Posted on: April 5, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 4

Kemendikbud Ternyata Tidak Siap Dikritik

Kemendikbud ternyata tidak siap menerima kritik dan menganggap guru harus siap menerima kurikulum 2013 yang masih harus disempurnakan. Saran menunda atau ada yang bahkan menolak kurikulum ini sudah tidak dianggap lagi. Jadi jelas terlihat bahwa guru bukan pemain inti, dan pemerintahlah yang terbukti menjadi pemain inti dengan pendekatan kekuasaan.

kurikulum 2013
kurikulum 2013

Adalah pembohongan publik yang mengatakan para guru sudah siap dengan kurikulum baru. Kenyataan di lapangan guru belum siap dan belum tahu bentuk kurikulum 2013. Jadi alangkah baiknya pemerintah menunda lebih dulu kurikulum 2013 agar peserta didik tak menjadi korbannya.

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang disosialisasikan dengan pendekatan kekuasaan dan bukan akademik. Keprofesionalan guru diabaikan. Tolak kurikulum yang belum dikaji secara ilmiah, lalu ucapkan bismillah untuk menolak kurikulum 2013 atau menundanya sampai siap pakai dan disempurnakan. Awasi uang rakyat 2,49 trilyun dari koruptor intelektual dan berpendidikan tinggi.

Anggota DPR RI Komisi X Bidang pendidikan mengatakan bahwa mereka belum menyetujui anggaran kurikulum yang diminta kemendikbud. Padahal di media pak Mendikbud, M. Nuh bilang DPR sudah setuju. Bukankah ini kebohongan publik namanya?

Hal yang terasa dipaksakan adalah ketika Mendikbud mengatakan dari sisi konsep dan materi kurikulum 2013 sangat bagus dibandingkan kurikulum sebelumnya. Benarkah? Wong yang bilang bagus yang bikin kok!, hehehe.

Nusa Putra menuliskan dalam artikelnya. Kurikulum boleh berganti, bahkan setiap hari. Tetapi gurulah yang akan menentukan apakah ia mau menggunakan kurikulum itu atau mengembangkan programnya sendiri. Paling tidak selama ini secara empiris mazhab guru bisa membuktikan keyakinannya bahwa guru yang menentukan.

Coba Perhatikan sudah berapa kali kurikulum berubah, dan cermati apa yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas. Ternyata kebanyakan guru keadaannya mirip sebuah syair lagu pop Indonesia Dian Pisesa yaitu aku masih seperti yang dulu………

Oleh karena itu para penganut mazhab guru percaya, bila hendak meningkatkan mutu pendidikan mulailah dari meningkatkan mutu guru, kutukulum eh kurikulum menyusul. Bukan sebaliknya, perbaiki kurikulum dulu baru urusi guru. Mereka yakin usaha dengan model seperti ini insya Allah akan gagal. Lihat saja fakta empiris pendidikan kita, sudah berapa kali kita mengganti kurikulum, apakah pendidikan kita meningkat mutunya?

Lalu apa pendapat facebooker tentang hal ini?

  • Marno Fauzan Kata orang yang terlibat dalam penyusunan di tingkat atas/elite pun belum siap/paham dengan kurikulum baru itu, bagaimana dengaan guru. pembohongan lagi.
  • A Muzi Marpaung ada banyak alasan mengapa kurikulum 2013 layak untuk ditolak. pertama, ia dibuat tidak berdasarkan kajian ilmiah. kajian yang dilakukan oleh PUSKUR selama beberapa tahun sebatas merekomendasikan revisi terhadap KTSP. jadi, perombakan total kurikulum murni kebijakan politik. Kedua, bahan uji publik yang dipublikasikan oleh kantor KEMDIKBUD sebatas file powerpoint yang berisi uraian global, tidak menyertakan KI dan KD. Di sini masalahnya, KD pada kurikulum 2013 ini banyak yang tidak bernalar. hubungan antara KI dan KD tampak dipaksakan sudah banyak yang menyampaikan ini baik melalui media publik resmi maupun tak resmi. Ketiga kurikulum tematik-integratif yang diusung oleh kurikulum 2013 sesungguhnya tidaklah tematik, apalagi integratif. yang terjadi adalah campur-campur saja. peleburan IPA dan IPS ke dalam Bahasa Indonesia dan Matematika dilakukan dengan semangat sekadar tempel. Keempat, kurikulum baru ini mengabaikan keragaman Indonesia yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Semua anak di negeri ini akan belajar materi yang sama. Silabusnya sudah dibuatkan oleh pusat untuk semua daerah. Kebijakan ini akan melemahkan posisi Indonesia di masa datang. Jika kita hendak bersaing dengan dunia global, maka salah satunya adalah dengan seksama melihat apa yang kita punya. Masih banyak alasan yang lain.
  • Salmi Supriatin · 5 mutual friends

    sepertinya malu mengakui kesalahan dan kekurangan serta kelemahan itu merupakan gengsi apalagi untuk meminta maaf, tidak kaliye. itu tanda suatu kesombongan yang luar biasa parah deh

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

4 People reacted on this

  1. Jika ada negara Eropa yang bisa memberikan suaka,saya akan membawa mereka kesana karena saya sebagai guru tidak lagi percaya kepada kebijakan pemerintah terutama dalam pendidikan yang ternyata sangat tidak bijak untuk kita laksanakan.

  2. Jika ada negara Eropa yang bisa memberikan suaka,saya akan membawa murid-murid saya kesana karena saya sebagai guru tidak lagi percaya kepada kebijakan pemerintah terutama dalam pendidikan yang ternyata sangat tidak bijak untuk kita laksanakan.

  3. Kepada Kemendikbud dan para pembaca,

    Sebagai orangtua murid eks-RSBI SD negeri di Jawa Tengah, izinkanlah kami memberikan masukan agar kurikulum 2013 dibatalkan karena:
    1.Ada kesenjangan yang sangat jauh antara kurikulum 2013 dengan kurikulum RSBI,dan ini sangat merugikan siswa eks-RSBI. Siswa RSBI sudah terbiasa mendapatkan pelajaran dengan materi yang jauh lebih tinggi dan sulit,KKM tinggi.Kalau kurikulum 2013 dipakai sama artinya dengan kemunduran mutu pendidikan. Benar kata Adik Galang,kurikulum 2013 ini sangat dangkal.Pemerintah harus memberikan kurikulum yang sesuai dengan tingkatan pelajaran yang telah didapat oleh anak eks-RSBI.Lebih baik lagi kalau sekolah eks-RSBI tetap diizinkan memakai kurikulum RSBI.
    2.Kurikulum 2013 dibuat tergesa-gesa tanpa riset yang cukup terhadap kurikulum sebelumnya,yaitu KTSP dan outputnya. Tirulah negara Eropa yang tidak mudah mengganti kurikulum. Mereka mengganti kurikulum setelah 50 tahun dan dengan pemikiran yang matang.
    3.Kurikulum bukan sekedar proyek pemerintah,jadi perlu dengar pendapat dalam ruang lingkup yang luas. Guru,murid,praktisi pendidikan,dan orangtua murid perlu dilibatkan dalam pembuatan kurikulum.
    4.Uji publik belum dilakukan tetapi Mendikbud sudah memanggil penerbit buku.Ada apa Pak?Rakyat curiga nih.
    5.Anggaran kurikulum 2013 yang makin membengkak, dikhawatirkan rawan mark up dan korupsi.2,49 trilyun itu jerih payah rakyat jadi jangan dihambur-hamburkan.
    6.Kurikulum 2013 belum jelas kelanjutannya karena Mendikbud tinggal menjabat setahun lagi dan pasti diganti.
    Demikianlah surat saya.Harap menjadikan perhatian dan pertimbangan dalam memutuskan sesuatu agar tidak merugikan rakyat.Sebagai pemimpin contohkanlah demokrasi dan bukan otoriter.Terimakasih.

    1. Saya kurang setuju dengan kurikulum 2013 karena:
      1.Kurikulum 2013 belum matang karena dibuat secara tergesa-gesa tanpa evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya. 2.Kurikulum 2013 terkesan hanya proyek Kemendikbud dengan anggaran yang terus menerus meroket.3.Kurikulum 2013 dibuat dengan menabarak dasar hukum UU Sisdiknas 4.Kurikulum 2013 tidak jelas kelanjutan dan pertanggungjawabannya karena masa jabatan Mendikbud tinggal setahun lagi dan tidak mungkin terpilih kembali.5.Kurikulum 2015 tidak sesuai dengan sekolah eks-RSBI karena materinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan kurikulum RSBI. 6.Kurikulum 2013 adalah kekerasan dan hukum rimba dalam dunia pendidikan,bagi anak/pelajar,bagi guru/pengajar dan bagi masyarakat luas. 7.Kurikulum 2013 tidak memperhatikan kesinambungan pendidikan, tetapi hanya menciptakan pembodohan belaka. 8.Kurikulum 2013 adalah proyek yang rawan korupsi.
      TOLAK KURIKULUM 2013.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.