Begitu banyak tulisan tentang guru di berbagai media. Seolah-olah hanya guru yang disalahkan dalam lemahnya ranah pendidikan di negeri ini. Para dosen di perguruan tinggi tak mau disalahkan, sebab kunci kuatnya pendidikan terletak pada guru. Padahal kita melihat, kualitas guru kita menjadi kurang baik lantaran rendahnya mutu dosen di tingkat perguruan tinggi . Terutama dosen-dosen di lembaga pencetak para guru. Silahkan anda lakukan penelitian, pastilah anda akan mendapatkan kenyataan itu. Tak usah marah, mari kita sikapi dengan cara yang bijaksana.
Guru dan Perubahan Kurikulum
Sebenarnya, tulisan ini akan saya kirimkan ke media cetak. Tapi saya tak yakin akan lolos di meja redaksi. Sebab penulis hanya seorang guru biasa. Bukan pakar pendidikan, apalagi pakar kurikulum. Pastilah tulisan ini akan ditolak dan dikembalikan. Begitulah prasangka saya yang terbiasa menulis di blog.
Wahai Guru Disiplinlah Soal Waktu!
Waktu berganti begitu cepat. Dia tak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu gunakan selalu waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan waktu berlalu dari hal-hal yang kurang bermanfaat. Jangan biarkan waktu meninggalkanmu tanpa rekam jejak yang gemilang.
Guru dan Perubahan
http://edukasi.kompas.com/read/2013/02/07/10280942/Guru.dan.Perubahan
Oleh Rhenald Kasali
KOMPAS.com – Tak dapat disangkal, guru merupakan sosok penting yang mengawal perubahan di awal abad XXI.
Guru berpikir jauh ke d epan, bukan terbelenggu ilmu masa lalu, sebab tak banyak orang yang melihat anak-anak telah hidup di sebuah peradaban yang berbeda dengannya. Sementara kurikulum baru yang belum tentu sempurna sudah dihujat, kaum muda mengatakan kurikulum lama sudah tidak relevan mengisi masa depan mereka.
Terima Kasih Istriku, Engkau Telah Banyak Berjasa Kepada Teman-teman Guru
Tidak banyak orang tahu, dibalik kesuksesan seorang suami, disitu ada seorang istri yang mendampingi. Begitupun sebaliknya. Bila istrinya sukses, pastilah ada suami yang setia mendampinginya.
Tidak terkecuali dengan saya. Dibalik kesuksesan karir saya sebagai seorang guru, ada istri setia yang mendampingi, dan banyak memberikan saran yang brilian dan cerdas. Terkadang banyak celotehanmu menjadi ide yang dapat diwujudkan.
Terima kasih istriku. Berkat jasamu, Aku terpilih menjadi guru yang dianggap menginspirasi orang banyak. Tanpa bantuan dan dukunganmu, aku tak bisa berdiri tegak seperti sekarang. Aku pun tak bisa keliling Indonesia tanpa dukunganmu menjaga anak-anak kita.




