Posted on: May 15, 2011 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 3

Training Mahasiswa For Education di UNJ

Sabtu, 14 Mei 2011 saya diminta untuk memberikan materi Urgensi Pendidikan di Gedung N Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

TEMA besar kegiatan ini adalah:

“MEMBANGUN KEPEDULIAN KRITIS TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA”

Muatan Materi  yang diminta oleh panitia adalah:

  1. Permasalahan pendidikan Indonesia.
  2. Peranan serta pentingnya pendidikan terhadap kemajuan bangsa Indonesia.
  3. Solusi untuk masalah-masalah pendidikan.

Terus terang ketika dipercaya untuk memberikan materi ini, saya merasa cocok dengan apa yang saya alami, dan materi ini pernah saya tuliskan dalam blog saya di internet. Anda bisa membacanya di sini.

Ketika diberikan kesempatan berbicara dihadapan para mahasiswa, saya pun langsung membagi mereka dalam kelompok-kelompok diskusi. Mereka saya minta berdiskusi tentang masalah pendidikan saat ini, pentingnya pendidikan untuk kemajuan bangsa, dan contoh pendidikan yang ideal menurut mereka.

Hasil dikusi mereka sungguh luar biasa. Saya terkesima dibuatnya. mereka adalah para Mahasiswa yang cerdas menangkap apa yang terjadi dalam dunia pendidikan kita saat ini. Permasalahan demi permasalahanpun diungkapkan dengan lancar.

Seru banget hasil diskusinya. Saya mendengar secara langsung dari mereka begitu banyak permasalahan pendidikan dihadapi bangsa ini.  Terutama masalah RSBI yang biayanya mahal, dan tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Masalah Ujian Nasional (UN) yang belum berkeadilan juga dibahas oleh teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ ini.  Mereka mengatakan bahwa UN sudah banyak menimpa korban, dan perlu dicari alternatif lain agar UN menyenangkan semua pihak.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

3 People reacted on this

  1. Assalamualikum omjay.

    Saya salah satu peserta TER kemarin, dari kelompok bebek,hehehe. Kebetulan saya juga berasal dari jurusan yang sama seperti omjay di S2 dan S3, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan 🙂

    Makasih banyak atas materi yang super sekali kemarin, banyak hal yang saya pelajari dan membuat saya semakin sadar mengenai potret pendidikan di Indonesia.Jujur, saya rasa waktunya benar-benar kurang karena sesi tanya jawab akhirnya ditiadakan karena sempitnya waktu.

    Saya sangat penasaran dengan pendidikan kewirusahaan yang omjay sebutkan.Kebetulan salah satu dosen saya yang pernah dapat beasiswa TOT dari pak Ciputra sering sekali menyinggung mengenai urgensi membangun watak wirausahawan. Saya pun kemudian sadar bahwa pendidikan kewirausahaan penting untuk diajarkan kepada generasi penerus bangsa.

    Namun terdapat stigma di masyarakat bahwa pendidikan tidak boleh dimasukan unsur bisnis, khawatir akan menjadi komersial dan sebagainya (walaupun dengan adanya RSBI jelas merupakan komersialisasi pendidikan).

    Yang ingin saya tanyakan, bagaimana merubah stigma tersebut, agar lembaga pendidikan mengerti bahwa kewirausahaan bukan cuma “profit-oriented” tapi lebih kepada jiwa-jiwa berusaha yang harus kita teladani?

    Kemudian bagaimana cara mengeajarkan pendidikan kewirausahaan ini pada adik-adik kita dimana budaya konsumerisme di Indonesia sudah begitu tinggi om, secara anak SD sekarang aja hp nya rata-rata blackberry, adik saya aja diajak susah dikit udah rewel,hehehe

    Terus ada lagi nih omjay, maap ya kalau kebanyakan,heheh..

    Mengenai guru kreatif dan guru kognitif dari pak Rhenald Kasali om. Bagaimana cara mengajarkan guru-guru di Indonesia supaya jadi guru yang kreatif? wong di ex-IKIP kaya UNJ ja seperti yang omjay bilang, terkadang dosen tersebut justru lebih banyak bercerita mengenain dirinya sendiri..hmmm

    Mohon penjelasannya ya omjay,makasih.

    Salam

    Sarah Saskia

  2. Walaikum Salam Mbak Sarah Saskia

    Saya salah satu peserta TER kemarin, dari kelompok bebek,hehehe. Kebetulan saya juga berasal dari jurusan yang sama seperti omjay di S2 dan S3, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan 🙂

    Jawaban Omjay:
    Omjay berasal dari Jurusan Teknologi Pendidikan. Bukan jurusan Kurikulum.

    Makasih banyak atas materi yang super sekali kemarin, banyak hal yang saya pelajari dan membuat saya semakin sadar mengenai potret pendidikan di Indonesia.Jujur, saya rasa waktunya benar-benar kurang karena sesi tanya jawab akhirnya ditiadakan karena sempitnya waktu.

    jawaban Omjay:
    Iya benar. waktunya kayaknya cepat banget ya, hehehe
    Padahal saya kepengen banget kita tanya jawab. Tapi kalau mau tanya jawab, kirim aja email ke wijayalabs@gmail.com

    Saya sangat penasaran dengan pendidikan kewirausahaan yang omjay sebutkan.Kebetulan salah satu dosen saya yang pernah dapat beasiswa TOT dari pak Ciputra sering sekali menyinggung mengenai urgensi membangun watak wirausahawan. Saya pun kemudian sadar bahwa pendidikan kewirausahaan penting untuk diajarkan kepada generasi penerus bangsa.

    jawaban Omjay:
    Benar mbak edupreneurship atau pendidikan kewiraysahaan sangat penting diberikan kepada peserta didik agar mental mereka sdh disiapkan dari mental pegawai ke mental pengusaha. perlu pelatihan khusus untuk merubah mindset mereka agar mampu merubahnya. Edupreneurship belum terjadi di sekolah-sekolah kita. saya siap membantu teman-teman yg ingin menguasai materi ini dengan baik.

    Namun terdapat stigma di masyarakat bahwa pendidikan tidak boleh dimasukan unsur bisnis, khawatir akan menjadi komersial dan sebagainya (walaupun dengan adanya RSBI jelas merupakan komersialisasi pendidikan).

    Jawaban Omjay:
    Mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan bukan berarti kita mengajarakan bisnis murni di sekolah, tetapi kita melatih mereka dengan cara-cara edukasi agar mereka siap menjadi seorang pengusaha kelak. Namun yang sangat saya sesalkan, di sekolah negeri justru RSBI semakin mahal, dan kreativitas anaka-anaka malah kurang berkembang dengan baik. Mereka seperti robot-robot yang berada di dunia industri. Mereka pun akhirnya menjadi peserta didik yang kurang kreatif karena kuranganya pendidikan kewirausahaan.

    Yang ingin saya tanyakan, bagaimana merubah stigma tersebut, agar lembaga pendidikan mengerti bahwa kewirausahaan bukan cuma “profit-oriented” tapi lebih kepada jiwa-jiwa berusaha yang harus kita teladani?

    Jawaban Omjay:
    Merubah stigma lembaga pendidikan kita agar mampu mengerti dan memahami bahwa kewirausahaan bukan cuma “profit-oriented” tapi lebih kepada jiwa-jiwa berusaha yang harus kita teladani sangatlah tidak mudah. Kita perlu bekerjasama dalam mensosialisasikannya. Oleh karena itu, saya sendiri sering hadir ke sekolah-sekolah mengkapmpanyekan akan hal ini. Ada sekolah yang langsung mengembangkannya, dan ada juga sekolah yg tetap saja masih memakai paradigma lama. Kuncinya adalah kepemimpinan di lembaga itu. Bila pemimpinnya sadar bahwa edupreneurship sangat penting, maka dia akan mewajibkan bawahannya untuk belajar tentang edupreneurship.

    Kemudian bagaimana cara mengajarkan pendidikan kewirausahaan ini pada adik-adik kita dimana budaya konsumerisme di Indonesia sudah begitu tinggi om, secara anak SD sekarang aja hp nya rata-rata blackberry, adik saya aja diajak susah dikit udah rewel,hehehe

    Jawaban Omjay:
    Caranya adalah dengan meningkatkan budaya sekolah atau school culture di sekolah-sekolah kita. Menyisipkan edupreneurship ke dalam semua mata pelajaran, dan mengembangkannya secara bersama-sama. Tidak mudah memang, tetapi bisa bila ada kesadaran dari masing-masing pihak dalam melaksanakannya. Perlu ada kebijakan dari pimpinan sekolah dan juga pelatihan untuk para guru ttg edupreneurship ini.

    Terus ada lagi nih omjay, maap ya kalau kebanyakan,heheh..

    Mengenai guru kreatif dan guru kognitif dari pak Rhenald Kasali om. Bagaimana cara mengajarkan guru-guru di Indonesia supaya jadi guru yang kreatif? wong di ex-IKIP kaya UNJ ja seperti yang omjay bilang, terkadang dosen tersebut justru lebih banyak bercerita mengenain dirinya sendiri..hmmm

    Jawaban Omjay:
    Itulah kenyataan yg harus kita hadapi, dan kita mulai dari diri kita sendiri dulu serta tak perlu terburu-buru menyalahkan orang lain. Perbaiki apa yg kita bisa, dan berikan kritik yg membangun sehingga mereka tak tersinggung.
    Sekali-sekali ajak mereka menonton film 3 idiot, hehehe

    Semoga puas ya mbak Sarah

    Salam Blogger Persahabatan
    Omjay
    https://wijayalabs.com

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.