
Memberikan Buku PTK kepada Menristek RI, bapak Kusmayanto Kadiman
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi

Memberikan Buku PTK kepada Menristek RI, bapak Kusmayanto Kadiman
Sejak saya bergabung dalam blog ini, saya merasakan ada sesuatu yang membuat minat saya dalam menulis begitu besar. Selain itu, di dalam blog kompasiana ini saya menemukan warna-warni kehidupan. Ada dokter yang selalu menulis tentang kesehatan, ada profesor yang menulis beraneka ragam tulisan dari yang ringan sampai yang ilmiah, ada mantan jendral yang menganalisis perkembangan politik secara tajam, dan ada pula para wartawan yang menuliskan tentang perkembangan istana dan dunia. Masih banyak penulis lainnya. Dari berbagai macam profesi yang ada di dunia ini dan tulisannya pun sangat berisi dan bermakna.
Ketika saya baru mengenal internet, saya bingung apa yang harus saya lakukan. Maklumlah, saya termasuk anggota PDI (Penurunan Daya Ingat). Jadi apa yang sudah diajarkan oleh instruktur komputer itu cepat sekali lupanya. Saya masih ingat, betapa sulitnya saya membuat email, begitu pun ketika pertama kali saya membuat blog. Rasanya susah dan malas sekali mempraktikkannya.
SETELAH menurunkan tulisan dengan judul Malas Membaca yang dituangkan dalam 2 tulisan, saya ingin berbagi pula pemikiran tentang malas menulis. Mungkin tulisan-tulisan ini nantinya akan dikumpulkan oleh Bung Pepih dalam satu folder khusus yang bertajuk dengan “serial malas”. Malas adalah penyakit turunan yang melanda banyak orang Indonesia. Apakah benar demikian, tentunya masih memerlukan penelitian yang intensif oleh para ahli genetika barangkali. Tidak bermaksud untuk memperdalam masalah ini, akan tetapi, bila kita jujur, maka realita yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar dari kita adalah memang pemalas.
Oleh : Hernowo
Saya bersyukur dapat membaca “New Wave Marketing”-nya Hermawan Kartajaya (HK) di akhir tahun 2008. Buku pakar marketing ini ditulis dengan rileks namun “content”-nya tetap terjaga. HK menulis seperti berbicara–mengalir begitu saja. Ada 100 tulisan yang ditulis HK sejak 30 Agustus hingga 10 Desember 2008. Membaca karya terbaru HK ini mengingatkan saya ketika dahulu menerbitkan kumpulan tulisan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) berjudul “Secangkir Kopi Jon Pakir”. Tulisan-tulisan Cak Nun di sini juga mengalir, diciptakan oleh Cak Nun setiap hari untuk Harian “Masa Kini” di Jogja.
Read More