Oleh Yudhistira ANM Massardi
KOMPAS.com – Di sekolah gratis yang kami kelola, TK-SD Batutis Al-Ilmi Bekasi, kurikulum diberikan secara individual, bukan massal, dan tidak disakral-sakralkan.
Hukum Rimba Dalam Dunia Pendidikan Kita
Sedih juga melihat bangsa ini. Mungkin para pendiri bangsa sedang bersedih di alam sana. Kita bersedih melihat bangsa ini yang menerapkan hukum rimba. Siapa yang kuat, dia yang berkuasa. Kita pasti tahu kasus Lapas Cebongan kan?
Begitupun dalam dunia pendidikan kita. Seringkali guru tak diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya. Organisasi guru pun terjebak dalam kerjasama kekuasaan. Akhirnya, kita belum melihat organisasi guru yang independent. Itulah mengapa para guru yang kritis, membuat sendiri organisasi guru. Organisasi guru yang benar-benar memperjuangkan nasib guru.
Contoh yang paling konkrit adalah akan diterapkannya kurikulum 2013. Kurikulum yang syarat dengan muatan politik, sehingga guru harus menerima apa adanya yang diinginkan sang penguasa. Tak ada lagi dialog, dan pokoknya harus diterapkan karena ini sangat urgensi sifatnya. Begitu kata petinggi kemendikbud. Guru dilarang untuk menolak kurikulum baru.
Katanya pendidikan kunci pembangunan. Bapak Wakil Presiden sudah menuliskannya di koran Kompas pada Senin, 27 Agustus 2012. Anda silahkan mencarinya di internet melalui mesin pencari google. Tetapi mengapa masih ada hukum rimba adalam dunia pendidikan kita? Pokoknya guru harus menerima apapun yang diminta sang penguasa. Guru tak lagi sebuah profesi yang merdeka.
Kabar buruk yang diterima dari bertbagai daerah adalah ditundanya teman-teman pengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengikuti sertfikasi guru, dan Uji Kompetensi Guru (UKG). Mata pelajaran ini akan dihilangkan pada kurikulum 2013. Padahal kurikulum 2013 belum lagi diterapkan, tetapi peraturannya kok sudah diterapkan sekarang?
Inilah bukti bahwa hukum rimba masih terjadi dalam dunia pendidikan kita. Para guru yang sudah lulus sertifikasi pun tetap mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan. Hal yang seringkali terjadi adalah pemberkasan untuk verifikasi data seringkali mendadak, dan akibatnya guru banyak yang meninggalkan kelas demi untuk mengurus administrasi sertifikasi guru.
Ketika peserta didik mengalami penurunan nilai, guru selalu disalahkan. Ketika anak-anak Indonesia kalah bersaing dalam bidang Sains dan Matematika dengan negara lainnya, guru lagi yang sering disalahkan. Namun guru tetap tersenyum, dan tak pernah sekalipun mengeluh. Kami tetap berjuang tanpa harus banyak bicara. Kami tetap bertekad untuk mencerdaskan bangsa ini.
Hukum rimba dalam dunia pendidikan kita semoga segera berakhir. Para guru harus bersatu dan tidak lagi bergerak sendiri-sendiri. Mari kita seperti tubuh yang menyatu. Bila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka kita semua merasakannya. Saya hanya bisa berdoa, semoga hukum rimba segera hilang dalam dunia pendidikan kita.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Kegalauan Guru di Kurikulum Baru
Sudah sepuluh kali kurikulum berganti
Tapi mengapa tak pernah ada evaluasi?
Tinggallah para guru gigit jari
Kemana tanya hendak dicari?
#
Sebentar lagi tahun ajaran baru
Katanya ada kurikulum baru
Informasipun selalu diserbu
Tapi mengapa justru membingungkan guru?
#
Kurikulum 2006 akan tinggal kenangan
Buku sekolah elektronik pun akan hilang
Ganti buku katanya adalah tantangan
Beginikah nasib buku yang akan dipegang?
#
Kegalauan guru di kurikulum baru
Semoga tak membuat galau murid-muridnya
Sabarlah sebentar menunggu kurikulum baru
Pastilah engkau akan dapat kabar beritanya
#
Katanya pemerintah sedang mematangkan konsep pelatihan guru
Banyak sekolah dipilih mereka berdasarkan kriteria
Semoga tak pilih kasih, benar-benar sekolah bermutu
Katanya sih yang terakreditasi A
#
Banyak guru yang gelisah dan resah
Sebab pelajarannya tak ada di kurikulum baru
Mau bertanya pada siapa, semua yang ditanya terlihat ogah
Tinggallah guru bingung sendiri di kurikulum baru
#
Sejak kemerdekaan RI
Kurikulum sudah berubah sembilan kali
Tidak masalah bagi kami
Sebab cara mengajar kami tetap itu-itu lagi
#
Semua matpel harus berkontribusi terhadap sikap, keterampilan, dan pengetahuan
Itulah kalimat yang kami dapat dari kurikulum baru
Segudang tanya masih tak terjawab wahai tuan-tuan
Kontribusi guru di kurikulum baru masih terlihat semu
#
Kegalauan guru di kurikulum baru
Semoga tak menular kepada dosen yang menularkan ilmunya kepada guru
Kalau dosen sampai galau, mahasiswa pasti juga akan galau tentunya
Kalau mahasiswa galau, pergantian rezim akan jadi akibatnya.
#
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Tunda Dulu Penerapan Kurikulum 2013
Penerapan Kurikulum 2013 Sebaiknya Ditunda!
Saya belum menemukan solusi jitu dari persoalan kurikulum di negeri ini. Namun sebuah hal yang pasti kurikulum itu bukan kitab suci. Dia bisa dirubah setelah dilakukan sebuah evaluasi. Namun sayangnya, evaluasi itu seringkali tidak transparan dan tidak berdasarkan hasil penelitian yang akurat. Sehingga wajar bila banyak kalangan yang meragukan kurikulum 2013. Apalagi tahun 2014 kita semua akan memilih presiden baru, tentu akan banyak perubahan kebijakan di tahun itu seputar pendidikan. Bisa jadi, kurikulum 2013 hanya akan berlaku satu tahun saja. Bukankah ini sesuatu yang sangat disayangkan?
Tak bisa dipungkiri bahwa ganti menteri akan berganti kurikulum. Setiap pergantian kurikulum itu, kami para guru harus dipaksa menerima kurikulum baru itu. Akibatnya, banyak guru yang tidak siap mengimplementasikan kurikulum baru itu sebab mereka belum memahami sepenuhnya konsep dasar dari kurikulum baru tersebut.
Omjay Juara Kedua Lomba Pidato Nasional OJK
Omjay
Omjay Pidato
Omjay Pidato
Alhamdulillah, Omjay mendapatkan Juara Kedua Lomba Pidato Nasional Otoritas Jasa Keuangan di Hotel Indonesia Kemphinski Jakarta Pusat pada 14-15 Maret 2013