5 Cara Mudah Membangkitkan Gairah Menulis

Buku karya Omjay

Buku karya Omjay

Tahukah anda cara mudah membangkitkan semangat menulis? Saya sudah mendapatkannya. Setidaknya saya bisa berbagi dari apa yang saya temukan hari ini. Saya akan bagikan kepada anda secara cuma-cuma di blog ini.

Langkah-langkah yang saya lakukan ada 5 cara yaitu:

  1. Saya rajin pergi ke perpustakaan sekolah. Di perpustakaan sekolah, saya banyak membaca buku yang menginspirasi dan mencerahkan. Saya temani siswa-siswi saya membaca buku. Mereka saya minta memilih satu buah buku yang disukainya lalu menceritakan kembali apa yang dibacanya dalam bentuk tulisan. Di perpustakaan sekolah banyak sekali ide menulis. Salah satunya membuat review buku. Kita ajak murid-murid kita untuk membaca dan menulis.
  2. Saya rajin bersilahturahim. Bertemu teman-teman lama, serta teman-teman baru, dan akhirnya jadi bahan cerita untuk dituliskan. Pengalaman bertemu orang lain seringkali menjadi inspirasi kita dalam menulis. Dari bertemu orang lain itulah terkadang kita bertemu dengan pengetahuan dan pengalaman baru dari orang tersebut. Seringkali saya mendapatkan hal-hal baru yang menjadi bahan tulisan saya.
  3. Saya rajin pergi ke toko buku untuk melihat buku-buku terbitan terbaru. Dari buku-buku baru langsung mendapatkan vitamin tambahan untuk memacu dan memicu saya membuat buku baru lagi. Impian menjadi seorang penulis harus diwujudkan, dan itu akan terjadi kalau ada usaha dan kerja keras dari diri sendiri. Mimpi menjadi penulis terkenal harus diwujudkan dengan belajar dari tulisan mereka yang sudah membuat karya nyata. Di atas langit pasti ada langit. Jangan cepat puas dengan karya kita sendiri.
  4. Saya suka makan dan minum. Dari makan dan minum itulah saya seringkali mendapatkan ide untuk menulis. Makanan yang disantap bisa menjadi ide dalam menulis dan minuman yang diteguk menjadi pelengkap dahaga menulis yang seringkali datang menggebu-gebu. Minimal membuat status di facebook dengan makanan dan minuman yang hendak kita lahab. Dari makanan dan minuman itu bisa menjadi tulisan kuliner yang membuat selera pembaca menjadi lapar untuk mencobanya.
  5. Belajar dari orang lain yang pandai menulis. Dengan belajar bersama penulis terkenal terkadang membuat kita menjadi semangat dalam menulis. Dia bisa, maka seharusnya kita pun bisa. Berlatih menulis adalah tindakan nyata. Lahap membaca akan membuatmu gemuk menulis. Pastikan anda adalah pribadi yang memiliki hobi membaca.  Rabun membaca lumpuh menulis!

Itulah lima cara mudah membangkitkan semangat menulis yang sudah saya tuliskan dalam buku ‘Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”. Semoga bermanfaat!

Kembalikan TIK Sebagai Mata Pelajaran Lagi

Mohon kiranya kawan-kawan yang membaca tulisan ini membantu kami. Mata pelajaran TIK dihapuskan dalam struktur kurikulum 2013. Lalu kemudian dijadikan bimbingan TIK sesuai dengan permendikbud nomor 45 tahun 2015.  Generasi penerus bangsa ini butuh pelajaran yang mengajarkan kepada mereka akan arti pentingnya dasar-dasar yang kuat untuk menancapkan pemahaman kepada mereka akan arti penting Etika dan Moral pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Dari hasil survei di facebook group komunitas guru TIK dan KKPI, mayoritas guru dan siswa menginginkan mata pelajaran TIK kembali sebagai mata pelajaran. Selama ini, bimbingan TIK masih mengundang banyak persoalan di sekolah dan komunitas guru TIK dan KKPI hanya minta regulasi dari kemdikbud agar mata pelajaran TIK di SD, SMP, dan SMA sudah ada lagi di tahun pelajaran 2016/2017. Juga mata pelajaran KKPI di SMK yang namanya diganti menjadi simulasi digital.

Read More

Anies Baswedan dan Perjuangan Guru TIK di Kampus UNJ

Alhamdulillah, selesai juga rapat kerja nasional (Rakernas) dan workshop guru TIK dan KKPI di Wisma kampus A UNJ Rawamangun Jakarta Timur dari tanggal 9-10 Januari 2015. Selama 2 hari 1 malam kami berkumpul di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ada kebahagian tersendiri dalam hati kami semua. Sebab kegiatan ini tidak dibiayai fasilitas negara. Namun murni dari kocek sendiri dan merupakan hasil perjuangan guru TIK dan KKPI yang mata pelajarannya ingin eksis kembali dalam kurikulum 2015.

Mengapa kami menyebutnya kurikulum 2015? Sebab kurtilas (KURIKULUM 2013) sudah tergilas dengan adanya revisi di sana sini. Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar sudah mengalami perbaiki di sana sini. Bagi kami kurtilas adalah masa lalu yang kelam dan membuat kawan-kawan kami seperjuangan kehilangan pekerjaannya sebagai guru mata pelajaran TIK dan KKPI. Ada pula yang terpaksa pindah ke jalur bikrokrasi, karena TIK dihapuskan dalam kurtilas yang merupakan kurikulum setengah mentah. Kalau kurtilas bagus, pastilah tidak banyak menimbulkan korban, dan jadi polemik di masyarakat. Korban yang paling banyak dialami adalah guru TIK dan KKPI. Teman-teman kami yang sangat kami cintai.

Read More

Mengupas Buku Arief Rachman Guru

arief rachmanPagi ini, hari Senen, tanggal 4 Januari 2016, saya mendapatkan sebuah buku dari petugas Tata Usaha sekolah. Judul Bukunya “Arief Rachman Guru“. Sebuah buku yang dituliskan berdasarkan catatan Ukim Komarudin.

Saya tahu sosok pak Arief Rachman. Beliau adalah penasehat kami di Labschool. Umurnya sudah lebih dari 70 tahun. Tapi kalau melihat semangatnya, orang muda pasti kalah. Beliau selalu bersemangat dan senantiasa menyemangati. Terkadang kami yang muda menjadi malu, karena pak Arief Rachman sangat pandai beretorika dan memainkan kata. Kemampuan ini terus terang belum saya miliki. Apa yang beliau ucapkan seringkali membuat saya akhirnya menulis, karena khawatir saya lupa akan pesan-pesannya. Retorika bicaranya lancar dan lama bersemayam di alam pikiran.

Rupanya dalam hal membuat catatan harian, saya kalah gesit dengan penulis buku ini. Saya kenal betul pak Ukim Komarudin yang merupakan guru saya dalam menulis. Beliau guru bahasa Indonesia yang kemudian dipercaya menjadi kepala sekolah di SMP Labschool Kebayoran Jakarta Selatan.

Kalau melihat buku Arief Rachman guru, sebenarnya tak ada hal yang istimewa. Tapi kalimat-kalimat yang dituliskan pak Ukim Komarudin membuat mata ini tersihir untuk terus melumatnya sampai habis. Meskipun sebagian isinya juga sudah saya tuliskan di berbagai blog yang saya kelola.

Iman, ilmu, dan Amal adalah 3 hal yang sering dikampanyekan di rumah kedua kami. Dengan iman, seseorang bisa memilah baik buruk dari semua pilihannya, selaras dengan agama yang dianutnya. Dengan ilmu, seseorang mampu membedakan apa yang benar, dan apa yang salah, sehingga keputusannya dalam hidup semakin bermakna. Dengan amal, seseorang mampu mengenal kekuatannya, untuk menjadi manusia yang berharkat dan bermartabat.

Membaca buku Arief Rachman guru, membuat mereka yang berprofesi guru akan berusaha kehadirannya menginspirasi, dan menggerakkan peserta didiknya. Persis seperti apa yang dilakukan pak Arief Rachman yang kini telah menjadi guru besar emeritus di Fakultas bahasa dan seni Universitas Negeri Jakarta.

Menjadi guru bukanlah pengorbanan, tetapi menjadi guru adalah sebuah kehormatan. Itulah sedikit pesan pak Anies Baswedan dalam buku ini. Beliau sangat terkesan dengan sosok pak Arief Rachman yang mampu menginspirasi dan menggerakan.

Salam Persahabatan

Omjay