Posted on: June 14, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 12

Benarkah Guru TIK akan Tersisih di Kurikulum 2013?

Kamis, 13 Juni 2013 saya membaca kompas cetak di halaman 12. Halaman ini memuat kolom pendidikan dan kebudayaan. Judul headline beritanya adalah “kurikulum baru, guru bidang TIK tersisih”. Sebuah judul yang sangat menarik perhatian pembaca. Apalagi bagi kami yang bergelut dalam dunia pendidikan, dan guru pengajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

13712058401237010557

Sebelumnya, mbak Ester (Wartawan Kompas) menelepon saya melalui telepon selular. Beliau bertanya tentang mata pelajaran TIK yang tidak lagi berdiri sendiri. Mata pelajaran itu akan diintegrasikan dengan semua mata pelajaran. Sehari sebelumnya, saya pernah mengirimkan tulisan di kompasiana kepada beliau.

Saya mengamini apa yang diutarakan. Guru yang mengampu mata pelajaran TIK menjadi bingung dibuatnya. Sebab mereka sudah banyak yang mendapatkan sertifikat sebagai guru profesional di bidang TIK. Jumlahnya pun sudah ribuan orang. Belum ada petunjuk yang jelas, tentang kinerja guru TIK dalam kurikulum 2013 yang akan segera diterapkan di berapa sekolah yang ditunjuk. Saya sendiri diminta untuk mengikuti pelatihan kurikulum 2013 dengan mata pelajaran Prakarya. Sebuah mata pelajaran baru di kurikulum 2013.

Semestinya, setiap kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan penerapan kurikulum 2013, harus diikuti juga dengan kebijakan lainnya. Sehingga apa yang sudah direncanakan oleh pemerintah tidak membingungkan para guru yang akan melaksanakannya. Sebab di mata guru kurikulum yang dibuat oleh pemerintah seringkali membingungkan. Tak salah kalau KBK dipelesatkan oleh teman-teman guru menjadiKurikulum Bagaimana Kita, dan KTSP dipelesetkan menjadi Kurikulum Tidak Siap Pakai.

Seringkali, guru yang inspiratif dan kreatif mampu merombak kurikulum yang jelek (baca tidak siap pakai) itu menjadi pembelajaran yang mengundang, dan menyenangkan bagi peserta didiknya. Persoalannya bukan pada kurikulumnya, tetapi pada cara mengajar guru. Pemerintah sudah mengakui itu. Jika pemerintah sadar mutu pendidikan tak tergantung kurikulum, lalu untuk apa kita menghamburkan dana 800 miliar untuk kurikulum 2013 ?

Perlu diapresiasi pernyataan Pak Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemdikbud akan menata ulang peran guru-guru TIK yang sesuai karakteristik sekolah. Semoga pihak Kemdikbud dapat mengundang perwakilan para guru TIK yang menjadi pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di seluruh Indonesia.

Hasil diskusi saya dengan Pak Romlan Syukur, Wakil Kepala Pengembang Labschool, beliau menceritakan guru TIK akan tetap mengajar pelajaran di bidang TIK. Hanya saja, mungkin namanya sudah berganti bukan TIK lagi. Materipun lebih dikembangkan sehingga membuat peserta didik menjadi produsen pengetahuan di bidang TIK, dan bukan hanya menjadi konsumen TIK saja. Guru TIK justru akan mendapatkan tantangan baru. Guru TIK dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam penerapan kurikulum 2013 ini.

Jadi, Benarkah Guru TIK akan Tersisih di Kurikulum 2013? Jawabnya, guru TIK tak akan pernah tersisih, bila mereka terus membangun kepercayaan diri, dan meyakinkan pemerintah akan pentingnya mata pelajaran TIK ini dalam kurikulum kita. Pro dan kontra pasti terjadi. Dialog tentang hal ini sangat ramai sekali di blog https://wijayalabs.com/2013/05/11/kenapa-pelajaran-tik-dihapuskan-dalam-kurikulum-2013-ini-jawabannya/ . Mohon komentarnya!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

12 People reacted on this

  1. Walaupun guru TIK galau tapi kami yakin ini yang terbaik demi generasi masa yang akan datang, namun alangkah bijaknya apabila kegalauan ini diapreasi oleh pak menteri agar peraturan dan aturan guru TIK mendapat tempat yang layak sesuai dengan legalitasnya sebagi guru profesional di bidang TIK aturan yang pastinya tolong diperjelas tugas pokok dan kewajibannya karena Juli sebentar lagi semoga Allah memberikanm jalan yang terbaik sabarlah guru TIK

  2. Bersabarlah.Kurikulum konyol dan ngawur ini tidak akan bertahan lama.Mendikbud sekarang tinggal menjabat setahun lagi,itupun kalau tidak ada kudeta,dan tidak akan terpilih kembali.

  3. Saran saya guru TIK yang basic pendidikannya Teknik Informatika leburkan saja ke matematika karena waktu kuliah kita banyak dapat matakuliah matematika seperti matematika deskrip, aljabar linier, metode numerik, kalkulus dasar, kalkulus lanjut dan lain-lain.
    Untuk guru TIK bukan basic Teknik Informatika kembalikan ke asalnya karena guru banyak yang di-TIK-kannya

  4. Saran saya, guru tik sebaiknya melebur ke guru mapel matematika karena waktu kuliah jurusan teknik informatika kebanyakan matematika seperti kalkulus 1, logika matematika, kalkulus 2, matematika diskrit, kalkulus lanjut, aljabar linier dan matriks, statistik dasar, statistik lanjut, dan metode numerik. Sedangkan guru yang di-tik-kan sebaiknya kembali ke basic karena banyak mapel fisika mengajar tik, biologi mengajar tik, dan lain-lain.
    Mengenai bisa diterima atau tidak oleh sekolah karena dihawatirkan guru mapel matematika yang sudah ada sekolah tidak menerima atau kecemburuan. Sebaiknya pemerintah memberikan aturan supaya tidak terjadi seperti ini (kecemburuan).

  5. Pak menteri yang jabatannya tinggal menghitung hari menghabur hamburkan uang negara yang katanya untuk kurikulum 2013, sampai saat ini saja masih banyak guru yang bingung tentang kurikulum 2013. Ganti menteri ganti kebijakan . Guru TIK ngak perlu Galau percayalah pasti Allah akan memberikan azabnya buat orang – orang yang dzolim

    1. semoga allah memberi azab buat orang-orang yang dzolim dan memikirkan keuntungan pribadi, saya rasa ini disengaja agar pemuda indonesia dikemudian hari buta akan informasi sehingga mudah dijajah kembali dan salah satu caranya menghilangkan mata pelajaran tik

  6. selama indonesia ada dibawah naungan pancasila maka teman-teman guru tik se-indonesia tidak perlu kuatir tentang hilangnya mata pelajaran Tik, memang sebagai guru yang sudah mendapat sertifikasi dimana pengakuan ini merupakan pngakuan terhormat yang dituang dalam undang-undang profesi guru maka pihak pemerintah pula yang bertanggungjawab dan mencari selusi yang terbaik untuk guru tik diseluruh indonesia, dan lebih khususnya LPMP yang berada di pusat. saya percaya pemerintah tidak mengorban anak – anak bangsa yang sudah diakui profesinya sehingga tidak ada kata diskriminasi dikalangan pendidik. salamku untuk rekan….

  7. Guru TIK tidak akan tersisih, itu hanya judul head line dari sebuah tajuk harian agar pembaca terperangah untuk membacanya, khususnya bagi guru yang mengampu matapelajaran yang menjadi head line tersebut. Pemerintah dalam hal ini Kemendiknas tidak segegabah menganulir guru TIK yang sudah ada apalagi telah mendapat sertifikasi dimana pengakuan ini merupakan pngakuan terhormat yang dituang dalam undang-undang profesi guru maka pihak pemerintah pula yang bertanggungjawab dan mencari selusi yang terbaik untuk guru tik diseluruh indonesia, saya percaya pemerintah tidak mengorbankan anak – anak bangsa yang sudah diakui profesinya. Orang-orang diatas insyallah mempunyai visi dan misi yang jelas kedepannya demi kepentingan penerus bangsa. Seperti hasil diskusi Pak Romlan Syukur, Wakil Kepala Pengembang Labschool, beliau menceritakan guru TIK akan tetap mengajar pelajaran di bidang TIK. Hanya saja, mungkin namanya sudah berganti bukan TIK lagi. Materipun lebih dikembangkan sehingga membuat peserta didik menjadi produsen pengetahuan di bidang TIK, dan bukan hanya menjadi konsumen TIK saja. Guru TIK justru akan mendapatkan tantangan baru. Guru TIK dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam penerapan kurikulum 2013 ini.TIK justru akan semakin berkembang kalau dahulu hanya tingkat SMP atau SMA/MA & SMK saja ( itupun tidak semua sekolah)yang mendapatkannya sekarang di SD-pun sudah harus diajarkan, maka sekarang TIK sudah harus includ pada semua mata pelajaran atau mata diklat, dan sekarang tinggal bagaimana cara mengatur untuk menyampaikannya. Nah dalam hal ini Kurikulum 2013 (K-13)pasti lebih oke dalam hal pengaturannya. Hebat ‘kan TIK ! … demikian dari saya yang pernah juga mengajar TIK / KKPI di salah satu SMK Kab.Banjar Kalsel , terima kasih atas atensi kawan-kawan, semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.