Posted on: September 16, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Jangan Pernah Menganggap Menulis Itu Sulit

Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah

Penulis sering mendapatkan pertanyaan dari peserta didik lainnya bagaimana caranya agar dapat menulis. Sebab mereka merasa kesulitan sekali dalam membuat tulisan. Mereka selalu mengatakan betapa sulitnya menulis. Terutama menulis sebuah karya tulis yang diperuntukkan untuk tugas akhir mereka.

Orang yang baru belajar menulis ibarat anak remaja yang tengah jatuh cinta. Ia selalu kesulitan menemukan kata-kata yang tepat. Ia juga tidak punya keberanian untuk mengucapkan kata-kata cinta itu kepada pujaan hatinya. Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan ia merenung…. Hanya untuk mencari kata-kata, dan saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.

Tapi begitu kata cinta terucap dan gayung bersambut, segalanya menjadi sangat lancar dan nyaman. Kebahagiaan akibat hasrat untuk berjumpa dan saling mengungkapkan rasa cinta terus mengalir tiada henti. Setiap saat, setiap perjumpaan, dapat dijadikan kesempatan untuk sal;ing memadu cinta karena tak ada lagi penghalang untuk menyatakannya.

Menulis tak jauh berbeda. Hampir semua siswa dan guru mengalaminya. Mereka semua merasa kesulitan untuk memulainya. Padahal, jika sudah dimulai selanjutnya lancar-lancar saja. Ide dan gagasan mengalir bagaikan aliran sungai yang dalam, mencari tempat yang rendah untuk digenanginya.

Menulis tidak akan terlepas dari aktivitas membaca. Tak ada penulis yang mampu menulis tanpa proses membaca. Sayangnya, tak semua orang senang melakukan aktivitas membaca sehingga menulis menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan.

Ketika menulis itu dianggap sulit, maka kesulitanlah yang akan didapatkan. Namun ketika menulis itu bukan merupakan sebuah beban, maka akan terasa mudah kita menulis. Sebab menulis itu mudah. Kita dapat menulis apa saja yang dipikirkan, lalu menuangkannya dalam bentuk tulisan agar dengan mudah dipahami oleh orang lain.

Lalu apa yang sulit dari menulis? Yang sulit dari menulis adalah MEMULAI.

Ketika menulis itu dianggap sulit, maka anda tak akan pernah mudah merangkai kata, karena anda telah merasa putus asa dan kamu telah memvonis dirimu sendiri supaya tak mampu menulis. Akhirnya kamu tak melakukan apa-apa. Kamu hanya diam termenung dan tak satu pun kalimat tertulis dengan penuh makna. Mas Hernowo menuliskannya dalam bukunya “Mengikat Makna”.

Penulis hanya bisa menganjurkan, bila kamu mengalami hal seperti di atas, maka berkonsultasilah dengan mereka-mereka yang mampu menulis. Atau cobalah sendiri secara mandiri. Dari kemandirian itulah kamu akan merasakan kesulitan berubah menjadi kemudahan.

Ingatlah surat Al-Insyirah dalam Al-Qur’an, “Di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan”. Tinggal kamu sendiri yang mengolah bagaimana kesulitan itu berubah menjadi kemudahan asalkan anda tak mengenal kata putus asa. Maju terus pantang mundur. Lalu rasakan kenikmatan tersendiri ketika kamu menulis.

Jadikanlah menulis sebagai sebuah kebutuhan, dan keterampilan. Yakinkan diri bahwa kamu mampu untuk menulis. Bila itu terus dilakuan setiap hari, maka akan dengan sendirinya anda bisa menulis.

Menulislah terus setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Selamat Mencoba!

salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.