
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi

Menulislah Setiap Hari dengan IndiHome
Oleh: Wijaya Kusumah
Menulislah setiap hari dengan IndiHome. Itulah yang Omjay lakukan setiap hari selama berlibur di kota Bandung. Alhamdulillah kami sekeluarga langganan IndiHome. Selama berlangganan IndiHome kami menemukan kepuasan. Internet lancar jaya aksesnya. Anak dan istri pun puas berkomunikasi lewat dunia maya.
Omjay
Guru blogger Indonesia
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Begini Cara Mudah Sertifikasi Cair dan Keluar SKTP”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/643b2bc708a8b57c200ed493/begini-cara-mudah-sertifikasi-cair-dan-keluar-sktp
Kreator: Wijaya Kusumah
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
Berikut ini adalah tulisan Omjay di bulan February ceria. Semoga kelak menjadi buku yang bermutu.
Alhamdulillah, berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, Omjay dapat menulis sebanyak 56 Artikel di kompasiana selam bulan Februari 2023. Semoga kelak dapat menjadi buku yang bermutu dan dicari banyak orang di seluruh Indonesia.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia


Live Streaming on Youtube
https://youtube.com/live/J4X0Oy63-nc?feature=share
Setiap hari Selasa malam Rabu, APKS PGRI rutin melaksanakan kegiatan public speaking for teacher atau kelas BICARA. Pada malam hari ini, Omjay akan membagikan ilmu dan pengalamannya dalam rangka sosialisasi budaya positif.
Kegiatan kelas bicara ini bersertifikat 40 jam dan dirancang dalam 20 kali pertemuan online melalui aplikasi zoom dan live youtube. Kegiatan kelas bicara ini GRATIS dan terbuka untuk umum.
Menurut ilmu budaya positif yang dipelajari OmJay, budaya positif ada 6 macam yaitu :
Penjelasan yang pertama mengenai Perubahan paradigma stimulus respon, yaitu untuk membangun budaya yg positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang aman, dan nyaman agar siswa mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan selama ini di sekolah masing – masing.
Kemudian, Konsep budaya positif merupakan unsur utama dalam terwujudnya budaya positif yang dicita-citakan di sekolah. Kalau siswa bisa disiplin, pasti bisa belajar. Mendisiplinkan siswa adalah bagian yang paling menantang seorang guru.
Ketika mendengar kata “disiplin”, Kebanyakan orang akan menghubungkan kata disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan. Iya betul, dikatakan disiplin jika tidak melanggar tata tertib, peraturan, dan sebagainya. Antara yang melanggar peraturan dan yang tidak melanggar, pasti memiliki motivasi diri. Kenapa bisa melanggar? Kenapa bisa tertib?
Yuk kita kenali adanya 3 motivasi manusia yaitu :
Setelah diketahui motivasi yang mendasari perilaku melanggar, kemudian diketahui bersama adanya keyakinan kelas bahwa dalam pembentukan keyakinan kelas,
Dengan demikuan kesepakatan kelas itu dibuat, didiskusikan , dimusyawarahkan dengan seluruh warga kelas. Jadi seluruh warga kelas mengetahui secara jelas dengan rinciannya.
Selanjutnya dijelaskan pula oleh Dr. Wijaya Kusumah,M.Pd., mengenai 5 ( lima) kebutuhan dasar manusia.
Semua tindakan yg dilakukan di kelas harus dapat menciptakan sebuah lingkungan positif, aman dan nyaman. Dari keyakinan kelas yg telah disepakati bersama akhirnya terbentuklah budaya positif.
Seluruh tindakan manusia memiliki tujuan tertentu. Semua yang kita lakukan adalah usaha terbaik kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, sebetulnya saat itu kita sedang memenuhi satu atau lebih dari satu kebutuhan dasar kita, yaitu
1) Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival),
2) Cinta dan kasih sayang (love and belonging) Kebutuhan untuk diterima,
3) Kebebasan (freedom) kebutuhan akan pilihan,
4) Kesenangan (fun) kebutuhan akan rasa senang,
5) Penguasaan (power) kebutuhan pengakuan atas kemampuan.
Penerapan di kelas atau disekolah berkaitan denga pemenuhan 5 kebutuhan dasar manusia adalah sebagai berikut :
Dalam menyelesaikan kasus di kelas / sekolah, sebaiknya guru juga harus memahami adanya 5 posisi kontrol. Melalui serangkaian riset dan bersandar pada teori Kontrol Dr.William Glasser, Gossen berkesimpulan ada 5 posisi kontrol yang diterapkan seorang guru, orang tua ataupun atasan dalam melakukan kontrol. Kelima posisi kontrol tersebut adalah:
Di Bagian akhir pemaparannya, OmJay menjelaskan tentang segitiga restitusi. Selama menyelesaikan kasus, guru menggunakan rangkaian segitiga restitusi. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan, langkah-langkahnya yaitu
Demikianlah hasil dari kelas Public Speaking yang pesertanya sangat antusias mengikuti lewat Zoom maupun YouTube. Selanjutnya sesi tanya jawab juga sangat ramai dengan pertanyaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan piawainya. Semoga bermanfaat dan senantiasa dapat mengambil tindakan secara adil dan bijaksana. Terima Kasih sudah berkenan membaca kisah Omjay.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
