Pagi ini, Minggu 26 Desember 2010 saya dan istri berjalan-jalan ke tegal lega bandung sambil berolah raga. Dari rumah kami sengaja tak naik kendaraan atau angkot. Kami berjalan kaki dari rumah menuju tegal legal. Menyusuri jalam peta lingkar selatan yang panjang dari pasir koja. Banyak cerita yang ingin saya sampaikan dalam postingan ini, lengkap dengan foto-foto yang omjay ambil sambil berjalan kaki bersama istri.
Simposium dan Lokakarya Kediklatan Jakarta Islamic Center (JIC)
Kamis-Jum’at, 23-24 Desember 2010 saya diundang untuk menjadi peserta simposium dan lokakarya Jakarta Islamic School (JIC). Tema dari kegiatan ini adalah memperkuat peran JIC sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk memajukan peradaban Islam.
Indahnya Bermalam Natal di Pantai Carnaval Ancol
Semalam kami sekeluarga pergi bermalam natal di pantai Carnaval ancol. Indah sekali pemandangan di pantai carnaval ancol itu. Kami sekeluarga menikmati keindahan pantai di malam itu dengan memuji kebesaran yang Maha Kuasa. Allah SWT.
Sebenarnya kepergian kami ke ancol tidak direncanakan. Kami hanya ingin jalan-jalan di seputaran Jakarta saja. Tiba-tiba saja ancol menjadi pilihan kami malam itu. Langsunglah kakak ipar saya memacu mobil kijangnya menuju ancol.
Workshop Pembelajaran Berbasis Online For Super Teacher
Hari ini, saya mengikuti kegiatan workshop pembelajaran berbasis online menggunakan moodle yang diperuntukkan untuk para guru super di sekolah Labschool Rawamangun Jakarta Timur.
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 22 s.d. 24 Desember 2010. Para peserta yang merupakan guru terpilih dari beberapa unit sekolah yang ada di lingkunganLabschool Jakarta (Rawamangun dan Kebayoran) akan menginap di Wisma Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang gedungnya bersebelahan dengan Labschool Jakarta.
Selamat Hari Ibu

Malam ini saya tak bisa tidur. Saya pandangi foto almarhum ibu. Sedih rasanya ditinggalkan olehnya. Tahun 1998, ibu dipanggil Allah. Sedih rasanya hati ini. Penyakit hipertensi telah merenggut nyawanya.
Ditinggal ibu untuk selama-lamanya membuat saya menangis di malam sunyi. Di depan orang-orang saya terlihat tegar. Padahal sebenarnya saya rapuh. Sebab saya tak siap kehilangan ibu. Saya belum berbakti penuh kepadanya. Saya belum sempat membalas semua jasa kebaikannya.
Saya masih ingat ketika saya mau ujian skripsi. Ibu berpuasa untuk saya. Hari itu bertepatan dengan hari ibu, 22 Desember 1994. Ibu lah yang banyak mendorong saya sehingga lulus sarjana tepat waktu. Ibu pulalah yang memberi inspirasi saya untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang banyak.



