Puasa Hari Keempatbelas

Puasa Ramadhan hari keempatbelas

Kamis, 7 Mei 2020 adalah puasa keempatbelas di bulan Ramadhan. Rasanya baru tadi pagi saya menulis dan malam hari ini saya coba menulis lagi. Dengan begitu kedua jempol ini terlatih dalam menulis.

Dahulu tidak mungkin orang menulis pakai jempol. Sekarang orang bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja. Kedua jempol saling menari ke kiri dan kanan merangkai kata menjadi bermakna.

Kali ini saya menulis sambil duduk dengan punggung merapat ke tembok. Sakit sekali rasanya. Anak bungsu saya (Berlian), mengambilkan air aqua gelas. Rasa haus ini terobati. Tapi sakit punggung masih terasa.

Habis sholat isya berjamaah, istri sempat injak injak punggung. Enak rasanya dan punggung ini terasa lurus lagi.

Semenjak bekerja dari rumah, pemakaian komputer bertambah dan biaya listrik membengkak. Sementara pemasukan berkurang sangat drastis.

Omjay yakin semua kita mengalaminya. Bagi yang mempunyai gaji tetap mungkin tidak menjadi masalah. Namun bagi yang berpenghasilan tidak tetap, ini menjadi masalah besar. Sebab semuanya harus dibayar. Pengeluaran yang paling besar adalah untuk makan, listrik dan internet. Belum kebutuhan yang lain. Ibu rumah tangga dibuat pusing mengaturnya.

Alhamdulillah istri selalu mendoakan suaminya. Suami mendoakan istrinya. Anak mendoakan orang tuanya. Bila semua anggota berdoa pastilah akan dikabulkan Allah. Sebab di sana ada rezeki anak, suami dan istri.

Tadi pagi setelah menulis di blog saya telpon anak pertama saya Intan di Bandung. Ada rasa kangen karena Intan tidak bisa mudik ke Bekasi. Begitupun saya sebagai ayahnya. Pasti kangen berat dengan anak cantik dan pintar ini. Kita diskusi tentang tugas akhir masing masing. Intan ingin melanjutkan kuliah S2 di luar negeri. Oleh karenanya saya minta Intan untuk belajar yang rajin agar IPK nya tinggi.

Beda dengan ayahnya. Sudah 6 tahun belum juga lulus S3. Selalu saja tidak fokus dalam menyelesaikan penelitian desertasi ini. Padahal bahan-bahan dan hasil penelitian sudah ada di depan mata. Tinggal mengolahnya menjadi hasil penelitian.

Sekarang ini Intan banyak bantu ayahnya. Terutama untuk urusan jurnal berbahasa Inggris. Saya masih harus belajar pada anak saya sendiri. Bahasa inggrisnya pinter sekali. Sewaktu berangkat presentasi hasil penelitian ke Thailand tahun lalu, Intan banyak bantu ayahnya. Termasuk juga pemesanan tiket pergi pulang dari Indonesia ke Thailand. Saya tinggal berangkat saja. Semua sudah diurus anak saya.

Semoga kami bisa lulus bareng tahun ini. Intan lulus S1 dari Uin Bandung jurusan Sastra Inggris dan saya lulus S3 teknologi Pendidikan UNJ. Saya harus fokus agar bisa lulus.

Terkadang menasehati orang lain lebih mudah daripada menasehati diri sendiri. Mulai sekarang saya harus galak dengan diri sendiri. Supaya cita cita menjadi doktor pendidikan terwujud. Mohon doa dari pembaca. Aamiin.

https://www.youtube.com/watch?v=ZprAYS_Ssdo

Malam ini nonton acara Rossy di Kompas TV. Kita semua tentu sedih ditinggalkan mas Didi Kempot. Sobat ambyar sangat berduka. Bahkan menjadi trending topik di twitter belakangan hari ini. Ajal tak pernah memberitahu dan pasti akan kita hadapi sebagai makhluk yang bernyawa.

Orang baik matinya baik. Semoga kita semua jadi orang baik. Semua orang bersedih dan menangis ditinggalkan mas Didi Kempot. Saya belajar dari kesederhanaannya dan fokus pada budaya lokal. Itulah salah satu sebab yang membuat dirinya terkenal sampai ke mancanegara.

Hiduplah sederhana dna rendah hati bila engkau ingin ditinggikan. Semoga baju kesombongan ini tidak terlalu melekat ke dalam diri. Bila tidak segera dilepas dan ditangggalkan, maka kita akan ditinggal. Saat ajal menjemput, tak ada orang yang mau melayat.

Orang sombong temannya setan. Puasa di bulan Ramadhan mengajarkan kita agar mampu menjauhi kesombongan dalam diri. Bila itu bisa dilakukan, maka kita menjadi orang yang rendah hati. Mampu bersabar di saat marah dan mampu menahan hawa nafsunya untuk berbuat kejahatan.

Puasa hari keempatbelas ini harus membuat kita semakin takwa. Siapkan bekal untuk perjalanan abadi. Seperti irama lagu Ebiet G Ade yang indah terdengar di telinga.

https://www.youtube.com/watch?v=Ww7hLpCF7yU

Salam blogger persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia.

Puasa Momentum Perubahan Menuju Kebaikan

Setiap kali mendengar suara adzan, hati ini selalu bergetar akan panggilan Allah untuk beribadah kepadaNya. Namun, pagi ini ada sesuatu yang begitu menyentuh hatiku. Suara adzan subuh itu seolah menegurku agar selalu melaksanakan sholat subuh berjamaah di rumah Allah. Malu rasanya hati ini. Malu rasanya diri ini. Hamba lebih mementingkan pekerjaan ketimbang panggilan Tuhan. Cinta dunia telah membuatku lupa kepada Allah.

IMG02408-20130717-0546

Read More

Belajar Sambil Berpuasa

13121933121915412406

Tadi siang, Semin eh senin, 1 Agustus 2011 saya diminta pendapatnya tentang belajar sambil berpuasa di acara analeksa RRI pro1 FM. Senang juga bisa berbagi pendapat kepada para pendengar radio RRI pro1 FM. Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada saya selaku nara sumber belajar sambil berpuasa. Rencananya, hasil rekamannya akan dikirimkan oleh pengelola radio ke email saya di wijayalabs@gmail.com.

Read More

Ya Allah, Jadikanlah Puasaku UntukMu!

Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, kenikmatan berbuka puasa yag tiada tara menyertai anda. Semoga pula, kenikmatan itu berbuah pahala yang melimpah, karena anda berpuasa untuk menjadi orang yang bertakwa. Tidak hanya mampu menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga mampu mengendalikan hawa nafsu dalam diri yang terus meminta. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita berdoa, “Ya Allah, Jadikan Puasaku untukMu”.

Read More

Puasa dan Manusia Unggul

Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj

Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj

Puasa dan Manusia Unggul

Oleh: Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj

Jawa Pos, Kamis, 12 Agustus 2010

BULAN Ramadan telah tiba kembali. Untuk yang kesekian, kita telah  diberi
kesempatan merasakan nikmatnya berpuasa. Dengan berpuasa, kita bisa lebih menikmati arti seteguk air bagi tenggorokan yang kering. Dengan berpuasa, kita jadi lebih tahu manfaat sepiring nasi bagi perut yang lapar. Bukankah hanya dengan kelaparan kita mengetahui apa itu kenyang, dan hanya dengan kehausan kita mengetahui apa itu kesegaran?

Read More