Rahasia Umur Panjang, dan Launching Buku Bukan Orang Terkenal

Sabtu, 7 Juli 2012 saya diminta menjadi nara sumber peluncuran buku “Bukan Orang Terkenal” karya Pak Thamrin Dahlan. Acara berlangsung dari pukul 11 s.d. 14.00 WIB di Aula Lantai 3 Rumkit Polri Bhayangkara, Kramat Jati Jakarta Timur. Hadir sekitar 100 orang lebih dalam acara ini. Mereka adalah para keluarga besar Petokayo, teman-teman blogger kompasiana, teman-teman wartawan, Mahasiswa Akper, dan juga teman-teman pak Thamrin Dahlan yang rata-rata sudah memasuki usia senja. Acara dibuka oleh sambutan pak Kombes Pol DR. Syafizal, wakil rumkit Bhayangkara TK. Ir. Sukanto, dan pak Thamrin Dahlan selaku sahibul hajat.

1341657878535458468

Read More

Indahnya Suasana Subuh

Pagi ini saya terbangun dari suara adzan subuh yang saling bersahutan. Dari masjid ke masjid, dan dari musholla ke musholla. Rumah Allah yang suci. Saya pun langsung segera mengambil air wudhu dan pergi ke rumah Allah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Indahnya suasana subuh

Indahnya suasana subuh

Di kota Bandung, masih banyak jamaah sholat subuhnya. Itu pertanda masih banyak orang beriman di dalamnya. Walaupun jujur harus diakui masih lebih banyak umat muslim yang berada di rumahnya. Alhamdulillah, saya merasakan suasana sholat subuh berjamaah yang indah.

Read More

Belajar dan Berbagi Ilmu Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan di SDIT Assalam, Tangerang Banten

Kamis, 28 Juni 2012 saya diundang oleh kepala SDIT Assalam bapak Ahmad Bukhori, S.Pd.I untuk mengisi training menciptakan Pembelajaran yang Kreatif dan Menyenangkan.

foto bareng Omjay Usai Acara

foto bareng Omjay Usai Acara

Materi ini diberikan sebagai pembekalan untuk para dewan guru untuk bisa memberikan training for teachers di lingkungan SDIT Assalam yang lokasi sekolahnya terletak di jl. pasirandu desa kadu, curug, tangerang banten.

 

Guru-guru SDIT Assalam yang hebat luar biasa

Guru-guru SDIT Assalam yang hebat luar biasa

 

Senang sekali bisa berbagi pengalaman menciptakan pembelajaran yang kreatif di sekolah ini. Saya pun memberikan buku terbaru saya sebagai kenang-kenangan untuk peserta yng memenangkan games.

Tersenyum ketika awal masuk kelas juga sdh membawa kadamaian buat anak2 Om. Seenggaknya ga bikin mereka tegang.Jd, guru yg susah senyum harus mulai refleksi wajah biar ga pelit çαмα² senyuman  (bang Said)

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

 

 

Penilaian Autentik

Membaca buku sekolahnya manusia karya Munif Chatib membuat saya lebih memahami penilaian autentik. Dalam buku itu dituliskan pendapat Benyamin S. Bloom di halaman 154 yang menuliskan bahwa penilaian kompetensi memiliki batasan. Batasan-batasan itu terdiri dari:

  • Pengukuran tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan sikap seorang siswa
  • Hasil penilaian tidak mutlak dan tidak abadi karena siswa terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya.

Atas dasar konsep tersebut, penilaian autentik merupakan paradigma baru yang sangat fundamental jika dibandingkan dengan cara penilaian sebelumnya. Penilaian ini lebih melihat kemampuan siswa secara keseluruhan yang bukan hanya dilihat dari nilai tes saja, tetapi juga non tes. Penilaian berorientasi pada 3 ranah yaitu, kognitif (pengetahuan), Psikomotor (Keterampilan), dan Afektif (Sikap). Penilaian juga menekankan pada kompetensi yang diajarkan sehingga membantu siswa yang lemah untuk berkembang dengan cara membangun semangat kerjasama atau kolaborasi.

Berbeda dengan paradigma penilaian tradisional. Dimana penilaian menekankan pada peringkat dan mengklasifikasikannya. Mengesampingkan siswa yang tidak mampu (lemah). Adanya peringkat dan klasifikasi cenderung mendorong kompetensi yang berlebihan. Ditambah lagi penilaian hanya menitikberatkan pada aspek kognitif (pengetahuan). Pengumpulan informasi nilai hanya dengan tes saja, dan tidak melihat aspek non tes.

Teori multiple Intelegences (MI) menawarkan perombakan yang sangat penting dan mengakar ke bawah dalam penilaian autentik yang menjadi dasar dalam penilaian. Dari sini akan didapatkan output yang baik dari sebuah proses pembelajaran.

Teori MI yang dituliskan dalam buku Sekolahnya manusia karya Munif Chatib halaman 155 menganjurkan sistem yang tidak bergantung pada tes standar atau tes yang berdasarkan pada nilai formal, tetapi lebih banyak didasarkan pada penilaian autentik yang mengacu kepada kriteria khusus dengan menggunakan tes yang memiliki titik acuan spesifik dan ipsative (tes yang membandingkan prestasi siswa saat ini dengan prestasinya yang lalu).

Terus terang saya terkesan dengan apa yang dituliskan munif chatib dalam bukunya yang berjudul sekolahnya manusia. Dalam buku ini dijelaskan bahwa soal yang sulit justru akan merusak mental siswa untuk maju. Sayapun terkejut, dan akhirnya bersetuju ketika Munif Chatib menuliskan bahwa cara cepat untuk membuat tes yang berkualitas adalah model open book. Yuk kita nikmati buku sekolahnya manusia.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Tetaplah Menulis, Maka Kamu Akan Tahu Siapa Dirimu!

Tetaplah menulis, maka kamu akan tahu siapa dirimu.  Sebuah kalimat indah yang saya dapatkan dari profil seorang aktivis komunitas emak-emak blogger. Begitulah saya menjuluki dan mengenalnya. Itulah blog mbak Mira di http://ayankmira.blogspot.com/ yang ramai sekali pengunjungnya. Kami pernah belerjasama dalam sebuah kegiatan amprokan blogger di komunitasblogger bekasi. Waktu itu saya meminta mbak Mira untuk menjadi bendahara panitia AB2011.

 1340352622126971526

blognya mbak Mira

Read More