Malam ini saya mendapatkan makanan rohani yang sangat bagus sekali terdengar di telinga. Sebuah pencerahan yang saya dapatkan dari penceramah Ramadhan di masjid dekat ruah mertua di kota Bandung. Dalam ceramahnya beliau mengatakan bahwa saat ini kita sedang berada dalam bengkel Ramadhan. Sebuah bengkel yang digunakan untuk menata diri menjadi lebih baik lagi dengan sebuah indikator Laallakum Tattakuun (menjadi orang yang bertakwa).
Dalam bengkel Ramadhan ini, orang yang beriman diwajibkan berpuasa, menahan haus dan lapar. Mampu menjaga diri dari perkataan yang tak berguna. Tetapi mengapa masih banyak orang di dunia ini yang belum berpuasa dengan baik? Apa yang salah dari orang tersebut? Lalu bagaimana caranya agar kita dapat mengisi Ramadhan ini agar menjadi orang yang takwa?
Mungkin kita akan dibuat bingung dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Tetapi sadarlah bahwa semua itu akan terjawab bila kita mampu mengakui bahwa dalam diri kita masih ada penyakit, dan penyakit ini akan dapat disembuhkan dalam sebuah bengkel yang bernama bengkel Ramadhan. Penyakit-penyakit yang harus dikeluarkan dari dalam diri itu adalah:



Saya menangis sesunggukan di malam kemerdekaan ini. Menangis bukan karena cengeng tapi terharu. Bangsa ini belum sepenuhnya merdeka. Bangsa ini sebenarnya masih terjajah oleh bangsanya sendiri. Kewajiban kitalah sebagai warga negara Indonesia untuk memerdekakannya. Kita harus bersatu, dan tidak lagi tercerai berai seperti dulu. “Berpegang teguhlah kamu kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu tercerai berai”.