Refleksi PTK Membuat Guru Instropeksi Guru

Praktek Komputer di SMP Labschool Jakarta

Praktek Komputer di SMP Labschool Jakarta

Saya tersipu malu, ketika saya dapatkan hasil angket siswa yang saya bagikan kepada anak-anak didik tentang cara mengajar saya sebagai guru, ternyata masih kurang baik di mata siswa.

Dalam pandangan mereka masih banyak yang harus diperbaiki, terutama guru jangan mengajar terlalu cepat, jangan banyak memberikan tugas, melayani siswa bila ada yang bertanya, dan mau sedikit berkomunikasi tentang masalah yang dihadapi peserta didik.

Saya pun terhanyut dari hasil angket itu, sebab selama ini saya tak pernah tahu masalah yang di hadapi siswa selama proses pembelajaran mata pelajaran yang saya ampu. Ternyata Refleksi PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam kelas saya sendiri membuat saya menjadi instropeksi diri. Merenung dan memperbaiki diri tentang cara menyampaikan materi kepada siswa yang selama ini masih belum sesuai dengan harapan. Saya pun menjadi tahu dan mengubah strategi cara mengajar saya. Alhasil, saya berhasil membuat mereka menguasai kompetensi yang harus dikuasai dan sampai ke otak siswa dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil belajar mereka ketika ulangan umum kenaikan kelas.

Saat ini belum banyak guru yang melakukan refleksi dalam pembelajarannya. Saya merasakan begitu banyak manfaat yang akan terasa bila guru mau melakukan refleksi. Mengevaluasi diri dengan berkaca pada dirinya sendiri, apakah saya sudah mengajar dengan benar? Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh teman sejawat dan peserta didiknya sendiri dengan cara menyebarkan angket kepada mereka.

Refleksi adalah 4 bagian penting dari PTK yang terdiri dari perencanaan, tindakan, dan pengamatan, serta refleksi.

Kalau anda mau jujur, sebenarnya Refleksi membuat guru menjadi Instropeksi diri tentang apa yang telah dilakukannya. Mengevaluasi kembali untuk meningkatkan kinerjanya sebagai guru.

Sudahkah kita sebagai guru melakukan refleksi? Hanya anda yang tahu.

Salam Blogger

Omjay

Refleksi Guru Melalui PTK

Siswa Praktek Komputer

Siswa Praktek Komputer

Mungkin untuk sebagian orang menganggap memilih profesi guru adalah pekerjaan yang menjemukan sekaligus menjengkelkan. Tapi tidak bagi penulis. Profesi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Di tangannya tercipta para generasi penerus bangsa yang memiliki akhlaqul karimah, akhlak yang mulia. Karena kemulian itu, maka guru dituntut untuk senantiasa memberikan contoh bagi para peserta didiknya. Mampu memberikan keteladanan dalam kehidupannya sehari-hari. Setiap ucapan dan tindakan membuat dirinya menjadi cermin bagi para siswanya.

Read More

Berbagi Ilmu PTK di Pontianak

Berbagi ilmu PTK di Pontianak
Baru kali ini saya menjejakkan kaki di pulau Kalimantan. Kebetulan saya mendapatkan kehormatan untuk berbagi ilmu PTK dengan teman-teman guru di Pontianak, Kalimantan Barat. Bahagia benar bisa berkunjung ke propinsi yang dialiri sungai Musi dan luasnya pulau Kalimantan yang terkenal subur tanahnya. Indahnya sungai Musi begitu mempesona hati dan sapaan penduduknya yang ramah membuat saya sebagai tamu merasa dilayani dengan baik. Seperti seorang pangeran dari pulau Jawa yang sedang studi banding ke kerajaan Melayu.

Saya pikir pontianak itu jauh dan harus berjam-jam untuk sampai ke sana. Ternyata cuma satu jam 10 menit. Itu sama saja perjalanan saya ke sekolah dari bekasi ke rawamangun. Pantesan saja si encik dan si engkoh di mangga dua biasa bolak-balik jakarta-pontianak, karena ternyata pontianak itu enak, dan jalanannya tak semacet di Jakarta.

Foto Bersama Guru di PontianakDi Pontianak ini saya diminta memberikan materi penelitian tindakan kelas (PTK). Materi yang hanya diberikan untuk para guru yang ingin memperbaiki kualitas pembelajarannya dan memperbaiki kinerjanya sebagai guru melalui penelitian tindakan di kelasnya sendiri. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dipercaya untuk menyampaikan materi ini yang bertempat di kantor depag pontianak.

Tadinya saya pikir orang pontianak itu tak suka humor, ternyata mereka senang banget tuh, ketika saya memperkenalkan diri sebagai ketua umum Bloger Imadut (Ikatan manusia Perut Gendut), hehehehe…

Banyak orang melayu dan Cina di sini juga orang dayak dan sebagian banjar. Tetapi rata-rata penduduk di sini adalah keturunan pendatang meskipun lahir di Pontianak. Contohnya teman kuliah saya pak Sadirun, yang menjemput saya di bandara. Beliau bapaknya orang jawa dan ibunya orang sunda. Kalau lihat masyarakatnya, wah kayaknya toto tentrem kertoraharjo, walaupun kata kepala kakanwil depag, pak Restu yang membuka acara, pontianak merupakan kota yang paling banyak ditemukan botol minuman keras (miras), dan peringkat kelima penderita HIV aids, karena banyak “amoynya”. Tapi penduduk pontianak terkenal sangat religius.

saya merasakan banget suasana sholat subuh di sana, sangat ramah dan masjid penuh dengan jamaah.

Ingin rasanya saya bekerja dan tinggal di pontianak, apalagi setelah melihat universitas Tanjungpura yang luas banget. Kayaknya bakalan kurus dech perut saya kalau sering keliling kampus di Tanjungpura. Untuk memastikan saya sudah pernah berkunjung ke sana, maka lihatlah foto saya yang narsis ini dengan pak sadirun. Mampir ke Universitas TanjungpuraPokoknya, buat teman-teman yang belum pernah pergi ke pontianak, segeralah berkunjung ke sini. Kota yang unik dan sangat santun penduduknya. Itu kata saya, bagaimana pendapat anda?

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

Berbagi Ilmu PTK di Pontianak

Peserta seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Peserta seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Sabtu, 9 Mei 2009 saya diundang pengurus MGMP kota Pontianak untuk memberikan materi tentang PTK kepada para guru di sana. Materi yang lagi ngetop dan ngetrend karena PTK menjadi syarat untuk kenaikan pangkat guru. Apalagi Penelitian Tindakan kelas (PTK) ini ternyata mudah dan dapat dikerjakan oleh guru karena tak perlu meninggalkan kelas.

Justru guru meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajarannya dan memperbaiki kinerjanya sebagai guru di sekolah. Semua yang dilakukan guru dicatat, lalu dianalisis dengan teman sejawat. Untuk materi lengkapnya, silahkan beli buku PTK saya yang sdh dijual bebas di semua toko buku di seluruh Indonesia. (Promosi ni ye…)

Kembali kepada cerita perjalanan saya. Awalnya, saya pikir pontianak itu jauh. Ternyata perjalanan jakarta-pontianak cuma satu jam 10 menit, dan sesampainya di bandara saya langsung disambut oleh panitia, pak Yosi dan juga teman baik saya pak Sadirun. Pak Sadirun mengantarkan saya kepenginapan dan mentraktir saya makan siang. Wah enak banget masakan khas Pontianak. Ada ikan bawal bakar yang nikmat sekali.

Malam harinya saya diajak mengelilingi kota pontianak yang kecil ini.  Kota yang haya dikelilingi kantor-kantor dan ruko-ruko yang tampak sepi. Tidak seperti di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi orang pada malam hari. Setelah berkeliling kota mampirlah kami menikmati jagung bakar dan indahnya sungai Musi eh salah sungai kapuas yang panjang.

Peserta cowok seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Peserta cowok seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Ingin rasanya saya kembali lagi ke kota ini, dan bahkan mungkin menetap di sana. Apalagi setelah saya mengunjungi universitas tanjungpura yang luas. Terasa betah dan ingin mengabdi disini.

Bagi teman-teman yang belum pernah ke pontianak, segeralah untuk berkunjung kesini dan nikmati keindahan alam kota pontianak yang unik. Mengenai tiket pesawat lagi ada discount tuh, biaya cuma tiga ratus ribuan. Buruan jalan-jalan liburan ke pontianak. Mumpung lagi ada discount, hehehehe.

Salam Blogger

Omjay

Perlunya PTK Bagi Guru

PERLUNYA PTK BAGI SEORANG GURU

Oleh: Moch. Sukardjo[1]

I. PENDAHULUAN

Perlukah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi seorang guru”? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus mengacu pada dasar hukum yang melandasi tugas, pokok dan fungsi seorang guru. Dalam UU No. 20 tahun 2003 guru disebut sebagai pendidik. Dalam UU tersebut dikatakan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lainnya yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. (UU Sisdiknas no 20 tahun 2003; 5). Selanjutnya dalam BAB XI, pasal 39 disebutkan bahwa “ Pendidikan merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Read More