Sejak disahkankannya Undang-undang Guru dan Dosen tahun 2005, pamor profesi guru mulai naik. Profesi ini mulai diminati lagi oleh banyak orang. Apalagi dengan adanya sertifikasi guru dalam jabatan di tahun 2007. Banyak guru yang mengikuti sertifikasi guru agar dapat memperoleh sertifikat guru dan dijuluki guru profesional.
Guru Ideal (SEbuah Kado di Hari Guru)
SAAT tulisan ini dibuat, penulis sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti final Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 2008 tingkat nasional yang dilaksanakan rutin tiap tahun oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga kependidikan, Depdiknas. Ada rasa bangga dan bahagia karena dapat menjadi finalis lomba bergengsi ini. Namun, hati kecil penulis mengatakan apakah dengan menjadi finalis lomba tersebut, penulis sudah menjadi guru ideal? Bagaimanakah sosok guru ideal itu?
Read More
Sertifikasi Guru yang Melelahkan
Ketika diumumkan oleh pemerintah akan adanya sertifikasi guru dalam jabatan, para guru di sekolah diminta untuk mengumpulkan dokumen portofolio. Rasa cemas tentu saja menghantui para guru. Karena, hanya dalam waktu yang relatif singkat harus mengumpulkan data portofolio yang merupakan pencerminan hasil kinerjanya.
Mengumpulkan dokumen portofolio ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Perlu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Guru sering melupakan hal-hal kecil. Mereka sering meletakkan begitu saja sertifikat yang didapatkan, baik dalam mengikuti seminar-seminar maupun pelatihan-pelatihan.