Yuk Kita Ngeblog Bersama IndiHome!

Menulislah Setiap Hari dengan IndiHome

Oleh: Wijaya Kusumah

Menulislah setiap hari dengan IndiHome. Itulah yang Omjay lakukan setiap hari selama berlibur di kota Bandung. Alhamdulillah kami sekeluarga langganan IndiHome. Selama berlangganan IndiHome kami menemukan kepuasan. Internet lancar jaya aksesnya. Anak dan istri pun puas berkomunikasi lewat dunia maya.

Read More

Begini Cara Mudah Sertifikasi Cair & Keluar SKTP

Omjay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Begini Cara Mudah Sertifikasi Cair dan Keluar SKTP”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/643b2bc708a8b57c200ed493/begini-cara-mudah-sertifikasi-cair-dan-keluar-sktp

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Kisah Omjay di February Ceria

Berikut ini adalah tulisan Omjay di bulan February ceria. Semoga kelak menjadi buku yang bermutu.

  1. Guru Penggerak adalah Guru Hebat Masa Kini oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  2. Pegawai Pajak Kok Malah Tak Bayar Pajak? Halaman all – Kompasiana.com
  3. PGRI Abadi Halaman all – Kompasiana.com
  4. Guru Penggerak Itu Akhirnya Sampai ke IKN oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  5. Lomba Guru Inspiratif Kemdikbudristek 2023 oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  6. Guru Penggerak Kok Malas Baca Modul! Halaman all – Kompasiana.com
  7. Pembukaan Konkernas IV PGRI di Hotel Mercure Samarinda oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  8. Wow Ribuan Guru Penggerak Menyerbu Samarinda Halaman all – Kompasiana.com
  9. Konkernas PGRI di Samarinda 24-26 Februari 2023 Halaman all – Kompasiana.com
  10. Apa Sih Dedikasimu sebagai Guru Penggerak? Halaman all – Kompasiana.com
  11. Guru Penggerak Itu Suka Membaca dan Menulis Halaman all – Kompasiana.com
  12. Buku Omjay yang Laris dan Teknik Pemasarannya Halaman all – Kompasiana.com
  13. https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63f58a4608a8b5305d172983/budaya-positif
  14. Sosialisasi Budaya Positif Bersama Omjay Halaman all – Kompasiana.com
  15. Guru Penggerak Bukanlah Guru yang Sempurna Halaman all – Kompasiana.com
  16. Soal Essai Guru Penggerak Halaman all – Kompasiana.com
  17. Ikutilah Kegiatan Narasi Inspirasi Satuguru! Halaman all – Kompasiana.com
  18. https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63f377989a546654722792a2/guru-penggerak-kok-malas-upacara
  19. Guru Penggerak adalah Guru Pelopor Halaman all – Kompasiana.com
  20. https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63f1985d4addee216427f283/guru-penggerak-itu-guru-yang-terbaik
  21. Rapat Kerja GNLD Siberkreasi yang Menginspirasi oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  22. Tips Menulis Buku Novel Best Seller Bersama Ahmad Fuadi Halaman all – Kompasiana.com
  23. Detik-detik Peringatan Isra’ Mi’raj di SMP Labschool Jakarta Halaman all – Kompasiana.com
  24. Berhentilah Menjadi Guru Penggerak Halaman all – Kompasiana.com
  25. Benarkah Program Guru Penggerak Menghamburkan Uang Negara? Halaman all – Kompasiana.com
  26. Inilah Derita Guru Penggerak Halaman all – Kompasiana.com
  27. Bagaimana Cara Menulis di WAG Setiap Hari? Halaman all – Kompasiana.com
  28. Guru Penggerak Harus Pandai Membuat Buku Cerita Digital oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  29. Writing is My Passion Halaman all – Kompasiana.com
  30. Guru Penggerak Kok Kagak Piket? Halaman all – Kompasiana.com
  31. https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63ea3c3e3e952f5450193ff2/ferdy-sambo-dihukum-mati-dan-20-tahun-untuk-ibu-putri
  32. Guru Penggerak Kok Mager? Halaman all – Kompasiana.com
  33. Guru Penggerak Harus Pandai Mengelola Waktu Halaman all – Kompasiana.com
  34. Lokakarya Kedua Guru Penggerak CGP 7 di SMPN 51 Jakarta Timur Halaman all – Kompasiana.com
  35. Menjadi Kepala Sekolah Inspiratif bersama Dr. Suparno Kepala SMA Labschool Jakarta Halaman all – Kompasiana.com
  36. Apakah Benar Guru Penggerak Dibayar 1 X Gaji Tiap Bulan? Halaman all – Kompasiana.com
  37. https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63e5afd0c3967b55375367a4/last-run-smp-labschool-jakarta-yang-meriah
  38. Perlukah Kurikulum Gempa di Sekolah Kita? Halaman all – Kompasiana.com
  39. Diabetes Anak Dapat Dicegah Bila Ibu dan Ayah Perhatian dengan Pola Makan Anak Halaman all – Kompasiana.com
  40. Apakah Tulisanmu Banyak yang Baca? Halaman all – Kompasiana.com
  41. “Guru Penggerak Kok Gitu?!” oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  42. Otak adalah Pabrik Pikiran Anda Halaman all – Kompasiana.com
  43. Belajar Coding untuk Guru dan Orang Tua Halaman all – Kompasiana.com
  44. Guru Penggerak Bukan Guru Plagiat Halaman all – Kompasiana.com
  45. “Sudah Tua Kok Baru Belajar Ngaji!” Halaman all – Kompasiana.com
  46. Pengumuman ASN PPPK Ditunda Lagi dan Banyak Guru Kecewa Halaman all – Kompasiana.com
  47. “Guru Penggerak Kok Copas!” Halaman all – Kompasiana.com
  48. Kiat Sukses Juara Lomba Guru dan Kepala Sekolah Inspiratif Kemdikbudristek Halaman all – Kompasiana.com
  49. Prof. Dr. Sylviana Murni Berbagi Ilmu dan Pengalaman di SMP Labschool Jakarta Halaman all – Kompasiana.com
  50. Sudomo, Guru Penggerak dari Lombok Barat Halaman all – Kompasiana.com
  51. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Halaman all – Kompasiana.com
  52. Guru adalah Kekuatan Negara Halaman all – Kompasiana.com
  53. Pentingkah RUU PRT? Halaman all – Kompasiana.com
  54. Apa yang Paling Berat dari Guru Penggerak? Halaman all – Kompasiana.com
  55. Keperkasaan Pakde Mulyono oleh Wijaya Kusumah – Kompasiana.com
  56. Pernah Gak Kamu Kesulitan Menulis dan Menerbitkan Buku? Halaman all – Kompasiana.com

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, Omjay dapat menulis sebanyak 56 Artikel di kompasiana selam bulan Februari 2023. Semoga kelak dapat menjadi buku yang bermutu dan dicari banyak orang di seluruh Indonesia.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Budaya Positif

Sosialisasi Budaya Positif

Live Streaming on Youtube
https://youtube.com/live/J4X0Oy63-nc?feature=share

Setiap hari Selasa malam Rabu, APKS PGRI rutin melaksanakan kegiatan public speaking for teacher atau kelas BICARA. Pada malam hari ini, Omjay akan membagikan ilmu dan pengalamannya dalam rangka sosialisasi budaya positif.

Kegiatan kelas bicara ini bersertifikat 40 jam dan dirancang dalam 20 kali pertemuan online melalui aplikasi zoom dan live youtube. Kegiatan kelas bicara ini GRATIS dan terbuka untuk umum.

Menurut ilmu budaya positif yang dipelajari OmJay, budaya positif ada 6 macam yaitu :

  1. Perubahan paradigma stimulus respon
  2. Konsep Disiplin Positif
  3. Keyakinan kelas
  4. Pemenuhan 5 Kebutuhan Dasar Manusia
  5. Lima Posisi Kontrol
  6. Segitiga Restitusi.

Penjelasan yang pertama mengenai Perubahan paradigma stimulus respon, yaitu untuk membangun budaya yg positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang aman, dan nyaman agar siswa mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan selama ini di sekolah masing – masing.

Kemudian, Konsep budaya positif merupakan unsur utama dalam terwujudnya budaya positif yang dicita-citakan di sekolah. Kalau siswa bisa disiplin, pasti bisa belajar.  Mendisiplinkan siswa adalah bagian yang paling menantang seorang guru.

Ketika mendengar kata “disiplin”, Kebanyakan orang akan menghubungkan kata disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan. Iya betul, dikatakan disiplin jika tidak melanggar tata tertib, peraturan, dan sebagainya. Antara yang melanggar peraturan dan  yang tidak melanggar, pasti memiliki motivasi diri. Kenapa bisa melanggar? Kenapa bisa tertib?

Yuk kita kenali adanya 3 motivasi manusia yaitu :

  1. Untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman,
  2. Untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain,
  3. Untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang

Setelah diketahui motivasi yang mendasari perilaku melanggar, kemudian diketahui bersama adanya keyakinan kelas bahwa dalam pembentukan keyakinan kelas,

  1. Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.
  2. Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.
  3. Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.
  4. Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami.
  5. Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut.
  6. Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat.
  7. Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu. Perlu diciptakan dan disepakati adalah keyakinan-keyakinan atau prinsip-prinsip dasar bersama warga kelas. Salah satu yang  telah disepakati yaitu budaya malu, dengan Kesepakatan ” Saya Malu Jika…

Dengan demikuan kesepakatan kelas itu dibuat, didiskusikan , dimusyawarahkan dengan seluruh warga kelas. Jadi seluruh warga kelas mengetahui secara jelas dengan rinciannya.

Selanjutnya dijelaskan pula oleh Dr. Wijaya Kusumah,M.Pd., mengenai 5 ( lima) kebutuhan dasar manusia.

Semua tindakan yg dilakukan di kelas harus dapat menciptakan sebuah lingkungan positif, aman dan nyaman. Dari keyakinan kelas yg telah disepakati bersama akhirnya terbentuklah budaya positif.

Seluruh tindakan manusia memiliki tujuan tertentu. Semua yang kita lakukan adalah usaha terbaik kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, sebetulnya saat itu kita sedang memenuhi satu atau lebih dari satu kebutuhan dasar kita, yaitu

1) Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival),

2) Cinta dan kasih sayang (love and belonging) Kebutuhan untuk diterima,

3) Kebebasan (freedom) kebutuhan akan pilihan,

4) Kesenangan (fun) kebutuhan akan rasa senang,

5) Penguasaan (power) kebutuhan pengakuan atas kemampuan.

Penerapan di kelas atau disekolah berkaitan denga pemenuhan 5 kebutuhan dasar manusia adalah sebagai berikut :

  • Ketika seorang siswa melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebajikan, atau melanggar peraturan, hal itu sebenarnya dikarenakan mereka gagal memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  • Siswa kita juga mempunyai gambaran dunia berkualitas mereka. Tentunya sebagai guru kita ingin mereka memasukkan hal-hal yang bermakna dan nilai-nilai kebajikan yang hakiki ke dalam dunia berkualitas mereka.
  • Bila guru dapat membangun interaksi yang memberdayakan dan memerdekakan siswa, maka siswa akan meletakkan dirinya sendiri sebagai individu yang positif dalam dunia berkualitas karena mereka.

Dalam menyelesaikan kasus di kelas / sekolah, sebaiknya guru juga harus memahami adanya 5 posisi kontrol. Melalui serangkaian riset dan bersandar pada teori Kontrol Dr.William Glasser, Gossen berkesimpulan ada 5 posisi kontrol yang diterapkan seorang guru, orang tua ataupun atasan dalam melakukan kontrol. Kelima posisi kontrol tersebut adalah:

  1. Penghukum (Hukuman fisik atau verbal) “Patuhi tata tertib”
  2. Pembuat Orang Merasa Bersalah (Biasanya guru menyampaikan dengan suara yang lembut. “Bagaimana kalau orang tuamu tahu”
  3. Teman (Guru memposisikan sebagai teman) “Ingat tidak bantuan bapak selama ini!”.
  4. Monitor (Pemantau/mengawasi) “apa yang telah kamu lakukan?”
  5. Manajer (mempersilahkan murid untuk mempertagungjawabkan perilakunya dan mencari

Di Bagian akhir pemaparannya, OmJay menjelaskan tentang segitiga restitusi. Selama menyelesaikan kasus, guru menggunakan rangkaian segitiga restitusi. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan, langkah-langkahnya yaitu

  1. Menstabilkan Identitas (Kita semua akanmelakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan),
  2. Validasi Tindakan yang Salah (Semua perilaku memiliki alasan)
  3. Menanyakan Keyakinan (Kita semua memiliki motivasi internal

Demikianlah hasil dari kelas Public Speaking yang pesertanya  sangat antusias mengikuti lewat Zoom maupun YouTube. Selanjutnya sesi tanya jawab juga sangat ramai dengan pertanyaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan piawainya. Semoga bermanfaat dan senantiasa dapat mengambil tindakan secara adil dan bijaksana. Terima Kasih sudah berkenan membaca kisah Omjay.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com