Rakornas PB PGRI yang Sangat Berkesan Pimpinan Unifah Rosyidi

Rakornas PB PGRI Pimpinan Unifah Rosyidi yang Solid dan Ramai

 Pengurus Besar PGRI Tetap Solid di bawah Kepemimpinan Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd

(Ketua Umum Hasil Kongres XXII PGRI Tahun 2019-2024)

dokpri

Jakarta, 21 November 2023 pukul 13.00-15.30 wib diadakan rapat koordinasi nasional PGRI. Di tengah persiapan perhelatan Hari Ulang Tahun ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional, 25 November 2023, PB PGRI justru diganggu oleh segelintir oknum yang mengaku-ngaku sebagai Pengurus Besar PGRI hasil Kongres Luar Biasa illegal.

dokpri

Prof. Dr. Unifah selaku Ketua Umum Pengurus Besar PGRI mengatakan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Guru Indonesia, Jakarta (21/11), pihaknya tidak gentar dalam menghadapi ulah segelintir oknum tersebut. “Ada 34 Pengurus PGRI Provinsi dan 514 Pengurus PGRI Kabupaten/Kota masih solid dan tidak pernah terpecah” ungkap Unifah.

Namun demikian, Unifah mengakui adanya manuver segelintir oknum pengurus PGRI yang ingin memprovokasi dan memecah belah organisasi PGRI. “Mereka hanya segelintir oknum yang telah dinyatakan diberhentikan sejak Oktober 2023 dan telah dibekukan kepengurusannya pada November 2023”, tegas Unifah.

dokpri

Lebih lanjut Unifah mengatakan, para oknum tersebut telah mengklaim bahwa kepengurusan mereka legal dan telah disahkan oleh Kemenkumham berdasarkan Surat Keputusan Nomor: AHU 0001568.AH.01.08. Tahun 2023. “Sesungguhnya apa yang mereka klaim itu hanya sepihak, dan tidak berdasar sehingga Surat Keputusan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, karena saat ini perubahan kepengurusan PB PGRI tetap sah dan legal berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: AHU-0001597.AH.01.08. TAHUN 2023, Tanggal 20 November 2023. TENTANG PERSETUJUAN PERUBAHAN PERKUMPULAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA”, ungkap Unifah Rosyidi.

Selanjutnya anggota tim kuasa hukum PB PGRI Maharani Siti Shopia mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya hukum dalam merespon ulah segelintir oknum yang mengatasnamakan PB PGRI hasil KLB tersebut. Tim Kuasa Hukum PB PGRI telah menilai adanya tindakan melawan hukum yang dilakukan segelintir oknum PB PGRI, telah merusak muruah PGRI dan mengganggu soliditas PGRI sebagai organisasi guru tertua dan terbesar di Indonesia. Salah satu upaya hukum tersebut adalah dengan melaporkan sejumlah tindak pidana yang dilakukan kepada Bareskrim Polri dengan Nomor Laporan Polisi nomor: STTL/430/XI/2023/BARESKRIM pada tanggal 06 November 2023.

Lebih lanjut, saat ini Laporan Polisi tersebut telah diproses di Bareskrim Mabes Polri. “Kami berharap semua pihak menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Tim Bareskrim Mabes Polri sehingga tabir kebenaran kian terungkap dan tidak ada lagi oknum yang mengaku-ngaku sebagai Pengurus Besar PGRI yang sah”, ungkap Maharani.

Maharani menambahkan, terkait pemblokiran terhadap akun PGRI, hal tersebut merupakan kewenangan sepenuhnya Kementerian Hukum dan HAM dan kami pastikan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum Dan HAM nomor 28 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pemblokiran dan Pembukaan Blokir Akses Sistem AHU Yayasan dan Perkumpulan.

Pengurus Besar PGRI telah menerima sejumlah pernyataan sikap dan keprihatinan atas ulah para oknum tersebut yang disampaikan oleh seluruh pengurus provinsi dan kabupaten/kota. “Sampai dengan 20 November 2023 pukul 13.18, kami telah menerima 32 pernyataan sikap dari 34 Provinsi dan lebih dari 493 Kabupaten/Kota se-Indonesia, IGTKI PGRI, APKS PGRI DKI, Perempuan PGRI, dan kami yakin surat pernyataan tersebut akan terus bertambah dan semakin menguatkan proses-proses hukum yang sedang kami hadapi”, ungkap kuasa hukum PB PGRI.

dokpri

Untuk itu, Unifah mengatakan pihaknya berterima kasih dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap semua pihak yang telah membantu dalam menjaga muruah PGRI. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polri yang telah memberikan respon cepat dan sigap dalam melakukan penjagaan ketat di Gedung Guru Indonesia (GGI) sebagai aset PGRI dari tindakan ilegal segelintir oknum yang secara sepihak mengaku-ngaku PB PGRI yang sah, pihak Bareskrim Mabes Polri, Kementerian Hukum dan HAM dan Presiden Republik Indonesia yang ikut mendukung pelaksanaan HUT ke-78 PGRI dan HGN 2023 di Jakarta. Kami mengharapkan Pemerintah terus menjaga, melindungi dan memberikan rasa aman terhadap seluruh anggota PGRI kapanpun dan dimanapun ia berada”, tutup Unifah.

dokpri

Info tentang kegiatan rakornas dapat dibaca di kompas.com sbb:

https://www.kompas.com/edu/read/2023/11/21/163454571/pb-pgri-tetap-solid-di-bawah-kepemimpinan-prof-unifah-rosyidi

“Salah satu upaya hukum tersebut adalah dengan melaporkan sejumlah tindak pidana yang dilakukan kepada Bareskrim Polri dengan Nomor Laporan Polisi nomor: STTL/430/XI/2023/BARESKRIM pada tanggal 6 November 2023,” ungkap Maharani. Saat ini, sebut dia, laporan polisi tersebut telah diproses di Bareskrim Mabes Polri. 

Adapun Sikap dari PGRI Prov SulTeng pada Rakornas PGRI tgl 21 November 2023 yaitu:

  1. Memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada PB PGRI dengan Ketum PB PGRI Prof. Unifah Rosyidi atas usaha maksimalnya yang telah mengembalikan SK AHU Kemenkumham menjadi milik PB PGRI yang sah.
  2. PGRI Prov SulTeng Sangat menyesalkan tindakan inskonstitusional yang telah dilakukan oleh oknum yang telah melakukan KLB yang tidak sesuai dengan AD/ART dan juga telah mendeklarasikan sebagai Ketum PB PGRI.
  3. PGRI Prov SulTeng mengutuk dengan keras, para uknum yang mengatas namakan PB PGRI (sdr. Teguh dkk) yang telah berusaha menduduki gedung guru PB PGRI jl tanah abang Jakarta.
  4. PGRI Prov SulTeng meminta dengan tegas kepada PB PGRI mengusut tuntas dan segera melaporkan sdr. Teguh dan Mansur ke Bareskrim Polri, untuk ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku.
  5. PGRI Prov Sulteng mendukung sepenuhnya PB PGRI dengan Ketum Prof. Unifah Rosyidi untuk melaksanakan Kongres pada bulan Maret 2024.
  6. PGRI SulTeng mendesak agar PB PGRI mencabut KTA PGRI kepada para oknum perusak citra organisasi.

21.11.2023
Ketua PGRI Prov SulTeng.
Syam Zaini.

dokpri

Demikianlah kisah Omjay kali ini tentang kegiatan rakornas pengurus besar PGRI secara online di zoom dan direkam ke channel youtube PB PGRI. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Rakornas PB PGRI Pimpinan Unifah Rosyidi yang Solid dan Ramai”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/655c856aee794a69124551b2/rakornas-pb-pgri-pimpinan-unifah-rosyidi-yang-solid-dan-ramai

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Ada Apa di Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan?

Ada Apa di Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan?

dokpri

dokpri

Ada apa di Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan? Ada pembangunan bandara internasional Sultan Hasanuddin yang belum selesai. Kami masuk lewat pintu samping bandara. Lumayan juga jalannya. Omjay sampai keluar keringat dibuatnya.

Alhamdulillah Omjay diantar pak Ibnu Maros ke bandara. Sebelum ke bandara, kami mampir ke rumah panggung beliau di Maros Sulawesi Selatan. Luas sekali rumahnya dan di halaman beliau ada kolam ikan buatan.

Input sumber gambar dokpri 

Input sumber gambar dokpri

Omjay ditemani pak Iwan Sunarya. Beliau juga mau pulang ke Bandung dengan pesawat yang berbeda. Omjay naik Citilink. Beliau naik batik air. Kami berdua diantar dengan mobil sedan pak Ibnu. Beliau kepala sekolah SMA PGRI di Maros. Siswanya banyak dan alumninya ada yang jadi guide kami di tempat wisata Bantimurung Bulusaraung.

Sebelum diantar ke Bandara Sultan Hasanuddin Maros Sulawesi Selatan, kami diajak ke obyek wisata Bantimurung Bulusaraung di Maros. Di sana kami melihat air terjun, danau, dan Gowa. Kami tidak lama di sana karena harus segera ke bandara internasional Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan.

Sebelum sampai bandara kami diajak makan dulu dengan bebek rebus shopeng. Enak sekali rasa dagingnya. Makanannya sangat lezat, selezat Coto Makassar yang Omjay nikmati tadi siang bersama pak Rusli dan kang Iwan Sunarya.

Input sumber gambar dokpri 

Input sumber gambar dokpri

Dari Maros menuju bandara jalanan macet dan kami tiba di bandara pukul 18.00 WIB. Omjay langsung cetak tiket pesawat Alhamdulillah dapat gate di A3 dan sudah check in untuk siap masuk pesawat Citilink pukul 19.15 waktu setempat.

Sambil menunggu, Omjay melihat ada warung soto ayam Madura dan bebek goreng. Ingin sekali mencoba mencicipi masakannya. Sayangnya perut Omjay sudah kenyang. Semoga Lain waktu bisa mencoba bebek goreng harissa dan soto Madura Wawan yang ada di bandara ini.

Sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawat terbang, Omjay menulis di Kompasiana. Sudah ada 261 kata. Masih kurang banyak tulisannya. Kurang juga informasi yang ditulis.

Di Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan ini Omjay bertemu orang gendut seperti Omjay. Kalau kami foto bareng akan seperti adik dan kakak. Ingin sekali berkenalan. Namun Omjay pemalu. Nah bapak tadi memakai kaos putih dan sekarang memakai peci eh topi hitam.

Omjay mencari stop kontak untuk mengisi baterai ponsel yang sudah mau habis baterai nya. Sambil mengisi baterai ponsel, Omjay menulis di Kompasiana. Judul tulisannya ada apa di bandara internasional Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan.

Jumlah kata yang Omjay tulis sudah 347 kata. Belum sampai 500 kata seperti biasa. Omjay melihat banyak orang mencari colokan listrik atau stop kontak. Sementara jumlahnya terbatas. Omjay sarankan kepada pihak pengelola Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan untuk menambah jumlah stop kontaknya. Supaya semakin banyak orang mengisi baterai ponsel mereka.

Seperti di bandara internasional Soekarno-Hatta. Jumlah stop kontak banyak dan penumpang dibuat nyaman dengan banyaknya stop kontak yang ada di Bandara.

Cihuy jumlah kata yang Omjay tuliskan kini bertambah banyak. Sekarang sudah 421 kata. Semoga bisa menambah informasi selama berada di bandara ini.

Akhir cerita Omjay berkenalan dengan penumpang yang akan pergi ke Surabaya. Beliau sebenarnya ada di gate 1 namun menunggu di gate A3 karena di sana tidak ketemu colokan atau stop kontak untuk mengisi baterai ponsel jadul miliknya.

Omjay bersyukur dapat stop kontak di gate A3 ini. Omjay dapat mengisi baterai yang sekarang sudah 24 persen. Semoga terus bertambah dan bisa dipakai kembali setelah tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta.

Demikianlah kisah Omjay kali ini tentang keadaan bandara internasional Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan. Semoga bisa kembali ke sini lagi dan menikmati wisata kulinernya.

Salam blogger persahabatan

Omjay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Ada Apa di Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan?”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/654b6f19a3c03a7dde2b53d2/ada-apa-di-bandara-sultan-hasanuddin-sulawesi-selatan

Kreator: Wijaya Kusumah

dokpri 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Mengapa Semakin Banyak Orang Menjadi Blogger?

Input sumber gambar dokpri

Mengapa Semakin Banyak Orang Menjadi Blogger?

Tepat pukul 04.10 WIB Omjay sudah sampai stasiun Bandung. Kakak ipar Omjay AA Didin mengantarkan Omjay ke stasiun Bandung dengan motornya. Senang sekali bisa kembali ke stasiun ini. Banyak kenangan indah yang sudah Omjay tuliskan di blog pribadi Omjay. Tak sengaja ada pertanyaan cerdas menyapa di kepala. Mengapa semakin banyak orang menjadi blogger?

Dahulu Omjay menganggap sepele tentang blog. Omjay adalah orang yang malas menulis. Namun, siapa sangka orang yang malas menulis itu kini menjadi blogger ternama Indonesia. Bahkan sudah diundang makan siang ke istana negara. Menulis di blog ternyata bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Berkat menulis di blog banyak orang yang mengundang Omjay sebagai pembicara.

Read More

Mewujudkan Merdeka Belajar di SMP Labschool Jakarta

Mewujudkan Merdeka Belajar di SMP Labschool Jakarta

Siswa SMP Labschool Jakarta mengikuti kegiatan MOS/dokpri

Pendahuluan

Tak terasa sudah 30 tahun lebih penulis menjadi guru di SMP Labschool Jakarta. Banyak perubahan yang terjadi. Terutama perubahan kurikulum. Sekarang sekolah kami di SMP Labschool Jakarta sudah menjadi salah satu sekolah penggerak dan menjadi sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka. Semua guru terlibat dan diikutkan untuk implementasi kurikulum merdeka (IKM) dan menggunakan aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Banyak hal baru penulis dapatkan dan lebih seru lagi ketika penulis lolos untuk ikut program pendidikan guru penggerak kemdikbudristek selama 6 bulan. Semua guru mulai mempelajari pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka. Bagaimana mewujudkan merdeka belajar di SMP Labschool Jakarta?

Read More