Minggu, 7 April 2013 adalah tanggal yang tak pernah terlupakan oleh saya sebagai seorang guru. Sekitar 200 orag guru hadir di Aula perpustakaan unj Rawamangun Jaktim. Mungkin ini adalah sejarah baru, dimana para guru yang kritis berani berbicara kepada pemerintah dan mengkritisi kebijakannya.
Kemendikbud Ternyata Tidak Siap Dikritik
Kemendikbud ternyata tidak siap menerima kritik dan menganggap guru harus siap menerima kurikulum 2013 yang masih harus disempurnakan. Saran menunda atau ada yang bahkan menolak kurikulum ini sudah tidak dianggap lagi. Jadi jelas terlihat bahwa guru bukan pemain inti, dan pemerintahlah yang terbukti menjadi pemain inti dengan pendekatan kekuasaan.
Adalah pembohongan publik yang mengatakan para guru sudah siap dengan kurikulum baru. Kenyataan di lapangan guru belum siap dan belum tahu bentuk kurikulum 2013. Jadi alangkah baiknya pemerintah menunda lebih dulu kurikulum 2013 agar peserta didik tak menjadi korbannya.
Mari Ramai-ramai Menolak Kurikulum 2013
Mari tolak ramai-ramai kurikulum 2013
Hati saya sedih membaca keluhan teman-teman pengajar teknologi informasi dan komunikasi (tik) di smp dan sma. Mereka belum bisa ikut sertifikasi guru dan buat guru yang sudah lulus sertifikasi harus beralih ke mata pelajaran lainnya di smk untuk ikut uji kompetensi guru (ukg).


