Alhamdulillah, akhirnya muncul juga sosok Omjay di Harian Kompas pagi ini Selasa, 28 Mei 2013. Semoga dapat memotivasi dan menginspirasi guru-guru lainnya di Indonesia.
Wijaya Kusumah, Guru yang Suka Menulis dan “Nge-blog”
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi
Alhamdulillah, akhirnya muncul juga sosok Omjay di Harian Kompas pagi ini Selasa, 28 Mei 2013. Semoga dapat memotivasi dan menginspirasi guru-guru lainnya di Indonesia.
Wijaya Kusumah, Guru yang Suka Menulis dan “Nge-blog”
Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd, Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1970. Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyelesaikan pendidikan S2 pada Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Pascasarjana UNJ (2007-2010) dan akan melanjutkan pendidikan ke S3 Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Eduprenership, Pendidikan Karakter Bangsa, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah
berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis.
Tebarkan hikmah Ramadhan, walaupun kita sudah tak berada di bulan suci. Itulah yang menjadi fokus tulisan saya saat ini. Di malam yang dingin di kota bandung, saya paksakan diri untuk menulis dari hati. Sebab sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan suci Ramadhan tahun ini. Tentu ada kesedihan ditinggalkan oeh bulan suci Ramadhan. Namun, dinatara kesedihan juga ada kebahagian bila kita mencapai kemenangan. Artinya kita akan bergembira di bulan syawal, dan kembali fitri di hari raya idul fitri.
Dalam rangka memperingati hari Pendidikan nasional dan kebangkitan nasional yang jatuh pada 2 Mei, dan 20 Mei 2012, Blog pendidikan wijayalabs.com mengumumkan pemenang lomba menulis atau kompetisi blog kedua yang mengangkat tema “Peran Guru dalam Mewujudkan Keadilan Pendidikan Secara Nasional, dan bangkitnya para guru untuk mengkampanyekan gerakan guru menulis dan melek internet”.
PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER MELALUI TIK
Oleh Wijaya Kusumah
(Disampaikan dalam SEMINAR INTERNASIONAL BAHASA DAN BUDAYA MILAD KE – 25 FAKULTAS SASTRA UMI Makasar, 28-29Juni 2012)
Pendahuluan
Fenomena pendidikan karakter sedang mengumandangkan resonansinya di setiap alam ide praktisi pendidikan, mulai dari penatar konsep hingga penatar praktik. Penulis berharap, konsep pendidikan seperti ini dapat dinikmati oleh seluruh institusi pendidikan di Indonesia, sehingga jelas evaluasinya pada saat berbenturan dengan kelemahannya. Kita akan temukan generasi baru yang santun berbahasa dan berbudaya melalui TIK.