Senang rasanya bisa berbagi ilmu menulis kepada teman-teman guru dan mahasiswa di acara Planeducation Forum Ide Kita FIP UNJ. Saya diminta memberikan materi “Menulis, Akses Eksistensi Diri” pada Sabtu, 26 Mei 2012 di Aula Daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Rawamangun Jakarta Timur.
Menulis Akses Menuju Eksistensi

Forum idekita mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengundang saya untuk menjadi pembicara dan memberikan materi dengan tema “menulis akses menuju eksistensi”pada Sabtu, 26 Mei 2012 di Aula Perpustakaan UNJ. Kegiatan ini diberi nama Planeducation 2012, yang di kop suratnya tertuliskan tema besar,” Buku, Kegalauan Guru, dan Masa Depan Bangsa”. Sebuah tema yang sangat menarik sekali untuk dibicarakan. Apalagi didiskusikan oleh teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan kemahasiwaan yang bernama forum ide kita.
Ibuku, Guru Pertamaku Membaca dan Menulis
Sedang asyik menonton acara televisi tentang “istri simpanan bang Maman” yang masuk dalam pelajaran atau Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas 2 SD, saya melihat istriku sangat sibuk menjawab pertanyaan anak-anaknya. Intan anak pertamaku (13thn) bertanya, ” apakah mama istri simpanan ayah?” Istrikupun kaget mendengarkan pertanyaan yang tiba-tiba itu, dan segera menjelaskan dengan bijak apa itu istri simpanan, sedangkan anak keduaku Berlian (8thn) sedang pusing mengalikan angka-angka. Katanya sulit sekali menghafal perkalian. Istrikupun membimbingnya dengan penuh kesabaran.

Pentingnya Membaca Bagi Kita
Banyak orang beranggapan membaca itu tidak penting. Wajar saja bila budaya baca belum menjadi budaya masyarakat kita. Pentingnya membaca belum menjadi tradisi yang harus dijalani setiap hari agar hidup berprestasi dan mau berbagi.
Ketika kecil, ibu dan ayah selalu memberi contoh kami anak-anaknya untuk rajin membaca. Majalah, koran, buku menjadi santapan kami setiap harinya di saat senggang. Waktu membaca biasanya lebih enak pagi hari. Pikiran masih segar dan belum bercampur dengan aktivitas lainnya.sebelum tidur juga bagus, asalkan kita mampu memanage waktu dengan baik. Kapanpun, dimanapun kegiatan membaca akan mengasyikkan bila kita telah menjadikan membaca sebuah kebutuhan. Masuk ke dalam alam bawah sadar kita bahwa membaca itu penting sehingga tak akan pernah kita meninggalkan membaca setiap harinya.
Bagi anda yang sibuk atau super sibuk, ikuti kursus baca kilat. Dengan begitu anda bisa membaca dengan cepat dan tetap memahami apa yg dibaca.
Apa yang Paling Hebat dari Orang Menulis Berita?
Sudah 4 kali saya menonton film negeri 5 menara. Pertama bersama teman-teman kompasianer, kedua bersama teman-teman guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI), ketiga bersama keluarga tercinta di Bekasi, dan terakhir menonton sendiri di Galaxy Theatre Bandung. Alhamdulillah saya bisa menonton film yang bagus ini sampai beberapa kali. Dalam setiap kesempatan itu, saya menemukan hal-hal baru dalam film yang diangkat dari novel negeri 5 menara karya Ahmad Fuadi.



