Makalah Pendidikan Budaya dan Karakter Melalui TIK

PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER MELALUI TIK

Oleh Wijaya Kusumah

(Disampaikan dalam SEMINAR INTERNASIONAL BAHASA DAN BUDAYA MILAD KE – 25 FAKULTAS SASTRA UMI Makasar, 28-29Juni 2012)

Pendahuluan

Fenomena pendidikan karakter sedang mengumandangkan resonansinya di setiap alam ide praktisi pendidikan, mulai dari penatar konsep hingga penatar praktik. Penulis berharap, konsep pendidikan seperti ini dapat dinikmati oleh seluruh institusi pendidikan di Indonesia, sehingga jelas evaluasinya pada saat berbenturan dengan kelemahannya. Kita akan temukan generasi baru yang santun berbahasa dan berbudaya melalui TIK.

Read More

Menuju Pendidikan Global Melalui Tenaga Pendidik Profesional yang Menguasai TIK

Ada sebuah seminar nasional yang cukup menarik. Judulnya: “Menuju Pendidikan Global Melalui Tenaga Pendidik Profesional yang Menguasai TIK”. Bagi saya, judul ini  cukup menarik untuk dibahas, dan akan saya uraikan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman saya menjadi guru TIK di SMP Labschool Jakarta.

Ada 3 bagian penting yang harus diuraikan dari judul di atas. Pertama tentang pendidikan global, kedua tentang tenaga pendidik profesional, dan ketiga penguasaan TIK.

Bicara masalah pendidikan global, maka kita akan melihat pelayanan pendidikan di berbagai negara. Dari situ kita sebagai bangsa Indonesia melihat bagaimana bangsa lain mengelola pendidikan anak bangsanya dengan baik.

Globalisasi telah menghampiri seluruh rakyat di belahan bumi manapun dengan membawa banyak dampak baik positif maupun negatif. Sisi positif dari globalisasi itu berada pada kemajuan teknologi informatika dan teknologi komunikasi. Dampak negatifnya adalah kita hanya menjadi objek suatu arus globalisasi tanpa mampu berbuat. Oleh karenanya perlu banyak persiapan terutama mental guna menghadapi era tersebut. Kita harus menjadi produsen informasi dan bukan pemakai informasi,

Dalam era tersebut dibutuhkan kemampuan untuk menjaring dan menyaring segala pengaruh yang masuk dari berbagai kebudayaan yang lain. Pendidikan selama ini dianggap kurang berhasil dalam mempersiapkan anak didiknya untuk memasuki dunia kerja yang telah dirasuki globalisasi dengan neoliberalisme. Mind set peserta didik kita masih bermental pegawai dan bukan pengusaha.

Begitupun dengan tenaga pendidik profesional yang masih sangat minim. Kita belum banyak melahirkan para tenaga pendidik profesional di bidangnya. Dari 2,9 Juta guru di Indonesia, mungkin hanya 70%-nya saja yang menguasai ilmunya dengan baik. Itu berdasarkan data yang saya terima pada seminar nasional pembelajaran abad 21 di kantor telkom pada 2011 yang lalu.

Pendidikan seharusnya mampu menghadapi tantangan global dimana tenaga pendidik mampu berinteraksi secara nasional maupun international dalam menciptakan konten-konten edukasi yang menarik. Jujur harus diakui kita kekurangan konten-konten yang menarik siswa untuk belajar, saya pun menyambut baik dibentuknya komunitas rumah belajar yang digagas oleh Pustekkom kemendikbud.

bersambung…

Kekuatan ICT dalam Dunia Pendidikan

Perubahan era industrialisasi menjadi era informasi telah terjadi, era industri yang ditandai dengan dibangunnya pabrik-pabrik berskala menengah dan besar telah mengguncang dunia, baik secara ekonomi maupun secara sosial. Kita pun masuk dalam aktivitas belajar C Generatioan. Sebuah aktivitas dimana peserta didik dan pendidik telah sama-sama melek internet. Pembelajaranpun tidak lagi terjadi hanya di dalam kelas, tetapi dapat dilakukan juga di luar kelas. Itulah era informasi yang terus berkembang saat ini.

13267908961003330687

Read More

Buku TIK Omjay & Tim Pengajar TIK Labschool Jakarta

Pada tulisan saya kali ini, saya ingin mengajak teman-teman guru untuk menyusun buku dari mata pelajaran yang diampunya. Dengan begitu, guru akan semakin mahir dalam mentransferkan ilmu kepada para peserta didiknya.

Buku-Buku TIK di SMP Labschool Jakarta disusun sendiri oleh Tim Pengajar TIK, dimana saya dipercaya sebagai salah satu penulis bukunya.  Buku TIK kami susun sendiri berangkat dari keprihatinan kami dengan buku TIK yang ada. Dengan menyusun buku TIK sendiri, kami berharap dapat menyusun kurikulumnya sendiri, dan diharapkan lebih baik dari sekolah lain. Kebetulan saya adalah salah satu guru tim penilai buku TIK  di tingkat nasional.

Buku TIK Kelas VII, Wijaya, dkk

Buku TIK Kelas VII, Wijaya, dkk

Read More