Rabu, 11 Juli 2012 di saat-saat warga DKI Jakarta memilih calon Gubernur dan wakilnya dalam pilkada Jakarta, saya justru diminta menjadi nara sumber menjadi guru tangguh berhati cahaya. Saya diminta hadir di SDIT Raudhatul Muttaqin yang terletak di Jl. Monitor No.1 Rt.03/09 Jatimakmur Pondok Gede, Bekasi.
Hebatnya Komunitas Cinta Menulis di Kota padang
Sehari di kota Padang dan berbagi pengalaman menjadi guru tangguh berhati cahaya kepada temen-temen mahasiswa-mahasiswi di universitas Bung Hatta Padang, membuat saya harus berterima kasih kepada panitia pelaksana yang mengundang saya ke ranah minang ini. Mereka adalah para mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Komunitas Cinta Menulis (KCM) yang kebanyakan pengurusnya adalah para mahasiswa-mahasiswi fakultas ekonomi universitas bung hatta. Di bawah kepemimpinan”Meler Sanjaya” yang nama aslinya saya sembunyikan, membuat komunitas ini begitu sangat bergairah untuk menumbuhkan budaya menulis di kalangan mahasiswa-mahasiswi di kota Padang.
Menulis Tak Semudah Membaca
Banyak teman guru yang menanyakan kepada saya betapa sulitnya menulis. Padahal menulis itu adalah sesuatu yang mudah, bila kita terbiasa melakukannya. Namun demikian, lebih mudah membaca daripada menulis. Hal itulah yang saya rasakan sendiri.

Bila anda membaca, maka anda cukup melakukan satu aktivitas saja. Tetapi bila anda menulis, maka ada dua aktivitas yang akan anda lakukan, yaitu menulis dan juga membaca.
Belajar dan Berbagi Pengalaman Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya di SMP Al Ihsan Babelan Bekasi
Senang sekali bisa berbagi pengalaman dan belajar menjadi guru tangguh berhati cahaya. Sekitar 25 orang guru di SMP Al Ihsan, Desa Hurip Jaya, Babelan Bekasi berkumpul di hari Sabtu, 21 Januari 2012 pukul 10.00 wib.
Berbagi Pengalaman Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya
Alhamdulillah, berkas hasil kerjasama antar pengurus ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi, dan dibantu oleh beberapa teman dari komunitas blogger bekasi, acara seminar nasional guru tangguh berhati cahaya berjalan dengan lancar.
Tepat pukul 13.00 WIB acara dibuka oleh MC, dan Pak Dahli Ahmad selaku Ketua IGI Bekasi memberikan sambutannya.
Setelah pak Dahli, MC yang dibawakan oleh ibu yayuk, meminta Mas aa gun untuk membacakan doa. Kami pun langsung mengamini, dan berharap acara seminar nasional ini berjalan dengan lancar.
Acara pun dimulai, dan kang yudhistira (dewan pakar IGI) memberikan keynote speaker guru tangguh berhati cahaya. Wow, sangat bagus sekali isinya. sayapun langsung meminta naskah yang beliau sampaikan.
Usai kang Yudhistira, Pak Dedi Dwitagama tampil membawakan materinya. Beliau bercerita tentang bagaimana caranya menjadi seorang guru tangguh berhati cahaya. Sayapun ikut menyimak apa yang beliau sampaikan dengan sangat baik sekali. Banyak guru tersenyum puas, dan merekapun merasakan manfaat dari materi yang disampaikan oleh pak Dedi.
Berikut foto-fotonya.:
Salam blogger persahabatan
omjay





