Perjuangan Seorang Guru TIK (Kisah Nyata Wijaya Kusumah)

Kisah Nyata Omjay (Perjuangan Seorang Guru TIK)

Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah

Inilah sebuah kisah nyata seorang guru. Bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, tapi ingin memotivasi kawan guru lainnya. Sebab Allah sangat tidak suka dengan orang yang sombong dan membanggakan diri.

Kisah Nyata Omjay


Alhamdulillah. Malam itu saya menangis haru. Selalu bersyukur kepada Allah sang Maha Pemberi Rezeki. Sudah diatur rezeki kita masing masing dan tak akan tertukar. Jadilah manusia yang pandai bersyukur.


Ayo semangat. Akan banyak kejutan rezeki setelah kita berprestasi dan menginspirasi. Niatkan untuk selalu berbagi. Uang yang didapat adalah bonusnya. Ridho Allah lebih utama.


Omjay juga awalnya tidak percaya. Malam sebelum kami berangkat, semua peserta yang akan berangkat ke luar negeri tanda tangan uang saku sebesar 21 juta. Jumlah yang cukup besar bagi kami yang menjadi guru.


Kami semua bersyukur karena tidak mengira dikasih uang saku sebanyak itu. Besok paginya banyak yang ke money changer tukar uang yuan china. Ada juga yang memang dari awal meminta dalam bentuk Yuan, mata uang china.

Jadi benar kata pepatah. Banyak memberi akan banyak menerima. “Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”.

Setiap lomba guru diikuti saja sambil santai. Menurut teman guru dari bengkulu, faktor keberuntungan itu membawa dirinya pergi ke luar negeri. Jadi bukan karena pintar. Faktor X terkadang memang berpengaruh. Berdoa dan berusaha itu kuncinya. Kreativititas guru itu pintunya.

Satu lagi pengalaman omjay. Ikut lomba inobel dan duta rumah belajar putekkom kemdikbud itu enaknya online. Jadi kita bisa belajar dari rumah masing masing dan tidak perlu meninggalkan sekolah atau rumah. Kalau lolos baru kemudian kita kopdar dan bertemu dengan guru guru hebat lainnya dari seluruh indonesia.


Semua biaya transportasi dan akomodsi serta uang saku diberikan oleh pustekkom kemdikbud. Kalau lolos perjuangannya terbayar sudah. Kalau tidak lolos jangan patah semangat. Tahun depan ikut lagi. Pak guru di daerah 3T gagal 2 tahun berturut turut. Tahun ketiga baru bisa lolos dan jadi juara mewakili Provinsinya.


Begitu juga kalau kita ikut lomba inovasi pembelajaran. Setiap tahun selalu ada dan naskah dikirimkan secara online. Website kesharlindung dikdas dan dikmen selalu diserbu para guru untuk mendapatkan informasi terbaru.


Jadi lombanya online dan kalau lolos akan dipanggil oleh kemdikbud ke Jakarta. Semua biaya akomodasi dan transportasi serta uang saku selama di jakarta diberikan oleh kemdikbud. Lelah menjadi lillah kalau semua itu dikerjakan dengan ikhlas dan riang gembira.


Pengalaman ibu Umi guru agama islam di SMP Negeri patut diacungi jempol. Tahun pertama dan kedua beliau gagal jadi juara. Beliau ikut lagi yang ketiga kalinya dan mendapatkan juara pertama. Hadiahnya berangkat ke negara Jepang. Pelajarannya adalah berkali kita gagal lekas bangkit dan cari akal. Berkali kita jatuh lekas berdiri jangan mengeluh.


Selama berada di china saya banyak belajar dari para juara olimpiade guru nasional atau ogn. Lalu guru berprestasi atau gupres serta juara duta rumah belajar pustekkom kemdikbud. Mereka memang layak jadi juara karena kerja kerasnya yang luar biasa.


Mereka itu memang multi talenta. Bisa nulis. Bisa nyanyi. Biasa pidato. Bahkan ada yang pintar menari dan menyanyi. Saya menyebutnya guru serba bisa. Mereka adalah guru guru milenial yang omjay kenal.


Cerita panjang ini sengaja omjay tulis. Ini sebenarnya kisah nyata dari kesedihan saya dengan hilangnya matpel tik dalam kurikulum 2013.
Waktu itu saya marah karena matpel yang saya ampu dihapus dalam kurikulum 2013. Lalu kemudian saya sadar. Daripada marah sama pemerintah, kenapa tidak buat karya inovasi pembelajaran TIK?
Lalu mulailah saya mewujudkan ide-ide tsb bekerjasama dengan guru lainnya.


Jadilah sebuah judul karya inobel, meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui pembuatan buku fiksi dan non fiksi.


Anak anak saya ajak bikin buku keroyokan. Setiap kelas menerbitkan 2 buah buku. Buku fiksi dan non fiksi. Jadilah 14 buku yg saya pamerkan di depan dewan juri inobel.


Buku dibuat dlm bentuk cetak dan digital sehingga semua orang bisa akses di blog saya di wijayalabs.com.


Alhamdulillah terpilih menjadi juara ketiga. Waktu itu dapat hadiah laptop dan uang sebesar 5 juta. Kemudian dari sponsor saya dapat hadiah umroh bersama istri tercinta.


Di tanah suci saya berdoa.


Pertama lulus dan selesai S3. Sudah 5 tahun saya belum lulus juga.


Kedua bisa belajar ke luar negeri untuk dapat ilmu baru.


Ketiga minta agar matpel TIK kembali ke dalam kurikulum.


Doa pertama sedang saya wujudkan dengan terus menerus mengumpulkan data penelitian. Judul desertasinya adalah pengelolaan blog di internet secara kolaboratif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa.


Doa kedua alhamdulillah terwujud dengan diberangkatkannya kami ke negara china utk belajar STEM. Selama 21 hari kami belajar stem dan budaya china yang fenomenal.


Doa ketiga adalah kembalinya matpel TIK dengan nama informatika pada tahun ajaran baru. Alhamdulillah sudah mulai terlihat wujudnya setelah kami diundang puskurbuk kemdikbud untuk membantu menyusun draft materinya. Tinggal menunggu pelatihannya di bulan Juli 2019.


Teruslah berjuang menjadi guru yg menginspirasi. Omjay berharap kawan kawan yang membaca ini untuk mendoakan omjay bisa selesai desertasinya dan mendapatkan gelar doktor pendidikan. Aamiin.


Salam blogger persahabatan

Omjay

Blog https://wijayalabs.com

Dari Menulis KuBeli Susu untuk Anakku (1)

1526866_10202884539862626_844787610_n

Semoga engkau mau membaca kisahku ini. Sebuah kisah nyata yang kutulis untuk memotivasimu dalam menulis. Jangan pernah beranggapan bahwa menulis tak akan membuat dirimu kaya. Justru dengan menulis kamu akan memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya. Kekayaan tak ternilai itu adalah kemampuan untuk selalu berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada pembaca melalui tulisan-tulisanmu.

Read More

Menulis itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Setelah mengobrol dengan pelatih Fotografi (pak Hotib) di ruang Tata Usaha SMP Labschool Jakarta, saya temukan koran kompas cetak edisi Selasa, 16 Juli 2013. Pada bagian halaman 33, saya temukan tokoh kompas kita, Donny Dhirgantoro. Beliau adalah penulis novel Best Seller 5 cm. Novel itu sudah masuk cetakan ke-30, dan terjual sebanyak 150.000 eksemplar.Novel ini kemudian difilmkan dan menjadi film yang banyak ditonton kawula muda Indonesia, karena menceritakan persahabatan lima muda-mudi, termasuk kisah mereka naik gunung.

Menulis Itu Pekerjaan yang Menyenangkan (dokumentasi Omjay)
Menulis Itu Pekerjaan yang Menyenangkan (dokumentasi Omjay)

Read More

Rumahku adalah Surga Dunia Bagiku

Rumahku adalah surgaku. Ungkapan ini memang tidaklah salah. Sebab kebahagian selalu dimulai dari keluarga. Pemerintahan yang terkecil dimulai dari sebuah keluarga. Ayah dan ibu adalah pimpinan keluarganya. Bila mereka sudah mampu menjadi orang tua yang baik, maka setiap anggota keluarga yang berada di dalamnya akan merasakan kebaikan pula. Itulah mengapa saya menyebutnya Rumahku adalah surga dunia bagiku.

 IMG_3726 Read More

Titik Balik: Dedikasi untuk Mereka yang Kurang Beruntung

omjay-kompas1

Sebagai orang yang dibesarkan dengan kondisi hidup sederhana atau ala kadarnya, saya tak pernah bermimpi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain biayanya yang sulit terjangkau perekonomian keluarga, tamat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah menjadi berkah tersendiri. Apalagi setelah lulus saya diterima di sebuah perusahaan perakitan motor yang cukup terkenal di Indonesia. Bekerja di pabrik motor menjadi satu-satunya pilihan untuk menghidupi diri sendiri.

Selama bekerja di pabrik motor tersebut, saya melihat teman-teman yang sudah puluhan tahun bekerja. Mereka nampak menikmati pekerjaannya dengan baik. Tak salah bila kemudian kalau mereka sangat professional di bidangnya.

Read More

Halal Bi Halal di Labschool Jakarta

Senin, 19 Agustus 2013 saya menghadiri kegiatan Halal Bi Halal keluarga besar Labschool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (YP-UNJ). Adapun yang menjadi tema halal bi halal kali ini adalah “momentum untuk meningkatkan hubungan manusia dengan menghargai perbedaan”.

Spanduk Halal Bi halal di Labschool Jakarta
Spanduk Halal Bi halal di Labschool Jakarta

Penceramah Halal Bi Halal yaitu Prof. Dr. Wijayanto (Guru Besar Universitas Gajah Mada). Acara berlangsung di gedung auditorium lantai 3 Labschool Rawamangun Jakarta Timur. Selain menjadi dosen, beliau juga pengasuh pondok pesantren dan pengelola pendidikan Islam di Yogyakarta.

  Read More

Halal Bi Halal RT-ku Yang Membahagiakan

Sabtu malam Minggu, 17 Agustus 2013, kami sekeluarga mengikuti acara halal bihalal keluarga besar RT 005, RW 10 di gedung serba guna Komplek TNI AL Jatibening Indah, Pondok Gede Bekasi. Acara dimulai tepat pukul 19.30 wib, dan dibuka langsung oleh pembawa acara yang begitu semangat membawakan acaranya.

Halal Bi Halal Rt.005/10 Komplek TNI AL Jatibening Indah Bekasi
Halal Bi Halal Rt.005/10 Komplek TNI AL Jatibening Indah Bekasi

Kami semua diminta berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan gagahnya. Tua-muda, laki-laki maupun perempuan menyatu dalam lagu Indonesia Raya yang begitu bergelora. Setelah itu, tampil pak ketua RT 005, Pak Purwo menyampaikan kata sambutannya. Beliau menyampaikan kata sambutannya singkat dan padat. Intinya mohon maaf lahir batin bila ada kesalahan.

  Read More