Hari ini, Minggu 16 Juli 2023, Omjay menonton siaran ulang adu gagasan tiga calon presiden di rapat kerja Nasional Apeksi. Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia mengadakannya di kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi
Hari ini, Minggu 16 Juli 2023, Omjay menonton siaran ulang adu gagasan tiga calon presiden di rapat kerja Nasional Apeksi. Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia mengadakannya di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Live Streaming on Youtube
https://youtube.com/live/J4X0Oy63-nc?feature=share
Setiap hari Selasa malam Rabu, APKS PGRI rutin melaksanakan kegiatan public speaking for teacher atau kelas BICARA. Pada malam hari ini, Omjay akan membagikan ilmu dan pengalamannya dalam rangka sosialisasi budaya positif.
Kegiatan kelas bicara ini bersertifikat 40 jam dan dirancang dalam 20 kali pertemuan online melalui aplikasi zoom dan live youtube. Kegiatan kelas bicara ini GRATIS dan terbuka untuk umum.
Menurut ilmu budaya positif yang dipelajari OmJay, budaya positif ada 6 macam yaitu :
Penjelasan yang pertama mengenai Perubahan paradigma stimulus respon, yaitu untuk membangun budaya yg positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang aman, dan nyaman agar siswa mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan selama ini di sekolah masing – masing.
Kemudian, Konsep budaya positif merupakan unsur utama dalam terwujudnya budaya positif yang dicita-citakan di sekolah. Kalau siswa bisa disiplin, pasti bisa belajar. Mendisiplinkan siswa adalah bagian yang paling menantang seorang guru.
Ketika mendengar kata “disiplin”, Kebanyakan orang akan menghubungkan kata disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan. Iya betul, dikatakan disiplin jika tidak melanggar tata tertib, peraturan, dan sebagainya. Antara yang melanggar peraturan dan yang tidak melanggar, pasti memiliki motivasi diri. Kenapa bisa melanggar? Kenapa bisa tertib?
Yuk kita kenali adanya 3 motivasi manusia yaitu :
Setelah diketahui motivasi yang mendasari perilaku melanggar, kemudian diketahui bersama adanya keyakinan kelas bahwa dalam pembentukan keyakinan kelas,
Dengan demikuan kesepakatan kelas itu dibuat, didiskusikan , dimusyawarahkan dengan seluruh warga kelas. Jadi seluruh warga kelas mengetahui secara jelas dengan rinciannya.
Selanjutnya dijelaskan pula oleh Dr. Wijaya Kusumah,M.Pd., mengenai 5 ( lima) kebutuhan dasar manusia.
Semua tindakan yg dilakukan di kelas harus dapat menciptakan sebuah lingkungan positif, aman dan nyaman. Dari keyakinan kelas yg telah disepakati bersama akhirnya terbentuklah budaya positif.
Seluruh tindakan manusia memiliki tujuan tertentu. Semua yang kita lakukan adalah usaha terbaik kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, sebetulnya saat itu kita sedang memenuhi satu atau lebih dari satu kebutuhan dasar kita, yaitu
1) Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival),
2) Cinta dan kasih sayang (love and belonging) Kebutuhan untuk diterima,
3) Kebebasan (freedom) kebutuhan akan pilihan,
4) Kesenangan (fun) kebutuhan akan rasa senang,
5) Penguasaan (power) kebutuhan pengakuan atas kemampuan.
Penerapan di kelas atau disekolah berkaitan denga pemenuhan 5 kebutuhan dasar manusia adalah sebagai berikut :
Dalam menyelesaikan kasus di kelas / sekolah, sebaiknya guru juga harus memahami adanya 5 posisi kontrol. Melalui serangkaian riset dan bersandar pada teori Kontrol Dr.William Glasser, Gossen berkesimpulan ada 5 posisi kontrol yang diterapkan seorang guru, orang tua ataupun atasan dalam melakukan kontrol. Kelima posisi kontrol tersebut adalah:
Di Bagian akhir pemaparannya, OmJay menjelaskan tentang segitiga restitusi. Selama menyelesaikan kasus, guru menggunakan rangkaian segitiga restitusi. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan, langkah-langkahnya yaitu
Demikianlah hasil dari kelas Public Speaking yang pesertanya sangat antusias mengikuti lewat Zoom maupun YouTube. Selanjutnya sesi tanya jawab juga sangat ramai dengan pertanyaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan piawainya. Semoga bermanfaat dan senantiasa dapat mengambil tindakan secara adil dan bijaksana. Terima Kasih sudah berkenan membaca kisah Omjay.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia

Apa yang Paling Berat dari Guru Penggerak?

Seorang kawan bertanya kepada Omjay. Apa yang paling berat dari guru Penggerak?
Omjay menjawab sambil tersenyum. Hal yang paling berat dari guru penggerak adalah memberikan keteladanan. Menjadi contoh atau panutan yang baik bagi guru lainnya. Semua itu perlu proses yang tidak instan.

Kegiatan Acer award/dokpri
Hal yang tak terlupakan adalah guru mampu berkolaborasi dengan guru lainnya. Tidak bekerja sendirian dan memberikan inspirasi buat guru sekolah lain.
Menjadi guru Inspiratif.
Omjay banyak belajar dari para kepala sekolah inspiratif dan juga guru inspiratif. Baik yang dilaksanakan oleh Kemdikbudristek ataupun lembaga lain seperti Acer award.
Mereka adalah guru guru terpilih yang sangat menginspirasi. Mereka memang layak terpilih menjadi guru inspiratif dan kepala sekolah inspiratif. Sebab banyak contoh yang baik dan bisa kita tiru dari praktik baik atau best practice yang telah mereka lakukan di sekolahnya masing-masing.

Dokpri
Berbagi Pengalaman Nyata.
Semalam kami di PGRI belajar bersama secara online. Tak terasa kelas belajar menulis Nusantara KBMN PGRI sudah memasuki pertemuan kesebelas. Kali ini materinya tentang mengelola majalah sekolah. Ibu Widya Setianingsih menjadi narasumber dan ibu Mutmainnah menjadi moderator.
Tidak mudah mengelola majalah sekolah. Perlu ada guru penggerak. Guru tersebut mampu menggerakkan peserta didiknya untuk mengelola majalah sekolah baik dalam bentuk cetak maupun digital.
Pengalaman Omjay membina siswa yang mengelola majalah sekolah, perlu kesabaran dan kreativitas agar mampu membuat berita yang menarik warga sekolah. Konten yang bagus dan menarik lahir dari asuhan guru penggerak.
Perlu guru penggerak yang menjadi motor penggerak agar majalah sekolah terbit tepat waktu dan mampu melibatkan siswa untuk ikut menulis di majalah sekolah. Kalau pintar mengelola majalah sekolah, maka akan ada keuntungan untuk pemasukan kas sehingga pengelola bisa memberikan sedikit imbalan buat para penulisnya.
Berat akan menjadi Ringan.
Sesuatu yang berat akan menjadi ringan bila kita lakukan bersama dan saling berkoordinasi serta berkolaborasi antar sesama guru. Itulah yang harusnya dilakukan oleh seorang guru penggerak di sekolah.
Selain itu, guru penggerak adalah guru yang dirindukan oleh murid-murid yang diajarkannya. Kehadirannya ditunggu oleh peserta didiknya. Bila guru tersebut tidak ada, maka ada rasa kecewa dan kesedihan di hati muridnya.
Jadilah guru penggerak yang dirindukan oleh peserta didiknya. Semua itu tidak mudah bila guru tak mampu memberikan keteladanan. Pekerjaan yang awalnya berat akan terasa menjadi ringan ketika ada guru yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran.
Penutupan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5.
Kemarin Omjay menonton penutupan program pendidikan guru penggerak angkatan 5 di YouTube. Selama 6 bulan angkatan 5 telah belajar bersama menjadi calon guru penggerak Kemdikbudristek. Setelah lulus menjalani pendidikan guru penggerak, itulah awal anda untuk menginspirasi Indonesia.
Jangan sombong ketika anda dinyatakan lulus sebagai guru penggerak. Buang baju kesombongan itu. Amanah berat ada di pundak anda. Teruslah memberikan keteladanan dan inspirasi kepada guru lainnya.
Ilmu yang didapat dari pendidikan guru penggerak harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya positif harus terus dilaksanakan agar hasilnya positif. Berpikir positif harus dilakukan agar hasilnya juga positif. Tak perlu banyak bicara tapi laksanakan dengan kerja ikhlas dan kerja tuntas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekecil apapun peran kita, sangat ditunggu oleh bangsa dan negara.
Keteladanan adalah yang paling utama dalam kegiatan guru penggerak. Sertifikat 310 jam tidak akan ada artinya bila anda tak mampu memberikan teladan buat guru lainnya. Omjay berdoa semoga kita semua mampu menjadi pendidik sejati dan bergerak dengan hati. Kita pun sanggup menjadi guru tangguh berhati cahaya. Guru yang pantang berkeluh-kesah. Guru yang hanya memberi tak harap kembali.
Demikianlah sedikit kisah Omjay dalam menjawab pertanyaan seorang kawan. Tak ada yang berat di dunia ini bila kita melakukannya dengan keikhlasan dan penuh kesabaran. Hanya memberi tak harap kembali bagai sang Surya menyinari dunia.
Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Apa yang Paling Berat dari Guru Penggerak?”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63dafc6a4addee5822000343/apa-yang-paling-berat-dari-guru-penggerak
Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
Seorang kawan yang tak suka dengan program guru penggerak mengatakan bubarkan saja program guru penggerak!
Bagi Omjay yang sedang mengikuti program guru penggerak, tentu saja tak setuju. Sebab program ini bagus sekali. Omjay banyak mendapatkan ilmu baru dan juga kawan baru. Kami saling berkolaborasi dalam melakukan aksi nyata. Read More
Program guru penggerak akan memasuki angkatan kelima dan sudah mulai dibuka angkatan 6. Proses simulasi mengajar sedang dilakukan di angkatan kelima dan berlanjut kepada proses wawancara. Banyak guru yang sudah mendaftarkan dirinya dan sudah banyak pula yang lulus di angkatan sebelumnya. Datanya dapat anda lihat melalui sim pkb masing-masing. Kemdikbudristek sudah membuatnya untuk guru Republik Indonesia.
