Catatan Hari Pertama Implementasi Kurikulum 2013 di Grand Hotel Lembang Bandung

Selasa, 9 Juli 2013 pukul 08.00 wib, rombongan kami berangkat dari sekolah Labschool  Jakarta menuju Grand Hotel Lembang Bandung di Jl. Raya Lembang 228, telepon 022-213393.

Tempat acara pembukaan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Tempat acara pembukaan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Pukul 11.30 wib rombongan kami yang terdiri dari 19 orang guru SMP Labschool Jakarta tiba di lokasi. Kami semua langsung registrasi dan mendapatkan kamar hotel. Saya sekamar dengan Pak Amidi, guru Bahasa Inggris, sedangkan saya akan mengajar mata pelajaran prakarya. Sebuah mata pelajaran baru dalam kurikulum 2013 menggantikan TIK yang dihapuskan dalam kurikulum 2013.

Read More

Indahnya Berbagi Ilmu di Komunitas Guru Era Baru

Peserta aktif TWC2 di sesi Acer Guraru

Peserta aktif TWC2 di sesi Acer Guraru

Kegiatan Teacher Writing Camp 2 (TWC2) hari pertama berjalan dengan lancar. Para pembicara yang direncanakan hadir seluruhnya. Kami sebagai panitia sangat senang sekali. Di hari pertama, kami telah bertambah ilmu tentang dunia menulis dan ngeblog di internet. Peserta yang menginap langsung praktik ngeblog di http://guraru.org. Website guru era baru diserbu. Wow seru banget! Tidak terasa malam telah semakin larut, dan kamipun tertidur pulas kelelahan.

Read More

Kemana Larinya Dana Sertifikasi Guru?

Saya terdiam ketika membaca keluhan seorang guru di surat pembaca kompas. Dana tunjangan sertifikasi gurunya belum cair hingga saat ini. Padahal, semenjak tahun 2007 dirinya sudah mendapatkan sertifikat sebagai seorang pendidik profesional.

Rekan guru itu terus mencari informasi. Kemana larinya dana sertifikasi guru? Jalur birokrasi pun ditempuh, tetapi rekan guru itu hanya seperti bola pimpong. Oper sana, oper sini. Pimpong sana-pimpong sini. Tak jelas harus kemana lagi haknya harus dicari. Jabatan guru profesional yang kini disandangnya hanya tertulis saja dalam selembar kertas. Tak jelas kemana larinya dana sertifikasi guru yang dijanjikan oleh pemerintah.

Mungkin, tragedi yang dialami rekan guru itu banyak juga dialami guru lainnya. Hanya saja, mungkin mereka sudah bosan dengan janji-janji birokrasi. Sertfikasi guru yang bertujuan mulia menjadi hambar karena pengelolaannya tidaklah profesional. Mereka yang mendapatkan tunjangan sertifikasi guru disorot kinerja mengajarnya. Malu rasanya, bila kita sebagai guru telah mendapatkan tunjangan sertifikasi tetapi tak mampu memperbaiki cara mengajarnya.

Saya menjadi teringat kembali ketika diminta mengumpulkan berkas portofolio di tahun 2007. Kami sibuk mempersiapkan berkas sertifikasi guru agar lulus portofolio. Tapi ternyata banyak diantara kami yang tak lulus portofolio, dan harus mengikuti PLPG. (bersambung)

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com