Posted on: September 7, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Posting Tanpa Foto??? Garing Boo!!

Setelah banyak bergabung dengan kawan-kawan fotografer, saya menjadi semakin suka dengan dunia fotografi. Apalagi setelah membaca postingan mas Widianto. Haji Didiet tentang teori dasar fotografi. Sebenarnya, kesukaan saya dalam dunia fotografi setelah diajak oleh pak Dedi Dwitagama yang hobi banget dengan dunia fotografi. Saya pun pada akhirnya semakin kecanduan memotret setelah foto saya dimuat dalam harian Republika, 1 September 2010 di halaman 25 yang meliput acara pesantren ramadhan di sekolah kami.

Semenjak saya memproklamirkan diri menjadi seorang blogger di tahun 2007, saya merasakan benar bahwa blog saya akan kurang menarik tanpa foto. Oleh karena itu, saya mengambil beberapa foto hasil bidikan teman-teman yang sangat bagus. Dari mereka lah saya mendapatkan foto-foto itu. Namun, setelah semakin aktif menulis, saya merasakan bahwa postingan tanpa dilengkapi foto serasa kurang lengkap. Apalagi, rata-rata pembaca blog setia saya adalah anak-anak SMP yang hidup dalam alam dunia digital. Bagi mereka, tulisan akan terasa menarik untuk dibaca bila mereka melihat dulu gambar yang ada dalam postingan itu.

Berbeda halnya dengan kita yang sudah menua atau beranjak dewasa. Bagi kita yang menua, teks justru nomor satu, baru kemudian gambar. Bagi kita yang orang dewasa, gambar atau foto adalah pelengkap /ilustrasi dari apa yang kita tuliskan. Tulisan akan semakin lebih bermakna setelah dimasukkan gambar. Tentu hal ini masih bisa diperdebatkan, tetapi sepanjang pengamatan saya memperhatikan anak-anak itu membaca postingan di blog, maka saya semakin yakin bahwa sebuah postingan akan semakin hidup atau bernyawa bila dilengkapi dengan foto atau gambar.

Seringkali kita tentu merasakan kesulitan mencari gambar atau foto untuk mendukung tulisan kita. Seringkali pula kita meminta tolong mesin pencari “google” untuk mencarikan gambar yang pas tanpa merasakan bahwa kita sebenarnya sudah mengambil atau mencuri hasil karya orang lain dengan melupakan sumber dari mana foto atau gambar itu diambil. Karena sudah keseringan, akhirnya jadilah kita blogger pencuri foto dari hasil jepretan orang lain. Kalau sudah begitu, kenapa kita sebagai blogger tak memperdalam ilmu fotografi? Mungkin saja dari mendalami ilmu fotografi, anda bukan hanya sebagai seorang blogger handal di era global, tetapi anda bisa disejajarkan dengan fotografer terkenal papan atas, seperti mas Kristupa saragih karena karya foto anda yang begitu menggoda. Foto yang anda ambil seperti bercerita dan mengandung unsur SPOK, yaitu Subyek, Predikat, Obyek, dan Keterangan.

Nampaknya, saya harus belajar banyak agar foto yang dihasilkan dari jepretan saya memenuhi unsur itu. Sehingga siapa saja yang memandangi hasil foto jepretan saya akan terkagum-kagum, dan foto itupun bercerita atau berbicara sendiri tanpa saya harus menambahkan teks di bagian bawahnya.

Akhirnya, sebuah postingan di blog pribadi tentu akan semakin menarik bila ada foto-foto hasil jepretan sendiri yang sesuai dengan tema tulisan. Kita pun bukan hanya menjadi seorang blogger, tetapi juga seorang fotografer. Mampu menulis dari hasil pikiran sendiri, dan memviasualisasikannya dengan gambar atau foto dari hasil karya sendiri pula. Bila kita para blogger sudah mencapai kepada tahap itu, maka saya ucapkan selamat kepada anda. Sebab kata peserta didik saya yang doyan ngeblog, “postingan tanpa foto di blog??? Garing boo!!?.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.