Kamis Ceria

Hari ini adalah hari kamis yang ceria. Saya merasakan kebahagiaan di sana. Tak bisa dibeli dengan harga tinggi, sebab bagi saya ini sebuah refleksi diri.

Pagi ini mendapatkan kabar gembira. Buku yang saya tuliskan dan kemudian diterbitkan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan yang biasa disingkat YPTD akan dibedah oleh pak Mukminin dari Lamongan dan pak Suparno dari Magetan.

Tentu saja saya merasa senang karena buku ini lahir di kala saya sakit dan terpapar virus Corona. Bang Dian Kelana Dian Kelana membantu saya menyusun buku ini.

Beliau mengambil tulisan saya di http://kompasiana.com/wijayalabs dan kemudian mengeditnya menjadi tulisan yang renyah dan lebih enak dibaca ketika menjelma menjadi buku.

Bukan itu saja, beliau membantu saya membuatkan cover bukunya menjadi lebih menarik dan enak dipandang mata.

Pagi ini saya telponan sama bunda Kanjeng di Solo dan meminta beliau untuk juga menjadi salah satu narsumnya.

Alhamdulillah kita sepakat memberi tema bedah bukunya adalah membuat kegiatan online selama pandemi covid-19 menjadi asyik dan menyenangkan.

Kawan kawan yang baik hatinya. Nanti ikutan ya dan memberikan masukan untuk perbaikan buku agar pjj tak lagi membosankan.

Alhamdulillah sudah tersebar 150 buku ke pelosok nusantara. Semoga bisa mencapai angka 200 buku di akhir tahun ini.

Tentu saja itu semua bisa terjadi karena hasil dari sebuah kolaborasi. Kerjasama dalam membangun sebuah tim yang solid sangat dibutuhkan agar buku yang diterbitkan laku di pasaran.

Hari kamis ini benar benar menyenangkan. Istri tercinta memasak sayur kegemaran saya.

Sayur sup dengan bakso sebentar lagi akan terhidang di meja makan. Tak lupa dengan sambal goreng dan lauk pauknya.

Tahu dan tempe menjadi menu utama. Inilah makanan yang bergizi untuk manusia yang ingin meningkatkan imun di saat wabah Corona merajalela di dunia.

Sambil mengecek raport siswa kelas 8B SMP Labschool Jakarta , saya tuliskan kisah bahagia ini. Semoga bedah bukunya berjalan lancar. Aamiin.

Semoga pula kita semua selalu sehat dan senantiasa menjaga imunitas tubuh agar selalu prima. Bekerja dari rumah jauh lebih aman daripada harus keluar rumah. Apalagi bila wilayahnya sudah termasuk zona merah Corona. Berhati hatilah karena virus Corona akan selalu mengintai anda.

Pembelajaran harus tetap bisa dilakukan walaupun secara Online. Agar pembelajaran jarak jauh tak membosankan siswa, maka belilah buku Omjay. Hehehe.

Buku Terbaru Omjay

Salam Blogger persahabatan

Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog di https://wijayalabs.com

Buku Terbaru Omjay, AWAS VIRUS CORONA MENGINTAI ANDA

Buku Terbaru Omjay 2020

Sinopsis Buku Awas Corona Mengintai Anda

Buku ini mengisahkan perjuangan seorang guru yang dinyatakan positif covid-19 dan mengisi hari-harinya dengan menulis setiap hari selama menjalani Isolasi Mandiri di Rumah.

Omjay berpesan bahwa virus Corona itu nyata. Anda jangan lengah dan lemah untuk melawan virus yang menular dan mematikan ini. Selalu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Jangan keluar dari rumah kalau tidak penting sekali dan hindari kerumunan orang banyak.

Awas virus Corona mengintai anda adalah sebuah buku yang mengajak anda untuk bekerjasama melawan covid-19, karena virus ini nyata dan cepat sekali penyebarannya. Lawan virus Corona dengan iman, imun, dan aman.

Jangan lupa makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup agar anda tidak terserang virus Corona yang semakin merajalela di dunia. Kabarnya virus ini akan terus memakan korban. Segera miliki buku ini.

BukuAwas Virus Corona Mengintai Anda

Puasa Ramadhan Hari Ketujuh

Kamis, 30 April 2020 adalah hari ketujuh kita berpuasa di bulan Ramadhan. Tak terasa sudah seminggu kita berpuasa. Saya melewatinya dengan berbagai macam aktivitas di dunia maya. Sementara ini kita belajar dan bekerja dari rumah. Wabah Corona yang merajalela membuat kita harus berada di rumah. Internet menjadi tempat kita saling terhubung. Kita bisa mati gaya bila internet mati. Sebab Komunikasi dan informasi saat ini lebih mudah dan cepat melalui internet.

Bangun sahur sudah sibuk dengan informasi terkini. Berbagai pesan penting lewat aplikasi WA yang sering saya gunakan penuh sekali. Ribuan pesan belum sempat dibaca. Istri menegur saya agar fokus dengan makan sahur dulu. Takutnya nanti keburu imsak. Kalau dituruti, pesan informasi di WA akan membuat saya lupa makan sahur.

Sekedar informasi saja. Pagi ini makan sahur dengan nasi dan ayam goreng. Heeemm tak ada sayur seperti biasanya. Makan tanpa kuah sayur membuat saya banyak minum air putih. Takut tenggorokan keselek. Hahaha tak lama kemudian waktu imsak datang dan adzan subuh mulai terdengar di televisi yang ada di laptop.

Sudah lama televisi rusak dan sudah diperbaiki kakak ipar di Bandung. namun, saat mau dibawa ke Bekasi, ada larangan orang Bandung pergi ke arah jakarta. Jadi televisi sementara ada di Bandung dulu. Kami menonton acara televisi lewat internet.

Acara paling favorit di saat santap sahur adalah sinetron Preman Pensiun di RCTI. Entah kenapa anak dan istri suka dengan sinetron ini. Sayapun jadi ikutan suka karena ada unsur komedi di dalamnya. Terkadang kita dibuat tersenyum dengan kelakuan kocak para pemain sinetron.

Habis makan sahur, saya langsung mandi dan sholat subuh. Setelah itu menemani istri membaca Al-Quran dan membaca sedikit demi sedikit informasi yang ada di HP.

Satu per satu saya baca dan memberikan komentar. Terkadang ada juga tidak saya baca bila infonya kurang menarik. Ada pesan masuk dari Mas Aris Ahmad Jaya, Motivator Indonesia. Beliau berpesan bahwa nanti ada acara seminar online lewat aplikasi zoom pukul 09.00-11.00 WIB. Tentu saja saya tak melewatkan acara penting ini.

Seminar Online bersama Aris Ahmad Jaya

Sambil menunggu acara seminar online, saya buka email. Wah sudah penuh dengan kiriman tugas peserta belajar menulis dan menerbitkan buku. Belum semua kiriman email saya balas saking banyaknya. Kebetulan saya mengelola dua email. Satu untuk keperluan dinas, dan satu lagi untuk keperluan lain-lain.

Hari ketujuh puasa ini terasa cepat sekali. Seminar online selama 2 jam tak terasa. Terus terang banyak ilmu baru saya dapatkan. Kemudin dilanjutkan dengan kegiatan kuliah online bersama bapak Amir Faisal. seorang penulis buku best seller dan juga seorang trainer nasional. Hebat sekali buku-bukunya banyak diterbitkan gramedia. Salah satu penerbit terbesar Indonesia.

Pukul 13.00-15.00 WIB kuliah online berjalan lancar. Ada 31 pertanyaan dari peserta. Wah padahal belum semua materi diberikan oleh beliau. Bumi berputar, waktu bergerak sangat cepat. Tahu-tahu sudah selesai acaranya. Terkesan juga dengan cara penyampaiannya walaupun hanya lewat WA Group. Beliau sempat menyampaikan materinya lewat Youtube.

https://youtu.be/-VRlzTu_O4M

Saya tertidur sebentar usai acara di kursi sofa tempat kami biasa menonton televisi. Istri saya membangunkan untuk sholat ashar. Sesudah sholat saya baru ingat. Ada kegiatan rapat online untuk persiapan kegiatan PGRI menyambut hari pendidikan nasional. Waduh telat deh!

Laptop masih dipakai nonton oleh istri sambil menyeterika pakaian. Kalau saya pakai untuk rapat online, pasti akan marah. Jadi saya rapat pakai ponsel dengan aplikasi zoom di teras rumah. Wow tak lama kemudian sayapun tersambung dengan panitia di PGRI. Sudah ramai perbincangannya, saya menyimaknya sambil senyam senyum. Inilah kecanggihan teknologi. Kita masih bisa rapat mempersiapkan acara dari rumah.

Saat menjelang berbuka puasa, istri minta dibelikan gorengan di depan indomaret. Segeralah saya meluncur ke sana naik sepeda motor. Untunglah masih ada gorengannya. Biasanya sudah diborong habis oleh para pembeli yang mau buka puasa.

Alhamdulillah tak lama kemudian adzan maghrib tiba. Kami berbuka puasa di rumah. Segelas teh hangat buatan istri nikmat sekali. Sepotong lontong dan gorengan menjadi menu buka puasa kami. Alhamdulillah masih diberikan rezeki berupa makanan dan minuman. Di luar sana masih banyak orang yang belum bisa makan karena tak ada yang bisa dimakan.

Habis sholat maghrib dapat kabar dari mbak Nova Maltific. Beliau sudah memilih 3 orang guru blogger yang tulisannya bagus dan menginspirasi pembaca. Wow katanya, tulisan kawan kawan guru bagus. Dia sempat bingung memilihnya. Ada tulisan seorang guru yang bagus sekali, tapi begitu dilihat nama orangnya, ternyata beliau salah satu narasumbernya. Jadi kami ganti supaya peserta dulu yang mendapatkan hadiah kejutannya.

Begitulah sedikit cerita saya hari ketujuh bulan puasa ini. Segala macam aktivitas pasti bisa anda ceritakan. Namun mengemasnya ke dalam cerita yang menarik bukanlah persoalan mudah. Saya sih mengalir saja. Sebab biasanya menulis kisah nyata jauh lebih mudah daripada menulis kisah fiksi atau karangan.

Saat lagi asyik membaca pesan informasi dari kawan-kawan, Prof Deni Darmawan dari UPI Bandung menelpon saya. Katanya beliau akan meluncurkan siaran langsung peluncuran televisi pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Di Televisi UPI saya diminta untuk memberikan sedikit pengantar selama 3 menit. Informasi beritanya ada di https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01373128/tvupi-mengudara-masyarakat-bisa-bersiaran-langsung-dengan-gawai-sendiri .

Malam hari, staf dari Prof Deni Darmawan mengirimkan pesan di WA dan minta izin telpon.

Assalamualaikum, Ahlan Ramadhan, Salam kenal, Saya Khairullah, Tim Live Campus Journalist TVUPI, Staf Prof Deni Darmawan. Beliau minta saya bantu agar bisa setup aplikasi LCJTVUPI untuk persiapan acara Live. Izin saya bisa telpon setelah tarawih? Isi info Wanya.

Saya bilang bisa. Sebab saya sudah selesai sholatnya. Kami pun akhirnya saling terhubung dan saya jadi tahu info lengkapnya. Anda bisa menontonnya di youtube.com di bawah ini.

https://youtu.be/gGVW2N3oLjU

Sementera ini dulu informasinya. Lain kali saya sambung lagi. Waktu di Jatibening Bekasi sudah pukul 11.44 menit. Saatnya kita beristirahat dan masuk dunia mimpi. Tak terasa sudah lebih dari 900 kata saya tuliskan. Wah ternyata menulis itu memang harus dipaksakan.

Salam Blogger Persahabatan

omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Tulisan ini juga omjay posting di kompasiana.
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5eaafb14d541df13c40c4ab2/heri-ketujuh-puasa-ramadhan

Menjadi Penulis Buku Best Seller

SEMUA ORANG BISA MENJADI PENULIS BUKU BEST SELLER

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)

buku Omjay

Pagi ini saya membaca kembali buku “7 Jurus Jitu menulis buku best seller” karya Eni Setiati yang diterbitkan penerbit Andi Yogyakarta. Dalam kata pengantarnya, penulis buku menuliskan bahwa semua orang bisa menjadi penulis best seller.

 

Banyak orang memimpikan buku yang ditulisnya menjadi best seller dan dibeli oleh orang banyak. Bukunya terpajang di toko-toko buku ternama dan dapat dengan mudah dibeli secara online. Itulah impian yang semoga menjadi kenyataan bila kita memulainya dari sekarang.

Saya menjadi teringat ketika buku-buku saya terpajang di toko buku Gramedia Matraman Jakarta. Senang rasanya tulisan yang saya posting di blog dapat terajut menjadi buku. Bahkan yang membuat saya bangga, buku yang saya tulis itu berjejer atau bersanding dengan buku para penulis terkenal.

Supaya lebih menyemangati, saya membeli buku saya sendiri di toko buku tersebut, dan kemudian saya kirimkan ke berbagai  sekolah yang membutuhkan buku yang saya tulis. Tak lupa saya menitipkan pesan untuk membuat resensi bukunya.

Alhamdulillah buku saya menjadi banyak dikenal karena para resensi buku ini. Mereka benar-benar membaca dan memberikan pengalamannya melumat habis buku yang saya tulis. Kekurangan dan kelebihan buku diungkap habis oleh mereka.

Setiap orang sebenarnya punya kesempatan untuk menjadi penulis buku best selller. Bukunya laku di manca negara. Asalkan isi bukunya menarik perhatian pembaca dan menginspirasi semua pembacanya untuk mengambil pelajaran penting dari buku tersebut.

Ada 7 langkah yang harus anda tempuh untuk menjadi penulis buku best seller versi Eni Setiati yaitu:

  1. Ingin Menjadi Penulis Buku
  2. Tekun Berlatih
  3. Mulailah menulis!
  4. Motivasi diri untuk Menulis
  5. Pahami teknik penulisan buku
  6. Kenali bahasa Penulisan Buku
  7. Lakukan Riset menyeluruh

Menjadi penulis buku pada awalnya bukan cita-cita saya. Sebab saat itu saya mengira, pekerja menjadi penulis buku tidak menjadikan kita kaya. Ternyata saya keliru. Justru menjadi penulis itu membuat kita kaya akan kreativitas dan imajinasi.  Dua hal itulah yang saya rasakan ketika terjun langsung dalam dunia kepenulisan yang begitu luas.

Saat teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat saat ini, setiap orang dapat dengan mudah menerbitkan sendiri bukunya. Mereka dapat dengan mudah memilih sendiri penerbit buku. Asalkan ada modal uang, buku bisa segera diterbitkan.

Antara penulis dan penerbit tidak perlu saling bertemu. Cukup berkomunikasi lewat internet, draft naskah buku dapat dikirimkan ke email penerbit. Setelah proses editing dan disain cover selesai, pihak penerbit akan menghubungi penulisnya.

Bila mereka saling sepakat, maka perjaian pun dibuat, dan penulis akan menikmati royalty buku dari penerbit mayor. Bila anda berhubungan dengan penerbit indie, kita sendiri yang harus kerja keras dan kerja cerdas memasarkan bukunya. Di sanalah jiwa enterpreneur atau jiwa kewirausahaan seorang penulis teruji. Perlu strategi jitu dalam memasarkan buku.

Saya sudah merasakan menerbitkan buku di penerbit besar dan penerbit kecil. Penerbit mayor dan penerbit indie sama sama punya peluang untuk menerbitkan buku best seller. Semua pilihan ada di tangan penulis.  vSebab hidup ini adalah pilihan. Pilihlah penerbit yang bisa anda percaya.

Kepercayaan itu mahal di era disrupsi saat ini. Terkadang ada saja oknum penerbit dan penulis yang nakal. Kepercayaan itu akan tumbuh, kalau kita saling percaya dan saling membantu agar buku yang ditulis laku.

Penulis dan penerbit harus berkolaborasi dalam memasarkan buku agar menjadi buku best seller. Kita juga harus membantu para penulis lain agar bukunya laku. Kalau sudah begitu, maka kerjasama saling menguntungkan akan berlaku. Penulis dan penerbit sama-sama untung melulu. Mereka saling tersenyum bahagia dan berjabat tangan dalam menerbitkan buku selanjutnya yang sulit ditiru.

Semua orang bisa menulis dan semua orang bisa eksis bila dia tahu persis akan kemampuan dirinya. Semua itu akan terjadi bila mau berlatih menulis setiap hari. Seperti tulisan peserta belajar menulis bersama omjay dan kawan kawan berikut ini:

PISANG COKLAT

Jajanan yang satu ini diproduksi dari industri-industri rumahan atau orang Inggris bilang: Homemade/home industry. Tapi jangan remehkan tampilan ataupun rasanya karena sekalipun berasal dari industri rumahan, ia bisa “melenggang dan melanglang buana” hingga ke mancanegara. Banyak yang di eksport ke luar negeri. Jajanan itu adalah Pisang Coklat Rowosari dengan nama produk komersialnya, ROBANNA sebagai akronim dari Rowosari Banana. Anda bisa memesannya secara online.

Robana terbuat dari pisang sebagai bahan utama digoreng dengan balutan adonan tepung terigu, kemudian diberi aksen coklat sebagai perupa dan peletup rasa. Ada banyak rasa yang disediakan selain coklat, seperti: rasa keju, coklat keju, pedas, dan lain-lain. Anda dapat dipastikan bahwa semua rasa yang ditawarkan mendatangkan efek yang sama yaitu KETAGIHAN.

Gimana mendapatkannya? Tak perlu risau. Tanya saja ke Mr. Google alamat dan nomor teleponnya. Dia akan memberitahukan secara lengkap semua informasi yang Anda butuhkan sehubungan dengan Robanna, kudapan berdaya adiksi yang sangat kuat. Setelah dapat keterangan lengkap, bilang saja ke pelaku jasa pengiriman makanan atau orang biasa bilang go-food. Maka hanya dalam hitungan menit Robanna sudah “pasrah” di depan Anda.

Kemudian dengan sigap tapi sopan Anda tinggalkan Robanna sebentar untuk menyeduh teh atau kopi, boleh tubruk boleh instan. Robanna, teh atau kopi menjadi teman bersantai di rumah sambil mengerjakan “proyek” tantangan menulis tentang PISANG COKLAT yang diminta oleh sang motivator yang  juga inspirator guru Indonesia, Mr. Wijaya Kusumah alias Omjay.

Yolis Djami

Tilong-Kupang, 11 April 2020 (pukul 20.00 wita)

Belilah Buku Blogger Ternama

Buku Blogger ternama adalah buku karya ketigabelas dari Omjay yang merupakan guru Blogger Indonesia. Buku ini sengaja dibuat untuk berbagi pengalaman menulis di blog kepada generasi milenial yang sudah malas untuk berlatih menulis.

Pesan Omjay, ” Jadilah Blogger terkenal di era digital dengan meningkatkan keterampilan menulis”. Semua itu bisa terwujud bila kalian banyak berlatih menulis di blog yang kalian kelola dengan baik.

Harga Buku Cuma Rp. 62.700,- (belum termasuk ongkos kirim), dapat anda transfer ke rekening Bank tujuan : BNI Nomor Rekening : 0247943909 Atas Nama : Wijaya Kusumah bni cabang senayan Jakarta Pusat

Menjadi Blogger Ternama dengan Keterampilan Menulis

Silahkan diunduh atau download naskah buku menjadi blogger ternama dengan keterampilan menulis dan dibuatkan sinopsis bukunya setelah kamu membaca isi buku tersebut. Kirimkan ke email wijayalabs@gmail.com dalam bentuk file word.

Sinopsis buku merupakan ringkasan alur cerita atau konten buku. Agen pustaka atau penerbit sering kali mengharuskan para penulis untuk mengirimkan sinopsis karya yang mereka tulis.

Memadatkan konten seluruh buku ke dalam beberapa paragraf atau halaman tentunya menjadi tantangan yang cukup sulit. Terlebih lagi, tidak ada satu cara khusus untuk menulis sinopsis yang baik.

Meskipun demikian, kamu tetap dapat mengambil langkah-langkah tertentu untuk membuat sinopsis hebat yang dapat menarik perhatian para pembaca dan membuat mereka tidak sabar untuk membaca buku yang diresensikan.

5 Cara Mudah Membangkitkan Gairah Menulis

Buku karya Omjay

Buku karya Omjay

Tahukah anda cara mudah membangkitkan semangat menulis? Saya sudah mendapatkannya. Setidaknya saya bisa berbagi dari apa yang saya temukan hari ini. Saya akan bagikan kepada anda secara cuma-cuma di blog ini.

Langkah-langkah yang saya lakukan ada 5 cara yaitu:

  1. Saya rajin pergi ke perpustakaan sekolah. Di perpustakaan sekolah, saya banyak membaca buku yang menginspirasi dan mencerahkan. Saya temani siswa-siswi saya membaca buku. Mereka saya minta memilih satu buah buku yang disukainya lalu menceritakan kembali apa yang dibacanya dalam bentuk tulisan. Di perpustakaan sekolah banyak sekali ide menulis. Salah satunya membuat review buku. Kita ajak murid-murid kita untuk membaca dan menulis.
  2. Saya rajin bersilahturahim. Bertemu teman-teman lama, serta teman-teman baru, dan akhirnya jadi bahan cerita untuk dituliskan. Pengalaman bertemu orang lain seringkali menjadi inspirasi kita dalam menulis. Dari bertemu orang lain itulah terkadang kita bertemu dengan pengetahuan dan pengalaman baru dari orang tersebut. Seringkali saya mendapatkan hal-hal baru yang menjadi bahan tulisan saya.
  3. Saya rajin pergi ke toko buku untuk melihat buku-buku terbitan terbaru. Dari buku-buku baru langsung mendapatkan vitamin tambahan untuk memacu dan memicu saya membuat buku baru lagi. Impian menjadi seorang penulis harus diwujudkan, dan itu akan terjadi kalau ada usaha dan kerja keras dari diri sendiri. Mimpi menjadi penulis terkenal harus diwujudkan dengan belajar dari tulisan mereka yang sudah membuat karya nyata. Di atas langit pasti ada langit. Jangan cepat puas dengan karya kita sendiri.
  4. Saya suka makan dan minum. Dari makan dan minum itulah saya seringkali mendapatkan ide untuk menulis. Makanan yang disantap bisa menjadi ide dalam menulis dan minuman yang diteguk menjadi pelengkap dahaga menulis yang seringkali datang menggebu-gebu. Minimal membuat status di facebook dengan makanan dan minuman yang hendak kita lahab. Dari makanan dan minuman itu bisa menjadi tulisan kuliner yang membuat selera pembaca menjadi lapar untuk mencobanya.
  5. Belajar dari orang lain yang pandai menulis. Dengan belajar bersama penulis terkenal terkadang membuat kita menjadi semangat dalam menulis. Dia bisa, maka seharusnya kita pun bisa. Berlatih menulis adalah tindakan nyata. Lahap membaca akan membuatmu gemuk menulis. Pastikan anda adalah pribadi yang memiliki hobi membaca.  Rabun membaca lumpuh menulis!

Itulah lima cara mudah membangkitkan semangat menulis yang sudah saya tuliskan dalam buku ‘Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”. Semoga bermanfaat!