Si Bundek

Si Bundek

Pagi ini semua kucing diberi makan pagi. Tidak ketinggalan juga si Bundek. Buntut pendek. Begitulah anak saya Intan memberinya nama.

Saya tidak tahu siapa ayah dan ibunya. Si Bundek datang ke rumah kami minta makan. Istri langsung memberinya makan. Nampak sekali dia kelaparan.

Mungkin di luar sana masih banyak kucing yang kelaparan. Kalau saya jalan jalan pagi, suka bawa makanan kucing. Barangkali bertemu kucing yang sedang kelaparan.

Begitu juga dengan manusia yang baik hati. Dulu pimpinan sekolah saya selalu jalan kaki ke sekolah. Nanti supirnya yang membawa pakaiannya ke sekolah.

Selama dalam perjalanan ke sekolah, beliau beri makan kucing yang ditemuinya. Tak lupa juga memberi sedekah kepada para tukang sampah jalanan dan pemulung yang mengais rezeki di pagi hari.

Saya melihat pimpinan saya itu tak pernah sakit. Sebab rajin jalan kaki ke sekolah. Beliau juga senang bersedekah.

Kembali ke si Bundek. Buntut pendek. Kucing ini jinak sekali. Sekarang tubuhnya sudah mulai bersih dan diajari istri untuk tidak buang air besar sembarangan.

Kucing bisa kita ajari untuk tidak kencing dan berak di sembarang tempat. Alhamdulillah, si Bonbon kucing kesayangan kami tidak pernah buang air besar sembarangan. Sebab sudah diajari dari kecil.

Si Bundek sekarang sudah mulai membesar. Kucing paling kecil di keluarga kami. Dia datang menggantikan kesedihan. Setelah kami ditinggal pergi si Bobo, Bibi, Bebe, dan Bubu. Keempat anak kucing itu kini sudah bertemu anak-anak kucing lainnya di alam sana. Saya menitikkan air mata ketika menguburkkannya.

Si Bundek hadir menemani kami bersama kucing liar lainnya. Mereka datang ke rumah kami menemani si Bonbon yang makin gagah saja. Entah siapa saja yang sudah dikawininya.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

by

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

16 thoughts on “Si Bundek

  1. dail

    alhamdulillah ada Bundek… moga sehat dan panjang umur ya Bundek alias Buntut pendek.

    Ituyang pangku Bundek putri Om Jay ya. Kelas berapa sekolahnya

    • Kustiyah

      Maasya Allah….Inspiratif . Saya punya teman (namanya F) hidup denganbpenuh kecukupan. Setiap hari F selalu nggorengkan 1/2 kg ikan untuk bbrp ekor kucing. Kucing tsb tdk tahu siapa pemiliknya, namun setiap pagi pasti datang ke rumah. Dan setelah kucing-kucing tsb kenyang akhirnya pergi entah kemana…dan besok paginya kembali lagi ke rumah F…..begitu seterusnya.

  2. Cahyati

    Saya tertarik cerita om Jay tentang membiasakan kucing buang air besar dan kecil di tempat tertentu atau training toilet kucing. Nah yg ingin saya tahu gimana sih caranya untuk memberi training toilet kucing om..???

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.