Taraju, Desa Idaman di Bumi Parahiyangan

Tahun lalu saya berkunjung ke desa Taraju. Sebuah desa di lereng pegunungan yang berada di kabupaten tasikmalaya. Waktu itu, desa Taraju adalah salah satu desa yang terkena gempa bumi. Banyak rumah penduduk yang retak, dan bahkan ada fasilitas sosial seperti madrasah yang hancur terkena gempa itu. Kini, saya kembali ke desa taraju dalam suasana lebaran Idul Fitri. Begitu jauh perbedaannya dengan tahun lalu. Saya melihat banyak perubahan di sana-sini. Semua itu berkat adanya PNPM Mandiri dan juga swadaya masyarakat yang bahu membahu membangun kembali desanya.

Bantuan PNPM Mandiri dari pemerintah

Tahun lalu, saya melihat desa ini porak poranda akibat gempa. Termasuk juga rumah family saya yang ada di desa Taraju. Hampir setiap sudut rumah family saya itu retak oleh gempa bumi yang terjadi di wilayah Tasikmalaya. Ternyata gempa bukan hanya menimpa mereka yang dekat laut saja, tetapi juga bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana sebuah sekolah madrasah rusak berat akibat gempa. Kini saya temui kembali, madrasah itu telah berdiri megah dengan desain yang jauh lebih modern dari sebelumnya.

Read More

Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan

Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan

Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan

Sudah tiga hari ini, saya berada di desa Taraju, Tasikmalaya. Selain berlebaran dengan sanak family di sana, saya pun ingin bertamasya bersama keluarga. Selain tempatnya yang sejuk dan mempesona, desa Taraju terkenal unik dan memukau. Membuat siapa saja yang pernah ke Taraju pasti ingin kembali lagi ke sini. Seperti halnya saya yang beberapa tahun belakangan ini begitu senang bila pergi berlibur ke desa Taraju. Mengapa saya begitu terpesona dengan desa Taraju ini? Apa yang unik dari desa ini? Mengapa saya begitu terpesona dengan pemandangan alamnya yang Indah? Beberapa pertanyaan itulah yang akan coba saya tuangkan dalam tulisan saya kali ini yang berjudul, “Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan.” Eng-Ing-Eng……..hehehehehehe.

Read More

Busyeeet!!! Bandung-Garut ditempuh 10 Jam Euy!

Keinginan untuk bisa berlebaran di kampung halaman bersama keluarga membuat orang berbondong-bondong pergi ke tempat asalnya masing-masing. Tak peduli, walaupun jalan yang ditempuh mengalami macet total. Seperti apa yang saya alami sendiri pada hari Sabtu, 11 September 2010. Bandung-Garut yang biasanya ditempuh hanya 1,5 jam kini harus kami tempuh selama 10 Jam. Sebuah perjalanan spectakuler sepanjang sejarah perjalanan saya pulang mudik bersama keluarga. Untunglah segala macam perbekalan di jalan sudah kami persiapkan di mobil.

Dari Bandung, kami berangkat pukul 10.00 pagi. Cuaca pada saat itu cerah. Kemacetan mulai terasa ketika kami baru saja keluar tol Cilenyi. Kendaraan padat merayap di tengah teriknya sinar mentari  yang memanas. Asap knalpot kendaraan bermotor terlihat dimana-mana. Bau kopling dan rem yang menyengat dari mobil-mobil yang bermasalah sudah terasa di hidung kami. Banyak mobil yang terpaksa berhenti karena panasnya mesin, dan juga memang keinginan para pengemudi yang ingin beristirahat karena lelah dan ngantuk.

Read More

Posting Tanpa Foto??? Garing Boo!!

Setelah banyak bergabung dengan kawan-kawan fotografer, saya menjadi semakin suka dengan dunia fotografi. Apalagi setelah membaca postingan mas Widianto. Haji Didiet tentang teori dasar fotografi. Sebenarnya, kesukaan saya dalam dunia fotografi setelah diajak oleh pak Dedi Dwitagama yang hobi banget dengan dunia fotografi. Saya pun pada akhirnya semakin kecanduan memotret setelah foto saya dimuat dalam harian Republika, 1 September 2010 di halaman 25 yang meliput acara pesantren ramadhan di sekolah kami.

Read More