Allhamdullilah pelaksanaan kegiatan Workshop E-Learning untuk rakyat bersama pak Onno W Purbo di kota Solo hari Sabtu, tanggal 29 Agustus 2015 berjalan lancar. Bertempat di Aula TELKOM lantai 2 Kota Solo acara ini digelar dari pukul 08.00 sampai 16.00 wib. Lebih dari 100 orang guru dan juga mahasiswa calon guru memenuhi ruangan yang megah ini. Rasanya seperti mimpi berada di kota Solo. Kota yang pernah dipimpin oleh pak Jokowi.
5 Tuntutan Guru TIK dan KKPI
- Kembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum nasional, dan revisi permendikbud tentang struktur kurikulum di SD/SMP/SMA/SMK.
- Berikan pendidikan dan pelatihan atau diklat guru TIK dan KKPI agar mampu mengembangkan keilmuannya dengan baik di sekolah. Bukan diklat bimbingan TIK tapi diklat mata pelajaran TIK yang berdiri sendiri.
- Tolak bimbingan TIK karena TIK bukan bimbingan konseling seperti BK. Oleh karena itu permen 68 ttg peran guru tik dan kkpi harus segera direvisi karena melanggar undang undang guru dan dosen.
- Mendikbud Anies Baswedan harus berdialog dengan perwakilan komunitas guru TIK, dan tokoh tokoh TIK Indonesia untuk mendengarkan masukan tentang urgensi mata pelajaran TIK agar bangsa ini berdaulat di bidang TIK.
- Generasi emas Indonesia harus terdidik TIK dengan baik dan oleh karena itu jam mata pelajaran TIK minimal 2 jam pelajaran dan bukan 1 jam pelajaran.
Guru Tuntut TIK Tetap Menjadi Mata Pelajaran

DISKUSI: Mendikbud Anies Baswedan (tiga dari kanan) menemui guru TIK di kantornya, Rabu (24/12). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JAKARTA – Penghapusan mata pelajaran (mapel) teknologi informasi dan komunikasi (TIK) belum sepenuhnya diterima para guru yang mengajar mapel tersebut. Mereka berupaya mengadakan kembali mapel TIK dengan menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.
Surat Untuk Anies Baswedan
Yth Bapak Mendikbud R I Bapak Anies Baswedan.
Semoga pak Anies Baswedan dalam keadaan sehat dan bisa terus blusukan melihat langsung pembelajaran di sekolah-sekolah kita. Dari sana bapak akan menentukan dan memutuskan kebijakan-kebijakan penting di dalam bidang pendidikan.
Salah satu keputusan penting itu adalah masalah mata pelajaran TIK dan KKPI yang dihapuskan dalam kurikulum 2013. Serta masalah linieritas guru-gurunya yang merupakan aset bangsa ini. Kami mengusulkan agar mata pelajaran TIKdan KKPI masuk kembali dalam struktur kurikulum. Oleh karena itu permendikbud tentang struktur kurikulum dari mulai SD, SMP, SMA, dan SMK harus diganti.
Kami berharap Bapak mendikbud segera mengembalikan mata pelajaran TIK, dan KKPI kembali berada di dalam struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP2006. Kembalikan saja kurikulum ke KTSP lagi semuanya. Sebab kurikulum ini yang sangat cocok dengan kondisi indonesia yang luas. Kurikulum 2013 hanya cocok diterapkan di luar negeri dan bukan negeri sendiri.
KTSP 2006 itu sudah bagus dan perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang memiliki kearifan lokal di era global. Tidak semua hal bagus di luar negeri sana dapat diterapkan di negeri ini, jadilah mulai dengan kepercayaan diri seperti Ki Hajar Dewantara membangun sekolahnya dengan budaya sekolah dan organisasi yang bisa diterapkan hingga kini.
Layanan TIK dalam permendikbud no 68 tahun 2014 harus dihapuskan, karena akan membunuh guru-guru yang tidak linier namun memiliki kompetensi baik. Hal itu terbukti dari sudah lulusnya mereka dalam program sertifikasi guru dan uji kemampuan guru.
Pak Kamal Yusuf menuliskan, “Siswa sayapun begitu khususnya kelas yang nantinya mengikuti ujian online tahun depan!!! Hal lain mengenai layanan tik bagi saya itu bullshit alias omong kosong buktinya disekolah saya belum diterapkan yang namanya layanan tik itu memberi arti bahwa layanan tik tidak jelas maksud dan tujuannya begitu pula penerapan dan pelaksanaannya!”
Kembalikan matpel TIK dan KKPI berada dalam tempatnya semula. Tahun ajaran besok di sekolah sasaran kurikulum 2013, semoga sudah kembali lagi diajarkan. Sebab anak Indonesia sangat merindukan mata pelajaran ini. Mereka selalu bertanya kapan belajar tik lagi?
Merefleksi Kembali Perjuangan Guru TIK dan KKPI
Salam hormat buat anda yang membaca tulisan ini. Semoga anda dapat memberikan masukan buat perjuangan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer Pengolahan Informasi (KKPI).
Saat ini kami sedang melakukan perenungan diri, terutama tentang perjuangan guru TIK dan KKPI yang sudah 2 tahun ini terus berjuang mengembalikan mata pelajarannya yang hilang. Matpel kami tidak ada dalam struktur kurikulum. TIK terintegrasi ke semua mata pelajaran dan tidak perlu berdiri sendiri sebagai mata pelajaran. Begitulah maksud dari para pejabat kemdikbud yang menjadikan TIK hanya sebagai sebuah tool atau alat dalam kurikulum yang tergesa-gesa dibuat oleh mereka. Mengapa terlihat tergesa-gesa? Karena kurikulum ini diluncurkan di akhir pemerintahan presiden SBY. Nampaknya ada sesuatu yang dipaksakan agar kurikulum itu terlaksana di semua sekolah.
Terbukti, kurikulum itu mendapatkan penolakan di sana sini yang akhirnya direvisi. Kami lebih fokus kepada struktur kurikulum. Sebab dalam kurikulum itu tidak ada mata pelajaran TIK dan KKPI. Tentu saja guru TIK dan KKPI dirugikan. Juga anak Indonesia yang ingin terdidik TIK dengan baik. Perjuangan demi perjuangan dilakukan, agar presiden Jokowi dengan mendikbud Anies Baswedan mengembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum.
Kuncinya sekarang ini ada di Pak Anies Baswedan. Bila beliau berani mengeluarkan permen tentang perubahan struktur kurikulum, maka akan gembiralah kami para pejuang guru TIK dan KKPI. Namun, ada beberapa oknum guru TIK dan KKPI yang tidak sabar dan merusak perjuangan. Mereka berkolaborasi dengan pejabat kemdikbud menerbitkan permendikbud 68 tentang peran guru TIK dan KKPI. Di sana nampak jelas bahwa TIK bukan sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai layanan TIK. Guru TIK berubah fungsi, dan yang lebih menyakitkan hati, para pejuang TIK yang tidak linier tidak boleh jadi guru TIK. Padahal menteri Susi saja hanya tamatan SMP, dan terbukti tidak linier dengan jabatannya. Pengalaman dan kemampuan yang membuatnya terpilih oleh presiden Jokowi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
Perjuangan kami ini memang berat, tapi bisa dilakukan bila kita terus memberikan masukan kepada pemerintah akan pentingnya mata pelajaran TIK dan KKPI diberikan kepada anak Indonesia. Selama ini pejabat kemdikbud beranggapan bahwa TIK bisa dipelajari secara mandiri, dan tidak perlu menjadi mata pelajaran tersendiri. Dari dokumen naskah akademik yang kami dapatkan dari pusat kurikulum, ternyata mata pelajaran TIK belum sempat dikembangkan dan akhirnya banyak materi TIK yang terkesan ketinggalan zaman. Sementara itu guru TIK dan KKPI masih terlihat rendah kompetensinya, karena minimnya pelatihan yang berkualitas untuk guru TIK dan KKPI.
Selama 2 tahun ini kami terus berjuang. Kami membuat organisasi yang bernama Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional (AGTIKKNAS). Namun dalam perjalanannya, organisasi ini terbelah menjadi tiga organisasi, FGTIKKNAS, KOGTIK, dan AGTIFINDO. Masing-masing organisasi berusaha untuk tetap fokus kepada tujuan semula perjuangan. Dua organisasi sudah bergabung dan menyamakan visi dan misinya. Komunitas Guru TIK dan KKPI (KOGTIK), dan Asosiasi Guru Teknologi Informasi Indonesia (AGTIFINDO) sepakat untuk melanjutkan perjuangan. Sedangkan (Federasi Guru TIK dan KKPI Nasional) atau FGTIKKNAS masih dimanfaatkan oleh pejabat lama kemdikbud untuk melancarkan proyek bimbingan TIK. Guru mata pelajaran TIK dialihkan menjadi guru Layanan TIK.
Tentu saja banyak guru TIK dan KKPI yang kecewa dan tidak puas. Mereka sangat kecwa ketika dipanggil dilat guru TIK dan KKPI. Ternyata TIK tidak berbentuk mata pelajaran. Komunitas Guru TIK dan KKPI sudah mengirimkan surat resmi ke pak Anies Baswedan. Isi suratya, sebagai berikut:
Kepada Yth.
Bapak Anies Rasyid Baswedan, Ph.D
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
di Tempat
Semoga Bapak dalam keadaan sehat selalu, dan terus menginspirasi kami agar mampu mencerdaskan kehidupan Bangsa. Semoga pula Bapak masih mau mendengarkan inspirasi kami dari guru TIK dan KKPI se-Indonesia. Inilah surat cinta kami untuk Bapak. Surat cinta dari guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI).
Saat ini, beberapa orang guru TIK dan KKPI mendapatkan panggilan untuk mengikuti diklat guru TIK dan KKPI. Namun mereka ternyata kecewa. TIK berubah menjadi layanan dan bukan mata pelajaran seperti tertulis dalam permendikbud 68 tahun 2014 tentang peran guru TIK dan KKPI. Padahal perjuangan kami dari awal adalah mengembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum. Kami tidak meminta yang lain.
Dalam kajian ilmiah kami, mata pelajaran ini masih sangat dibutuhkan, apalagi bila nanti Bapak mau melakukan Ujian Nasional dengan UN CBT menggunakan komputer. Tentu anak-anak sudah dibiasakan menggunakan komputer, karena tidak semua anak Indonesia memiliki komputer di rumahnya masing-masing.
Ketika bertemu Bapak secara langsung, sudah kami sampaikan data akan pentingnya mata pelajaran TIK dan KKPI. Semoga Bapak sudah membacanya. Namun, ada yang masih beranggapan bahwa TIK hanya sebagai sebuah tools atau alat bantu pembelajaran dan tidak diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri. Padahal TIK terus berkembang dan tentu saja TIK sebagai ilmu seharusnya diberikan kepada peserta didik.
Dari hasil wawancara dan hasil penelitian di sekolah-sekolah yang telah menyelenggarakan mata pelajaran TIK dan KKPI, tidak ada satu pun guru dan siswa yang meminta matpel TIK dan KKPI dihapuskan dalam kurikulum 2013. Mareka ingin mata pelajaran ini tetap ada dalam struktur kurikulum. Bahkan ketika Seminar Nasional tentang urgensi mata pelajaran TIK dan KKPI, kepala pusat kurikulum dan perbukuan, Bapak Ramon Mohandas mengatakan belum ada kajian secara ilmiah tentang penghapusan mata pelajaran TIK dan KKPI. Semuanya tergantung kepada Bapak Anies Baswedan bila TIK dan KKPI kembali menjadi mata pelajaran.
Bapak Anies sering menyampaikan bahwa guru adalah manusia yang harus diperlakukan sebagai manusia, bukan sumber daya manusia. Pelakuan pendidikan akan terus didorong dan dilatih dengan model pelatihan yang berfokus pada kompetensi, bukan berfokus pada administrasi, sebagaimana selama ini terjadi. Namun dalam diklat guru TIK ternyata hal itu masih terjadi, dan itu laporan dari kawan-kawan yang ikut diklat guru TIK.
Mengapa kita tidak mencontoh pada negara-negara yang masih menerapkannya, seperti di Amerika. Penerapan TIK sebagai mata pelajaran, diharapkan TIK dapat secara utuh menjadi tools dan mindset. Alangkah bijak pengembangan TIK seiring dengan pengembangan keilmuan yang dituangkan dalam Mata pelajaran TIK sejak SD. TIK sebaiknya dipandang dari dua sisi, sebagai tools dan mindset. Pemisahan keduanya akan menjadi bom waktu bagi bangsa ini.
Permendikbud 68 tentang peran guru TIK dan KKPI dalam kurikulum 2013 belum menyelesaikan permasalahan, karena TIK masih dianggap sebagai layanan. Jangan melupakan sejarah Mapel TIK, banyak guru yang mulai mengajar TIK ketika TIK mulai menjadi Mapel. Guru-guru seperti itu, sekarang nasibnya belum terakomodir dalam permen. Mohon kiranya kebijakan Bapak Anies Baswedan.
Ketua Komunitas Guru TIK dan KKPI
Bambang Susetyanto, S.Kom.
NIP.196103101986031013




