Kisah ini adalah sebuah kisah nyata. Sebuah kisah tentang guru yang suka menulis. Guru yang menulis di blog lalu dijadikan buku. Tidak mudah memang tapi bisa dilakukan. Kalau kita punya komitmen dan punya kemauan kuat untuk menerbitkan buku.
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi
Kisah ini adalah sebuah kisah nyata. Sebuah kisah tentang guru yang suka menulis. Guru yang menulis di blog lalu dijadikan buku. Tidak mudah memang tapi bisa dilakukan. Kalau kita punya komitmen dan punya kemauan kuat untuk menerbitkan buku.
Luni dan Chiro
Luni cantik dan menggemaskan, meskipun sebenarnya dia pendiam. Apanya yang menggemaskan? Tingkahnya yang “so sweet”. Tidur bersama kami di kamar ber-AC, kadang turut merebahkan diri di balik selimut. Mungkin merasakan dingin-nya AC yang berlebihan baginya.
Apalagi? Makan pun maunya yang enak, yang bergizi. Makanan yang biasa tak mau lagi, begitu merasakan lezatnya varian lain, yang agak lunak dan lembut dengan aroma yang merangsang selera.
Luni manja, maunya dielus dan disayang. Jarang mengeluh, karena merasakan nyaman, mungkin. Jika ada yang mengganggu atau merasakan tidak nyaman, dia akan berlari dengan keluhan lembut.
Chiro, berbadan besar, kekar, dengan tatapan mata jantan yang gagah berani. Suaranya lantang, terkesan gualak, padahal dia penyayang, perhatian kepada adik-adiknya.
Selera makan Chiro sungguh luar biasa. Yang biasa pun dilahap, habis. Apalagi ada varian yang aromanya menggugah selera, hemm … Merem melek menikmatinya. Hihihi … Lucu … Terus rebahan jika sudah kenyang.
Siapa sih Luni dan Chiro? Mereka adalah sepasang kucing kami, yang menemani saya, khususnya, saat BDR, menjadi salah satu kegiatan selingan di antara tugas rutin BDR, memberi makan dan minum Luni dan Chiro. Insyaa Allah saya tetap semangat.
Penulis:
– Endang Sudarmini
– Praktisi PPPK
– Alamat:
Kompleks Sekneg, Blok C IV/33, RT 007/RW 03, Panunggangan Utara, Pinang, Tangerang, 15143
Si Bundek
Pagi ini semua kucing diberi makan pagi. Tidak ketinggalan juga si Bundek. Buntut pendek. Begitulah anak saya Intan memberinya nama.
Saya dikirimkan draft naskah buku ibu Raliyanti, S.Sos., S.Kom., M.Pd melalui aplikasi WhatsApp. Judul bukunya sangat menarik. WUJUDKAN MIMPI TERBITKAN BUKU BERSAMA 30 NARASUMBER HEBAT. Sebuah buku yang dikumpulkan dari belajar menulis di PGRI.
Berpikir komputasional adalah metode berpikir yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika). Tantangan bebras menyajikan soal-soal yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional. Adapun bukunya dapat di unduh di sini dan soalnya bisa dibaca di sana.
Pemanfaatan dan optimalisasi teknologi tersebut tidak terlepas dari sebuah proses mendasar yang harus dikuasai yaitu Computational Thinking (CT). Dengan melihat situasi saat ini dan prediksi pendidikan Indonesia ke depan, CT menjadi sebuah kemampuan dan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki dan diaktualisasikan sejak dini. Melalui CT, siswa pada level sekolah dasar akan sangat terbantu dalam memahami perilaku manusia dalam kaitannya dengan konsep dasar berpendidikan yang berbasis komputer. CT akan melatih dan memacu seluruh rangkaian mental siswa yang memungkinkan siswa memecahkan masalah yang sulit menjadi lebih ringan
Computational Thinking (CT) merupakan sebuah keterampilan dan praktik ilmu komputer yang sangat membantu dalam proses pemecahan masalah. CT menjadi sebuah keterampilan yang perlu dikembangkan sejak dini terutama di Pendidikan Dasar. CT meliputi beberapa keterampilan yaitu abstraction, generalisation, decomposition, algorithmic thinking, dan debugging.
Kompetensi Inti (KI)
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Pengetahuan:
Keterampilan:
Tujuan Pembelajaran
Apa itu berpikir komputasi?
dokumen pribadi
Empat Konsep berpikir Komputasi :
Aktivitas Individu-1
Optimasi Penjadwalan (Decomposition)
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita perlu mengatur jadwal untuk berbagai kegiatan. Misalnya, dari pukul 07.00-pukul 12.00, kita sekolah. Setelah sekolah, ada beberapa kegiatan yang bisa kita ikuti, misalnya mengerjakan PR, belajar musik, belajar memasak, bermain bersama teman, dan lainnya. Dengan demikian, kita harus bisa memilih kegiatan mana saja yang akan kita lakukan pada hari tertentu dan tentunya, kita perlu juga mengatur jadwal agar kegiatan-kegiatan tersebut tidak bertabrakan waktunya.
Dalam mengatur rangkaian pekerjaan, terkadang ditemukan ada dua atau lebih pekerjaan yang dapat dilakukan secara paralel. Misalnya, ketika kalian akan mengerjakan PR, ibu meminta bantuan kalian untuk mendidihkan air yang berada pada sebuah panci besar. Kalian dapat menyalakan kompor dan menaruh panci berisi air di atas kompor tersebut. Tentunya, kalian tidak perlu menunggu air tersebut sampai mendidih terlebih dahulu baru mulai mengerjakan PR. Kalian bisa mengerjakan PR selagi menunggu air tersebut mendidih. Ingat, jangan keasyikan mengerjakan PR sampai air habis karena terlalu lama mendidih.
Pada optimasi penjadwalan ini yang digunakan adalah konsep berpikir komputasi decomposition yaitu memecah-mecah masalah menjadi lebih kecil dan sampai ke pokok sebuah masalah hingga kita menyelesaikan suatu masalah tersebut dapat menyelesaikannya satu persatu dan mengidentifikasi perbagian darimana masalah itu datang.
Aktivitas Individu-2
dokpri
Uji Kemampuan
Pilihan Ganda
Konsep algoritma dalam berpikir komputasi yaitu…
Konsep decomposition pada berpikir komputasi yaitu…
Uraian
GLOSARIUM
Algoritma Mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step-by-step, langkah demi langkah, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang sama.
Berpikir Komputasi cara berpikir untuk menyelesaikan masalah menggunakan bantuan teknologi atau komputer.
Decomposition memecah-mecah masalah menjadi lebih kecil dan sampai ke pokok sebuah masalah hingga kita menyelesaikan suatu masalah tersebut dapat menyelesaikannya satu persatu dan mengidentifikasi perbagian darimana masalah itu datang.
DAFTAR RUJUKAN
Lucas, Franc.2018. Dasar-dasar pemikiran komputasional. https://webdesign.tutsplus.com/id/articles/the-basics-of-computational-thinking–cms-30172
(diakses 2 Oktober 2021)
Wijianto, Maresha Caroline, dkk. (2020). Informatika. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan
dokprib