Read More

Waktu Itu Bagaikan Pedang

Sebelum mengawas Ujian Kenaikan Kelas (UKK) di sekolah Labschool, Bapak Prof. Arief Rachman memberikan nasehatnya kepada kami, para guru di SMP Labschool Jakarta. Beliau yang sudah berusia 71 tahun ini memberi kami nasehat agar dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Sebab waktu itu bagaikan pedang. Waktu akan menusuk orang yang tak dapat menggunakannya dengan baik. Waktu akan terus berjalan dan tak akan kembali lagi.

IMG01558-20130301-1508

Prof Arief Rachman yang masih menjadi guru besar emiritus UNJ ini mengingatkan pentingya waktu yang bagaikan pedang dan harus diasah agar menjadi tajam. Supaya pedang menjadi tajam, maka jasmani, hati, pikiran, mata, dan lisan harus dijaga. Oleh karenanya para guru diharapkan untuk pandai menjaga pedang agar selalu diasah dan tajam dengan kreativitas dan imajinasi. Selalu berkata jujur dan mampu memberikan  keteladanan. Biasakan untuk sholat tepat waktu dalam keadaan apapun. Disiplin soal waktu adalah bagian yang paling pening dalam hidup ini.

Read More