Siang tadi, saya diminta oleh Kelompok Peneliti Muda (KPM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk menjadi pembicara Seminar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di aula perpustakaan UNJ. Tadinya saya berpikir paling-paling yang datang hanya sedikit dan tidak lebih dari 20 orang mahasiswa. Namun perkiraan saya meleset. Ternyata yang datang ke seminar itu cukup banyak. Bila dihitung dengan panitianya bisa lebih dari 100 orang-an.
Enak dan Tidaknya Pergi ke Sekolah Pukul 06.30 Pagi.
Belakangan ini terjadi pro dan kontra tentang dimajukannya jam mulai belajar sekolah di DKI Jakarta dari pukul 07.00 menjadi pukul 06.30 pagi. Banyak yang berteriak lantang untuk menolak dan banyak pula yang justru sangat mendukung. Bahkan hampir seratus persen sekolah di Jakarta mendukung imbauan ini.
Mensyukuri Nikmat Allah
SETELAH sholat Tahajud malam ini, seperti biasanya saya membuka laptop dan lalu saya buka program MP3. Mulailah terdengar Q.S. Ar-Rokhman dari dalam laptop saya. Enak di telinga dan teduh di hati. Alangkah indahnya bila kita sering mendengarkan kalam ilahi, memahami isinya dan melaksanakannya dalam kehidupan. Tentu kita akan termasuk orang yang senantiasa bersyukur. Mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa besarnya. Sehingga tak heran bila Beliau yang diatas menegur kita dengan firman-Nya, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Read More
Air, Api, dan Angin (3 Bala Tentara Allah)
PAGI ini seperti biasa saya kembali menghadapi banjir. Banjir sudah menjadi sahabat karib kami sekeluarga. Dari rumah saya sudah menyiapkan diri untuk berbanjir ria menuju ke sekolah. Nampaknya musibah banjir masih menjadi primadona berita bulan ini.
Read More
Langkanya Pencipta Lagu Anak-anak
Hari minggu ini saya full menemani anak-anak. Memperhatikan tingkah polah mereka. Kadang akur, kemudian bertengkar, lalu akur lagi. Mirip bangsa Palestina dan Israel. Perang lagi, akur lagi. Tapi memang harus ada yang mengalah. Peperangan harus dimusnahkan dari muka bumi dengan cara, salah satu harus ada yang mengalah. Jangan biarkan wanita dan anak-anak menjadi korbannya. Peperangan harus didamaikan, persis seperti kita mendamaikan anak kita yang sedang bertengkar. Biasanya kita selalu mengatakan, kakak harus mengalah sama adek. Adek harus menghormati kakak. Kalau sudah demikian, biasanya mereka mulai mengerti dan melakukan perdamaian, walaupun kadang kala sifatnya masih sementara. Masih ada yang merasa diperlakukan kurang adil.