Month: February 2013

Posted on: February 28, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Presentasi 6 Menit di Pecha Kucha Jakarta Vol.13

Rabu, 27 Februari 2013 saya diminta menjadi salah satu pembicara Pecha Kucha Jakarta vol.13 di Es Teler 77 Resto Jakarta Selatan. Ada 11 pembicara yang diminta tampil dan mempresentasikan materinya selama 6 menit. Tema yang diusung adalah Creation: Creative Education atau pendidikan kreatif.

Posted on: February 28, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Guru, Dosen, Buku, dan Kurikulum Baru

Begitu banyak tulisan tentang guru di berbagai media. Seolah-olah hanya guru yang disalahkan dalam lemahnya ranah pendidikan di negeri ini. Para dosen di perguruan tinggi tak mau disalahkan, sebab kunci kuatnya pendidikan terletak pada guru. Padahal kita melihat, kualitas guru kita menjadi kurang baik lantaran rendahnya mutu dosen di tingkat perguruan tinggi . Terutama dosen-dosen di lembaga pencetak para guru. Silahkan anda lakukan penelitian, pastilah anda akan mendapatkan kenyataan itu.…

Posted on: February 27, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Guru dan Perubahan Kurikulum

Sebenarnya, tulisan ini akan saya kirimkan ke media cetak. Tapi saya tak yakin akan lolos di meja redaksi. Sebab penulis hanya seorang guru biasa. Bukan pakar pendidikan, apalagi pakar kurikulum. Pastilah tulisan ini akan ditolak dan dikembalikan.  Begitulah prasangka saya yang terbiasa menulis di blog.

Posted on: February 25, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 4

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Kampus UNJ Rawamangun Jakarta Timur

Akhirnya datang juga hari itu. Hari yang ditunggu oleh para guru yang ingin belajar dan berbagi ilmu PTK. Sekitar 50 orang guru hadir di Aula Wisma UNJ Rawamangun pada hari Minggu, 24 April 2013. Meskipun hari libur, mereka tetap semangat untuk belajar menulis proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan melaporkannya. Kegiatan diulai dari pukul 08.00wib sampai pukul 18.00 wib.

Posted on: February 25, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Digital Immigrants dan Digital Natives

Anak kita tumbuh dalam perkembangan teknologi yang berkembang dengan cepat. Anak-anak kita berpikir dan berbicara dengan cara yang berbeda. Dalam dunia teknologi masa kini, para guru dan orang tua di ibaratkan sebagai ‘pendatang’ dalam dunia teknologi digital (Digital Immigrants) sementara para siswa atau anak-anak di zaman ini disebut sebagai para ‘penduduk asli’ di dunia digital (Digital Natives).

Posted on: February 25, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Mensyukuri Nikmat Allah

Setelah sholat Tahajud malam ini, seperti biasanya saya membuka laptop, dan lalu membuka program MP3. Mulailah terdengar Q.S. Ar-Rokhman dari dalam laptop saya itu. Enak di telinga dan teduh di hati. Alangkah indahnya bila kita sering mendengarkan kalam ilahi, memahami isinya dan melaksanakannya dalam kehidupan. Tentu kita akan termasuk orang yang senantiasa bersyukur. Mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa besarnya. Sehingga tak heran bila Beliau yang diatas menegur kita dengan…

Posted on: February 21, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Kurikulum Baru Itu Dibuat Tergesa-Tergesa

Sebagai seorang guru, saya sudah harus siap apapun kurikulumnya. Tak boleh menolak, dan harus menjalankan kurikulum itu dengan baik sesuai dengan kehendak pemerintah. Kami di kelas harus mampu menterjemahkan kurikulum menjadi mata pelajaran yang menarik perhatian peserta didik. Masalah metode pembelajaran, silahkan dicoba sendiri kalau ingin menjadi guru kreatif. Pemerintah seolah lepas tangan dalam pelatihan guru.

Posted on: February 21, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Kesombongan Seorang Penulis

Kesombongan akan berbuah ketidakbahagiaan. Siapa yang sombong pastilah tidak disukai oleh orang lain. Oleh karena itu, saya selalu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat sombong.