Sabtu, 14 Mei 2011 saya diminta untuk memberikan materi Urgensi Pendidikan di Gedung N Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
TEMA besar kegiatan ini adalah:
“MEMBANGUN KEPEDULIAN KRITIS TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA”
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi
Sabtu, 14 Mei 2011 saya diminta untuk memberikan materi Urgensi Pendidikan di Gedung N Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
TEMA besar kegiatan ini adalah:
“MEMBANGUN KEPEDULIAN KRITIS TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA”
Hari Minggu, 26 September 2010 saya mengikuti kegiatan wisuda semester genap 2009/2010 di Gedung Serbaguna kampus B Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Sebagai salah seorang wisudawan yang hadir pada saat itu, tentu saya merasakan sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan seorang wisudawan yang telah menyelesaikan masa studinya di bangku kuliah, yang sudah dua tahun lebih ditempuhnya. Tentu dengan segenap perjuangan, dan pengorbanan meraih cita-cita menjadi seorang Magister Pendidikan. Namun, segenap pengorbanan dan perjuangan hilang begitu saja ketika kita telah menjadi seorang wisudawan.
Pada Semester genap tahun 2009/2010 ini, UNJ meluluskan 2100 wisudawan, dan telah melahirkan 74.353 alumninya. Kegiatan wisuda dibagi kedalam dua hari hari kegiatan (25 dan 26 Septeber 2010), sehubungan dengan banyaknya jumlah wisudawan yang lulus tahun ini.
Ratusan guru dari hari kemarin sampai dengan hari ini, Jum’at 6 Agustus 2010 harus mengantri untuk mengurus legalisir sertifikat pendidik di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) . Edaran kepala dinas pendidikan, bapak Dr. Taufik Yudi yang mendadak sampai ke sekolah, membuat para guru dengan terpaksa meninggalkan kelasnya untuk mengurus legalisir. Hal ini jelas berdampak buruk bagi peserta didik yang ditinggalkan.
Minggu pagi, 8 Maret 2009 saya diminta oleh salah satu pengurus Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI) cabang Jakarta, saudara Badru Zaman untuk memberikan materi tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Workshop PTK. Kegiatan ini juga terselenggara atas kerjasama dengan jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Berbagi Ilmu PTK di UNJ
Pada awalnya saya tak pernah berpikir kalau di hari libur panjang ini akan banyak guru yang datang menghadiri kegiatan workshop PTK .Ternyata saya keliru. Jumlah peserta yang hadir cukup banyak. Lebih dari 150 orang guru hadir dalam Workshop PTK yang dilaksanakan di Perpustakaan UNJ Lantai 1.

Peserta Workshop PTK di Perpustakaan UNJ
Dalam acara tanya jawab dengan peserta, masih banyak guru yang belum melaksanakan PTK di kelasnya sendiri. Masih banyak yang belum paham tentang siklus PTK, dan bagaimana cara membuat instrumen PTK. Tentu ini merupakan sebuah kewajiban bagi saya untuk menjawabnya dengan baik. Lalu saya jelaskan dengan panjang lebar tentang mengapa guru perlu melakukan PTK. Mengapa kita harus memahami siklus PTK dan bagaimana cara membuat instrumen PTK yang baik.

Para Guru Sedang Berlatih Membuat Proposal PTK
Saya menaruh harapan yang positif, bila para guru telah melakukan PTK akan banyak ditemui khasanah ilmu pengetahuan baru dalam dunia pendidikan kita. Selain itu, guru pun semakin terbiasa untuk meneliti dan menulis serta melaporkan hasil penelitiannnya.
Ada 5M yang harus dilakukan dalam melaksanakan PTK, yaitu Melihat, Membaca, Menulis, Meneliti, dan Melaporkan. Bila kelima hal itu telah menyatu, maka guru akan tahu bagaimana melaksanakan pembelajaran yang berkualitas.
Di samping hal tersebut di atas, guru pun harus menguasai 4 hal penting dalam PTK, yaitu Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, dan Refleksi.

Para Guru Akan Tersenyum Puas Bila Proposal PTK Telah Selesai Dibuat
Semoga apa yang telah saya paparkan dalam Workshop PTK hari ini bermanfaat untuk para guru dalam melakukan PTK. Semoga pula para guru kita semakin menyadari akan pentingnya PTK dalam memperbaiki kinerjanya sebagai guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.